1

3 0 0
                                        

Sarsmitha Pradnya Prameswari. Namanya mempunyai arti yang menjiwai ketenangan. Tetapi tidak dengan kenyataan yang menyatakan Sarsmitha adalah orang yang tenang, ambisi didalam dirinya seakan tidak pernah padam. Lantas bagaimana ia hidup dengan ambisinya yang selalu berkobar? Dia adalah orang yang menguasai segala bentuk pergaulan, membuat dia mudah diterima dan disenangi, namun tak bertahan lama sejak kedatangan permaisuri pagi. Cendani Pradnya Pramesti.

Cendani, gadis berambut pendek yang selalu berjalan tenang dengan tatapan mata yang teduh, bicaranya selalu sarat akan makna, dia adalah gadis yang sekarang digadang gadang sebagai kartini millenial. Gadis yang entah sejak kapan memasuki hidup Sarsmitha, lebih tepatnya mengusik perhatian Sarsmitha. Dimata Sarsmitha, Cendani adalah gangguan yang harus diberantas layaknya benalu pohon mangga.

Namanya yang mirip dengan Cendani membuat sebagian besar orang menyandingkan mereka sebagai point dalam kesempurnaan. Dan Sarsmitha benci akan hal itu, dia adalah isyarat akan pagi yang tentram tidak boleh dikalahkan dengan cendani permaisuri pagi.

Pertemuan awal mereka dimulai ketika Sarsmitha menuju kelas Panji, teman kecilnya yang merangkap sebagai dunianya. Dikelas yang sama Cendani duduk berdampingan dengan Panji disebelahnya sambil membicarakan sesuatu hal. Sarsmitha awalnya biasa saja sampai Panji mengelus rambut pendek gadis disampingnya.

Lalu pertemuan keduanya ketika dikoridor kelas sebelas, keduanya bertemu, Sarsmitha memberhentikan langkah Cendani dengan memegang pergelangan tangannya lalu berbisik,

" Menjadi on point adalah rumahku, jangan mencoba melewati garis pagar yang diciptakan"

Awalnya Cendani mengernyit mendengar Sarsmitha, teman Panji yang sempat berjumpa dengannya beberapa kali. Tetapi dengan tenang ia membalas,

"Standar masyarakat tidak harus menjadikanmu budak dunia, mencintai seseorang bukan berarti orang itu harus mencintai juga, jangan lupakan semesta punya seribu cara memisahkan antara kau dan dia".

Lalu dengan lembut, Cendani melepaskan genggaman Sarsmitha di pergelangan tangannya, serta melanjutkan jalannya seolah tak terjadi apa apa. Sedangkan Sarsmitha masih diam ditempatnya, lalu berkata,

"Perlombaan renang tanggal 13 september mendatang, membuktikan siapa yang berhak menjadi on point"

Cendani mendengarnya, ia hanya mengangguk tetap melanjutkan langkahnya, seakan tanpa beban dia berjalan kearah lapangan basket sekolah.

30-09-2018

Sarsmitha sedang melakukan pemanasan sebelum memulai latihan renang kali ini, didalam hatinya dia bertekad tidak ada yang berhak menjadi on point selain ia, biarpun itu adalah Cendani. Akhir akhir ini emosinya sering terkuras karena kabar tentang Cendani, Cendani yang mendapat ulangan bahasa tertinggi seangkatanlah, cendani yang pandai membuat puisilah, atau pun Cendani yang dikabarkan dekat dengan Panji.

Menghembuskan napas berat, Sarsmitha memulai latihannya, Panji yang sedang duduk di pinggir kolam renang terus meneriakkan waktu permeter yang dicapainya. Sampai di seberang kolam, Sarsmitha tersenyum senang, waktu yang dicapainya lebih cepat dari latihan sebelumnya, sampai akhirnya pintu aula kolam renang terbuka menampilkan sesosok gadis berambut pendek dengan baju basket, Cendani.

Gadis itu mendekat dan berhenti di depan Panji, menyerahkan jam tangan bermerek milik lelaki itu, Panji tersenyum manis sambil meraih jam tersebut. Setelahnya Cendani berbalik, keluar dari ruangan tersebut. Sarsmitha naik dari permukaan air, meraih handuknya dan berjalan keruang ganti tanpa kata. Dibelakangnya Panji diam diam tersenyum bahagia melihat wajah Cendani yang tersenyum kepadanya beberapa menit lalu.

Jika sudah begini siapakah yang salah? Sarsmitha dan perasaannya, Cendani dan pesonanya atau Panji dan rasa kagumnya?

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Sep 30, 2018 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

SarsCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang