"Meninggi hanya akan membuatmu menunduk selamanya."
Happy reading.
****
Suasana kota Jakarta di pagi hari dapat dibilang cukup menenangkan dari pada suasana lainnya. Dengan sejuknya udara sekitar yang masih sangat segar memenuhi segala penjuru.
Seperti layaknya celine, gadis cantik yang kini sedang menatap ke luar jendela mobilnya sembari mendengarkan musik lewat earphone yang menempel di telinganya.
Wajahnya mengukir sebuah senyum Indah. Ia membuka kaca mobilnya lalu Ia mengulurkan sebelah tangannya keluar dari jendela mobil. Menyapa udara-udara yang sedang hulu hilir. Kegiatan setiap hari yang celine lakukan saat dalam perjalanan menuju sekolah.
Dering sebuah panggilan masuk mengalihkan perhatian celine, ia memasukan kembali tangannya lalu mengecek panggilan tersebut. Teryata itu dari sahabatnya Glovy.
"Halo cell?"
"Ya?"
"Lo dimana sekarang?"
"Jalan"
"Ohh gue kirain lo bolos, tolongin gue dong beliin gue ropang yang deket perempatan sekolahan gue belon sarapan soalnya"
"kantin kan ada, kenapa gak sarapan disitu aja sih"
"Gak ada ropang disini bengek! Perut gue pagi-pagi gini gak bisa makan yang berat-berat. Pokoknya beliin nanti duit lo gue ganti, bye makasih ya muach muach"
Celine pun mendengus kesal ketika panggilannya dimatikan sepihak oleh glovy.
"Pak joko nanti kita berenti di tempat pedagang roti panggang di dekat perempatan sekolah ya, celine mau beli soalnya"
"Sip neng"pak supir atau yang dipanggil pak joko itu pun mengacungkan jempolnya ke arah celine.
Sampai akhirnya mereka tiba di tempat roti panggang pesanan glovy tadi. Celine segera turun dari mobilnya berjalan menuju ke pedagang kaki lima itu. Namun sebuah kerumunan di dekat tempat celine berada mengalihkan perhatian celine.
Karena penasaran celine segera bergegas menuju ke arah kerumunan itu. Setelah sebelumnya ia meminta pak joko untuk membeli roti panggang pesanan glovy tadi.
"Ini ada apa bu?"tanya celine ramah kepada salah satu ibu-ibu yang berada disitu.
"Eh? Itu neng ada awewe yang hampir nabrak ibu-ibu sama anaknya, trus bukannya minta maaf eta awewe teh malah marah-marah. Nugelo pisan"jelas ibu itu dengan sedikit logat sunda. Celine pun mengangguk mengerti, bersyukur celine cukup tau mengenai bahasa sunda jadi ia tidak perlu bingung.
"Makasih ya bu"ucap celine setelahnya ia segera pergi lebih mendekat ke arah kerumunan itu.
"EHH LO GAPUNYA MATA APA?!"bentak gadis yang celine yakini adalah si awewe gelo yang ibu tadi ceritakan
"Maaf nak. Tetapi kamu yang salah, kamu yang sudah melanggar lalu lintas"balas ibu-ibu yang pasti adalah korban yang ditabrak sembari memeluk anak perempuannya yang masih kelas 3 SD yang sedang menangis, terlihat dari lambang angka 3 yang ada di bet bajunya.
"Heh! Kalian orang miskin! Gue tau ya tabiat kalian! Kalian sengaja manfaatin jalan Raya buat mendapatkan keuntungan dengan menabrakkan diri kalian ke mobil orang kaya kayak gue! Trus kalian bakal minta duit buat kompensasi! Cihh! Lagu lama!"gadis itu menunjuk-nunjuk ibu yang menjadi korban dengan tangannya.
Celine yang tadinya hanya mau melihat pun merasa kesal. Ia membelah kerumunan sehingga ia sampai di tengah dimana ibu dan gadis sombong itu berada
"Kalo lo salah jangan lemparin kesalahan lo sama orang lain"ujar celine dingin ia melirik tajam ke arah gadis sombong itu.
"Ehh!lo siapa haa?! Gak usah ikut campur deh ama masalah gue! Lo gatau apa gue itu siapa?!"
"Cihh! Sepenting itu lo sampe gue harus tau lo siapa?"celine tersenyum meremehkan
"Gue Barbie Selldiputra! Bokap gue punya perusahaan ternama di Jakarta! Jadi lo jangan berani macem-macem sama gue!"
Celine menyeringai
"Perusahaan ternama lo bilang? Bukannya perusahaan ternama di Jakarta itu cebrean ya? Ohh jadi lo anaknya andrian adytama?"
"Iya! Kenapa emangnya? Takut lo ha? Gue bisa aja ya nyuruh daddy gue buat nuntut lo karna lo udah berani-beraninya ikut campur masalah gue"ancam gadis sombong itu
"Yakin lo nuntut gue?"
"Jelas!Kenapa lo takut heh?!"
Celine terkekeh rendah
"Takut?"
Celine segera mengambil ponsel dari sakunya, ia mendial sebuah nomor di papan panggilan, tak lama panggilan pun tersambung. Ia pun menyalakan speaker pada ponselnya.
"Hallo pa"
"Iya kenapa sayang? Tumben nelfon pagi-pagi gini?"
"Pa celine mau nanya, papa punya anak lain ya selain aku sama kak ze?"
"Ha? Kamu ngomong apasih? Pagi-pagi udah ngelantur, ya enggak la. Anaknya papa itu cuma kamu sama kakak kamu"
"Ohh gitu ya pa yaudah deh aku tutup, soalnya aku mau ngasih kado buat seseorang yang udah ngaku-ngaku sebagai salah satu keluarga adytama"
Celine mematikan telfonya. Ia tersenyum miring ke arah gadis yang bernama barbie itu.
"Ja-jadi lo itu?"
"Ya, gue Celine breanda Adytama anak asli dari pasangan Andrian Adytama dan Adelle Adytama"ujar celine
"Oiya lo bilang tadi lo bakal buat gue jadi gelandangan ya?, Kita lihat abis ini siapa yang bakal jadi gelandangan. Siapin diri lo ya"ujar celine dengan smirk yang sangat kontras dengan wajahnya arogannya. Sedangkan gadis sombong itu terdiam seribu bahasa dengan wajah pucat.
Celine menolehkan kepalanya ke belakang tepatnya pada ibu dan anak perempuan itu, ia tersenyum. Kemudian ia segera pergi dari tempat itu, karena sebentar lagi bel masuk sekolahnya akan dibunyikan.Sebelumnya ia sudah mengirim sebuah pesan kepada orang suruhannya untuk membantu ibu-ibu tadi.
Setelah sampai di mobil ia kembali memasang earphonenya dan meminta supir itu untuk menjalankan mobilnya.
*****
Thanks for reading.
Vote and coment please💜
ESTÁS LEYENDO
My World
Fanfiction16+ [Kim Taehyung] 내 세상'감태형. Apa ini nyata? Aku menyukaimu, mereka juga sama. Kau langit dan aku tanah. Kau minyak dan aku air Kau matahari dan aku bulan. Ada yang salah disini, kita berbeda, tak mungkin dapat bersatu. Terlalu banyak perbedaan. ...
