Koridor sudah terlihat sepi,semua anak sudah melaksanakan KBM di kelasnya masing masing beberapa menit yang lalu. Ralat,tidak semua anak berada di kelas. Claretta ghesya aloysius kini harus mengorbankan seluruh tenaganya hanya untuk menjalankan hukuman dari pak sholeh yakni mengitari lapangan sebanyak 7 kali.
"Duh kalo tau gini,gue bakal makan tuh sarapan!"batin ghesya sambil terus berlari
Sampai akhirnya ghesya menghentikan aktivitas berlarinya sejenak badannya membungkuk kedua tangannya dia letakkan di lutut untuk menyangga tubuhnya sambil terus mengatur nafasnya.
Setelah nafasnya kembali teratur ghesya menegakkan tubuhnya,kepalanya nampak celingak celinguk mencari sosok pak sholeh yang ternyata sudah meninggalkan lapangan sejak tadi
"mumpung ngga ada pak sholeh! Mending gue kabur!"ujarnya pada dirinya sendiri. Sejurus kemudian ghesya berlari secepat mungkin sesekali menengok ke belakang bak seorang pencuri yang sedang dikejar kejar.
Dukk..
"MAAF MAAF PAK SHOLEH! GUE,EH MAKSUDNYA SAYA SUDAH SELESEIN HUKUMAN DARI BAPAK KOK!"serunya sambil menutup mata
"Pak!...Pak! Gue ini masih muda! Melek woy!"gentak seorang cowo yang bahkan tidak gadis itu kenali sebelumnya
Gentakkan tersebut sontak membuat mulutnya membuka,matanya membulat dengan sempurna ketika melihat seorang cowo di depannya ternyata bukanlah pak sholeh
"eh sory,gue mikir lo pak sholeh"ujar ghesya tanpa merasa bersalah
"Gampang banget lo ngomong sory! Tuh liat buku gue jatuh semua! Ambilin gih!"perintah cowo itu lengkap dengan gentakkannya
"Iya iya ih! Bawel ah!"jawab ghesya tidak ikhlas
Ghesya mengambil posisi berjongkoknya kemudian mengambil semua buku buku tebal yang berserakan
"durasi cuy!"
Ghesya bangkit dan segera menyerahkan semua buku itu kepada pemiliknya dengan kasar"ambilin ginian ajah ngabad!"
"Lo jadi cowo kasar amat sih! Bentar bentar nggentak! bentar bentar nggentak! Gimana nasib cewe lo entar?!"bentak ghesya dengan nada yang super tinggi,perasaan lelah,cemas,dan marahnya tercampur jadi satu yang menjelma menjadi beberapa kata beserta gentakkannya
"Tau apa lo soal cewe gue!"ghesya tidak menggubris pertanyaan cowo songong itu,dia lebih meninggalkannya seorang diri ditengah tengah sepinya koridor.
🍭
Tok..tok..tok..
"Silahkan masuk"terdengar lengkingan suara dari dalam kelasnya itu yang kemudian dijawab oleh langkah ghesya memasuki kelasnya.
"Dari mana kamu? Jam segini baru berangkat!"tanya bu tanti
"Dari rumah lah bu"jawab ghesya santai
"Saya tau kamu dari rumah!"bentak bu tanti
"Lah udah tau ngapain nanya"cerocos ghesya
"Sudah cepat duduk!"ghesya mengangguk samar lalu berjalan mendekati bangkunya yang terletak di paling belakang itu.
"Eh sya,lo kenapa kok telat si?"tanya nisa berbisik
"Oh...biasa gue bangunnya kelamaan"jawab ghesya santai
"Hah? Kesiangan kali!"
"Iya maksud gue itu"nisa menggelengkan kepalanya sesekali berdecak melihat kelakuan aneh teman sebangkunya itu
"Rion,bagi kertas ini yah"perintah bu tanti kepada rion selaku ketua kelas x ips7
Rion mengangguk dan maju mengambil kertas di tangan bu tanti yang harus dia bagi kepada seluruh penghuni kelas x ips7.
setelah melihat rion menduduki bangkunya lagi bu tanti mengeluarkan suaranya lagi"besok saya ingin semua kertas itu dikumpulkan!"
"Iya bu"jawab semua siswa
"Yasudah istirahat dulu,bel sudah berbunyi sejak tadi"lanjut bu tanti yang tidak terlalu terdengar karna kebisingan seluruh siswa yang selalu berlomba lomba untuk bisa sampai kantin lebih dulu
🍭
"Loh? Bukannya lo tadi ke perpus buat kembaliin tuh buku ray?"tanya raka sambil menunjuk buku tebal di tangan rayyan
"Niatnya gitu. Tapi tadi sempet debat,sampai akhirnya perpus tutup"jawab rayyan malas
Raka mengangkat satu alisnya"debat?"
"Iya,tadi ada cewe gila nabrak gue"
Tepat setelah ucapan rayyan selesai,raka sontak berdeham"cie,cewe apa cewe tuh"ledek raka sambil cengar cengir penuh arti
"Banyak bacot lo!"raka hanya terkekeh dan memilih untuk diam.
🍭
"Eh kertas yang tadi dikasih bu tanti isinya apa nis?"
"Daftar eskul,bay the way lo ikut eskul apaan?"tanya nisa disela sela aktivitas makannya
"Gatau,gue ngga punya bakat"
"Tul,gue juga. Apa jangan jangan kita jodoh sya!"seru nisa lalu merenggangkan tanganya bermaksud memeluk ghesya
"Ih najis! Apaan si lo!"cerocos ghesya sambil menyingkirkan kedua tangan nisa dengan kasar
Nisa memanyunkan mulutnya setelah itu dia mengangkat suaranya lagi masih dengan topik yang sama"trus gimana dong. Kalo ngga dikumpulin pasti kena marah bu tanti"
"Em..."ghesya mengetuk ngetuk pelipisnya dengan jari telunjuk.berpikir.
"Gimana kalo kita ikut eskul yang sante sante aja"seru ghesya antusias
"Owh....gimana kalo pramuka! Tugas pramuka kan cuman mainin bendera,ngiket tali,baris,sama keprok keprok doang!"usul nisa jauh lebih antusias dari ghesya
"Setuju!"
TBC
...
Follow @thayaakamaku
Instagram: thayaakm.621
Facebook: thaya akamaku
ESTÁS LEYENDO
Starting With Scouts [Completed]
Novela Juvenil[BUDAYAKAN FOLLOW SEBELUM BACA!] Teruntuk pramuka... yang telah melahirkan sosok pradana ketus dan galak yang gue sayang. Gue ngga tau gimana caranya buat berterima kasih ke elo pramuka... Terima kasih,karna pramuka gue bisa kenal rayyan,karna pramu...
![Starting With Scouts [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/159139396-64-k857712.jpg)