PART 1

60 4 5
                                        

Tok-tok...

Ah, that knock. Ketukan itu selalu saja menghantui.

"Ya, Ma!" Teriak Claura dengan kesal sambil menatap ke arah pintu

"Gue Lisa kali. Lo masih tidur ya? Astaga, kita udah telat tau. Lo lupa ya? Pelajaran pertama kan Pak Hendra yang ngajar."

Claura merasa ada yang aneh dengan suara itu. Ada yang berbeda. Ah, mungkin ini karena efek bangun tidur, pikirnya. Dia kembali menutup matanya.

Wait. Sepertinya gue kenal dengan suara itu. Kayak suara Lisa deh. Oh my god, tadi dia nyebut nama Pak Hendra, kan? Batin Claura.

Claura kembali membuka matanya dan segera melirik ke arah jam yang ada di atas dinding tepat di hadapan tempat tidur nya.

"Aahh!" Teriak Claura yang di sertai loncatan dari tempat tidur nya

"Claura, lo kenapa?" Tanya Melisa penasaran." Lo ngapain sih?"sambung Melisa

"Gak ngapa-ngapain kok! Udah, lo tunggu aja di bawah! Ntar gue nyusul!" Teriak Claura yang langsung beranjak ke kamar mandi

"Gimana? Yura udah bangun? Tante minta maaf ya, karena dia selalu saja menyusahkan kamu." Kata Lia, ibunya Claura, yang tiba-tiba saja sudah berada di samping Melisa

"Eh, nggak apa-apa kok tan." Balas Melisa sambil tersenyum ke arah  Lia

"Padahal tante tadi udah 3 kali bolak- balik ke kamar nya untuk bangunin dia. Tapi, tetep aja dia gak bangun." Tampak ekspresi kesal di wajah nya yang sedang menatap ke arah pintu kamar Claura

"Ya udah. Tante mau berangkat kerja dulu." Lia lalu menepuk pundak Melisa dengan pelan sebelum beranjak menuruni tangga menuju mobil yang terdapat di halaman rumah nya.

Melisa lalu menatap pintu kamar milik Claura sejenak sebelum akhirnya ia menuruni tangga menuju ruang tamu.

***

Melisa duduk di sofa, menonton tv acara kesukaannya sembari menunggu Claura.

Sekitar 30 menit dia menunggu, akhirnya Claura turun dari tangga dengan seragam yang sudah rapi.

"Hihi, sorry ya." Kata Claura dengan menampilkan senyuman penuh minta maaf

Terdengar dengusan kesal milik Melisa yang di sertai lirikan di sudut matanya.

"Senyum lo itu gak mempan untuk gue dan sorry lo itu gak berfungsi untuk Pak Hendra. Lo tau gak, sih? Kita itu udah telat 20 menit dan gue gak yakin kita bakalan di kasih masuk sama Pak Hendra."

"Jadi gimana dong?"

"Ya gak gimana-gimana lah. Siapa suruh lo telat bangun?" Cibir Melisa

"Hihi. Semalam itu gue nonton film drama korea, sedih banget. Tentang sepasang kekasih yang..."

"Gak penting!" Potong Melisa dengan nada kesal.

"Ih, galak amat sih. Sorry deh, gue gak bakalan telat bangun lagi." Balas Claura memelas

"Basi! Setiap hari, janji lo itu-itu aj. Tapi gak pernah di tepati." Omel Melisa dengan penekanan di kalimat "Basi"

"Gimana kalau kita makan pizza aja? Gue traktir deh." Bujuk Claura dengan nada menggoda

Melisa menyunggingkan senyum nya.  Favorit gue banget ini.

"Hmm. Ya udah deh. Gue pinjam baju lo aja, ya?"  Tanya Melisa

"Sip." Balas Claura sambil mengacungkan jempol nya ke arah Melisa." Tiba di bujuk pakai pizza aja, lo baru mau. Gue yang dari tadi mohon-mohon maaf sama lo, gak lo maafin. Emang aneh lo, Lis." Cibir Claura dengan nada menggeledek

"Lo kayak gak kenal gue aja deh. Gue kan emang seneng banget sama makanan yang bernama pizza." Balas Melisa dengan di dampingi tawaan

***

Part one . Horee!!
Aku  minta maaf ya kalau di dalam cerita  ini ada kesalahan atau typo. Maklum lah, aku masih pemula nih di wattpad.

Semoga kalian terhibur dengan cerita aku ya. Btw, thanks ya udah mau baca cerita aku.

Who Is My Love? You Or He?Historias para obsesionarse. Descúbrelo ahora