Apakah ini yang dinamakan kesialan atau keberuntungan bagi Vivian maupun Arleta.
Kehidupan Arleta berubah setelah kecelakaan itu, ia mendambakan kebahagian yang selama ini ia impikan, memiliki keluarga lengkap, kaya raya dan memiliki banyak teman ba...
If You Be My Husband sudah tersedia versi Ebook ya.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
🍍🍆🥝🍎🍋🍑🍐🍒🍊🍇🍈🍉🌽🍓
Sebuah mobil melaju dengan sangat kencang membelah jalan di tengah kota New York.
Tampak didalam mobil tersebut ada dua orang wanita, mereka merupakan sahabat baik.
Keduanya memang sangat suka mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi bahkan berkali-kali mereka sempat di tangkap karena berkendara melebihi batas kecepatan didalam kota.
Wanita berparas cantik dengan tubuh semampai duduk di sebelah kursi kemudi, dengan wajah tampak pucat dan tampak menahan rasa pusing yang mendominasi, ia berusaha untuk tetap tersadar, wanita itu bernama Vivian Kannea Willerns.
Putri seorang pengusaha kaya raya pemilik perusahan otomotif ternama serta pemilik perusahaan properti terbesar di Amerika.
Begitu pula dengan wanita yang berada di sebelahnya yang sedang mengemudikan mobil sport merah milik Vivian, wanita yang tidak kalah cantik dari Vivian, Arleta Sheren Thomson, ada yang membedakan mereka berdua ya itu Nasib.
Ya nasib Vivian dapat di bilang sangat beruntung memiliki keluarga yang sangat harmonis, begitu pula dengan kekayaan yang tidak pernah bisa habis meski sering dihambur-hamburkan, serta memiliki tunangan yang tampan dan baik hati.
Ya semua itu tidak di miliki oleh Arleta, ia kini hidup dengan ibunya yang bekerja hanya sebagai pegawai kantoran, sedang ayahnya Arleta tidak tahu keberadaannya bahkan menurut ibunya ayah Arleta sudah meninggal.
Arleta pun memiliki kekasih yang juga baik tetapi selalu ia acuhkan karena ia tidak mencintai pria itu.
Mobil yang di kendarai Arleta membelah jalan ibu kota tampak Arleta yang mabuk mengendarai mobil Vivian sambil bernyanyi riang.
"Leta antar aku kerumah sakit." Kata Vivian pelan sambil manahan rasa sakit yang luar biasa di kepalanya.
"Tenang Vie kita akan tiba di rumah sakit sebentar lagi." Jawab Arleta.
"Aku akan meminta Julian menjemputku di rumah sakit. " kata Vivian lemah sambil meraih ponselnya dan hendak menelepon tunangannya Julian.
Vivian dan Arleta mereka berdua baru saja menghadiri acara di kampusnya, ya acara penutupan festival dan pameran yang di adakan universitas mereka.
Arleta yang tidak biasa minum dipaksa meminum minuman beralkohol, Arleta tidak bisa menolaknya karena ia menjadi pemenang perlombaan desain perhiasan.
Arleta dan Vivian merupakan primadona di kampus dan jurusan desain dan seni.
Tetapi kemampuan Arleta selalu saja di banding-bandingkan dengan Vivian dan selalu dianggap sebagai bayangan dari Vivian.
Saat mengendarai mobil Vivian bayangan bayangan dan suara suara yang ia dengar tanpa sengaja di acara penutupan tadi membuatnya sangat marah dan benci ya dia benci Vivian dan dia pun sangat membenci dirinya sendiri yang selalu dianggap sebagai bayang-bayang Vivian.