Dasawarsa lalu, saat usia masih selusin, sempat ada romansa yang tertuang dengannya. Kami tak tahu nuansa bersama itu muncul dari mana, entah di antara pensil, penghapus atau mungkin dasi merah yang saat itu kami pakai.
Kini, usia ku baru saja menginjak kepala dua. Mulai mengetahui, apa yang dilakukan diri ini kala itu merupakan tindakan konyol dan menggelitik bila dibahas lebih lanjut. Dan tentu, hanya mempermalukan diri saja.
Kemudian, tanpa diduga mendengar kabar. Agak tersedak kala mengetahui siapa subjek, objek dan predikat dari kabar tersebut. Rupanya ia akan berbagi kamar dengan pria lain, tentu secara syari'at yang dipegang teguh nya.
Namun masih sukar dipercaya, sebab terakhir kali bertemu, dia sedang mencetak tugas kuliah nya di warung internet langganan ku. Untuk memastikan kebenaran kabar tersebut, langsung saja ku penuhi surat undangannya.
Dengan mata sendiri, baiklah, ku terima kenyataan.
Tak menyangka, waktu berlalu amat cepat dan mengubah segala keadaan.
Termasuk keluarga nya yang mengatakan "Wah, sudah besar yah kamu".
Dalam hati "Anak ibu juga, sudah dewasa dan matang saja"
-Kota Tangerang, 8 Juli 2018
