#episode 1
Hari ini adalah hari pertama bagi Rianti untuk resmi menjadi siswi kelas XI. Ditemani ibunya, Rianti melihat ruangan mana yang akan menjadi kelasnya. Yang berbeda dengan Dira, dia belum datang ke sekolah untuk melihat kelas barunya itu, karna dia menemani temannya pergi ke warnet tempat mereka bermain game online.
"Ibu, dimana ya namaku, kok dari tadi ga ketemu?" kata Rianti kebingungan.
"Mungkin saja namamu ada dikelas atas kitakan belum liat kelas atas." jawab ibu.
--di kelas atas--
"Ibu itu namaku!!" seru Rianti.
"Mana? Oh iya itu namamu, kalau begitu kita langsung pulang saja, kelas kamu kan sudah tahu dimana." balas ibu.
"Tapi bu tunggu dulu, mana nama teman-temanku?" kata Rianti kebingungan.
"Itu ada Asti yang satu kelas denganmu dikelas ini." ujar ibu.
"Hahaa maaf tadi aku ga liat hehee." jawab Rianti.
Dilain tempat, teman-temannya Dira tak menghiraukan dimana ruang kelas mereka nanti. Tapi berbeda dengan Dira dia mengajak teman-temannya untuk melihat kelas mereka yang baru.
"Woii udah pada selesai belum mainnya. Kalo udah, mendingan kita ke sekolah liat ruangan kelas kita dimana, jadi besok ga buru-buru deh kita berangkat." kata Dira dengan penuh rasa cemas.
"Apaan sih Dir, siru banget. Udah nyantai aja kitakan bisa nanya ketemen yang lain dimana kelas kita." kata Kiki.
"Ahh terserah kalian deh, tapi gue mau ke sekolah dulu mastiin dimana kelas gue, yaudah gue duluan ya." Kata Dira sembari meninggalkan teman-temannya.
--di gerbang sekolah--
"Permisi, permisi." pamit Rianti yang berlarian mengejar ibunya ditengah ramainya siswa yang lain.
Brug!!
"Aduh...sakit" keluh Rianti yang bertabrakan dengan orang yang tak dikenalnya sampai membuatnya terjatuh.
"Waduh..maaf ya aku ga sengaja, maaf banget." Kata Dira dengan wajah memelas.
Rianti kaget saat dia dibantu berdiri oleh orang yang tak dikenalnya itu.
*orang itu menjulurkan tangannya
"Ayok bangun" seru Dira.
"Apaan sih aku bisa bagun sendiri!" kata Rianti dengan kasar.
"Sekali lagi aku minta maaf ya, aku beneran ngga sengaja nabrak kamu." kata Dira dengan menundukan sedikit kepalanya.
"Makanya lain kali ati-ati dong jangan sampe nabrak orang." dengan tatapan sinis Rianti menjawab.
"Mmm kalo boleh tau nama kamu siapa ?" tanya Dira.
"Buu tunggu Rianti.." teriak Rianti sambil berlari meninggalkan Dira tanpa dia ketahui.
Hah yaelah belum kenalan udah maen pergi aja tuh anak dasar aneh, gumam Dira dalam hati.
--------------------------------SKIP--------------------------------
Malam semakin larut, di ruang tv yang sederhana Rianti dan keluarganya berkumpul.
"Bu, besok ayah ngga bisa anter Rianti ke sekolah." kata ayah.
"Loh loh emangnya kenapa yah?" Rianti menjawab dengan cepat.
"Ayah harus pergi lebih pagi, karna kunci gudang ada di ayah, jadi ayah bertanggung jawab atas gudang itu, maka dari itu ayah harus datang lebih dulu daripada pekerja yang lain." seru ayah.
"Iya yah, besok Rianti pergi sendiri ke sekolah, kamu bisa kan pergi sendiri ke sekolah?" tanya ibu.
"Iya Rianti bisa, tapi kan besok hari pertama masuk tahun ajaran baru, masa sih Rianti pergi sendiri." gumam Rianti dengan nada rendah.
"Rianti kamu itu udah kelas XI masa iya mau dianter terus." kata ibu sambil mengusap kepala Rianti.
"Hmm iya iya besok Rianti pergi sendiri." jawab Rianti.
--keesokan harinya--
"Mmm udah jam berapa ni?" ucap Rianti sambil mengucek-ngucek matanya dan perlahan melihat jam disampingnya yang menunjukkan pukul 04.00 AM , kemudian dia bangun dari tempat tidurnya, membereskannya dan segera menuju ke bawah.
"Ibu...ayah...kak Ica...kak Ega...bangun gih udah pagi." teriak Rianti diruangan yang gelap.
Namun tak ada satupun yang menjawabnya.
ESTÁS LEYENDO
Lingkaran Cinta
Novela JuvenilSeperti nama judulnya Lingkaran Cinta dikisah ini seorang gadis yang ingin melupakan gebetannya itu tak pernah kunjung berhasil, bahkan gebetannya pun semakin mendekatinya dengan cara yang baru. Tapi siapa yang menyangka, kalau gebetannya itu memili...
