Kringggg........
Alarm di atas meja belajarku berbunyi. Sudah waktunya aku harus bangun. Tapi, gara-gara kejadian kemarin membuatku malas bergerak barang sedikit pun
"ALVEYY!!!!!! Bangun woii!~ "teriak sahabatku. Suaranya yang nge-bas dan kekanakan ini namanya Rayzka Deveroux Alveero. Biasa dipanggil Ray. Singkatnya, walau sifat kekanakannya kadang nyebelin tapi ngangenin.
Drap Drap Drap
Bisa ku dengar derap langkah kaki seseorang tergesa-gesa menuju kamarku.
Gubrraakk!!
Aku menjerit kaget dan langsung terduduk dari posisi awal.
" Bangun, Kebo. Kita kesiangan!"ucapnya terengah-engah.
Aku melongo seperti orang tolol dibuatnya. Bagaimana tidak. Dia bertelanjangkan dada hanya menggunakan celana panjang piyamanya, keringat mengucur di pelipisnya dan lagi... mulutnya penuh dengan busa pasta gigi dengan tangan kanan memegang sikat gigi . Dia memandangiku dengan polos.
" Wahh greget nih orang!! "umpatku dalam hati.
" Dasar Alfven, baka! Lo bikin gue kaget tau gak!!"teriakku keras.
"Yeh.. bocah. Lo cepat bangun gih! Kita kesiangan Al-vey~"
"Gak ah! Gue mau lanjut tidur!"bentakku.
Btw, yang ini namanya Alfven Theo Xavier. Orangnya polos,ganteng, ngangenin, juga pengikut kekonyollannya si Ray. Ada-ada aja deh..
Aku memunggungi Alfven dan menutupi wajahku dengan selimut. Alfven gemes melihat kelakuanku dan segera menarik selimutku paksa.
Dia juga langsung menyingkap gorden kamarku di kanan-kiri.
Aku mengucek kedua mataku dan menutupi kembali wajahku dengan selimut. Alfven mendekatiku dan menduduki sisi ranjang tempat tidurku lalu sengaja menjatuhkan punggungnya ke tubuhku yang mungil.
Huaaah pingin nangis rasanya. Kan gue malas turun gara-gara dia juga!
"Bangun gak!!? Ntar kalo gak bangun juga gue peluk lo sekarang " ancamnya.
"Apaan lo!! Bokong gue masih sakit. Gak mau gue masuk sekolah. "
"Gue minta maaf...kemarin itu gak sengaja" ucapnya dengan susah payah sambil menarik selimutku.
"Eehh Onta....busaaaaa loooo !!!!"teriakku antusias. Bisa kulihat busa pasta gigi sudah berceceran di atas selimutku.
"Bebebs gueeee...huaah "isakku sambil memeluk guling.
"Eh kambing..! Selimut dibilang bebeb" Alfven meneloyor kepala gue.
"Udah..pokoknya gue minta maaf...itu gak sengaja suer"
Alfven menatapku dengan perasaan bersalah. Iihh...gue jadi ikutan bersalah juga. Tapi bokong gue masih nyut-nyutan nih. Coba kalian bayangkan.
Waktu itu gue sedang menghirup udara segar, menikmati suasana di pagi hari di halaman belakang rumah-dengan posisi berdiri tegak- tiba2 aja gue udah telantang di tengah halaman rumah sambil menahan sakit akibat senggolan dua Onta ini!
Udah gitu main ninggalin lagi pas guenya kayak gitu. Aho ga! Gue menjerit kesakitan untuk keberapa kalinya sampai para tetangga yang lewat panik liat gue dikira gue abis bunuh diri!
Yang terlihat suka liat gue gini nih sih Bebek ini batinku kesal sambil menatapnya.
Aku mengerucutkan bibirku dan berbalik memungginya. Kapok lo!
" ALVEYY!!!ALVEYYY!!! BANGUN GAK LO. GUE KESANA SEKARANG BAWA PISO!!"teriak Ray geram di bawah sana.
Mendadak aku bangun secara otomatis dan berbalik menatap Alfven.
"Gak tanggung gue". Alfven melipat kedua tangannya di dadanya yang bidang itu. Tak lupa sikat giginya bertengger di mulutnya yang seksi itu. Ya Tuhan, cobaan apa yang sedang kuhadapi ini.
Cekrek.....
Pintu dibuka pelan. Mati gueee...
Spontan aku berlari ke arah Alfven dan memeluk lengannya yang kekar itu. Kini Ray berdiri tepat di depan pintu kamarku yang sudah lengkap dengan seragam sekolah dan Eeehh GILA!!
Si Onta beneran bawa piso dengan senyumannya yang mematikan itu.
"Alf!! Si gila mau bunuh gue!!Gue gak mau!!!!Gue masih mau idup kasian Tante sama Om nanti. Mereka ga bisa liat gue yang cute ini!!"
"Tuh bokong lo gak kenapa-kenapa"tuduh Alfven sambil menatapku sinis. Aduuh...bokong gue mendadak nyeri saat liat 2 wajah kampreto ini.
"Alvey...kamu ga liat jam berapa sekrang, hmm?"tanya Ray lembut tapi gue yakin itu tipu muslihat aja T-T . Aku melirik alarm di atas meja belajarku. Jam 06:40 !!!! Mati gue!
"G-gue gak s-ssekolah hari ini"ucapku pelan. Takut nanti kalo tiba-tiba aja pisaunya udah nancap di paha gue. Tambah parah aja kondisi gue nanti.
"Lo kenapa sih. Iya kemarinn gue sama Ray salah..Maaf okay?"Alfven menatapku dan tersenyum tulus.
"Ehm!" Ray menyeringai lebar saat gue liat dia. Si Setan ini. Kesel gue .
"Ehh, itu piso boleh gak gue tancap ke elo dulu baru elo boleh ngomong?"ucap gue dalam sekali napas.
"Cepattt Mandi!"sergah Ray telak.
"Alvey masuk ya hari ini. Masa udah seminggu sekolah di akhir semester udah mau bolos aja. Masuk ato gue peluk sekarang."Alfven merentangkan kedua tangannya. Tak lupa Ray mengarahkan mata pisau ke arah gue.
"Gila kelenn!!!!" Aku berlari keluar dari kamar, menerobos Ray yang masih tetap berdiri di depan pintu seperti patung.
"Hey...slow, Kebo" ucap Ray sambil menahan tawanya yang kekanakan itu.
"Cepetan ga pake lama, yoi" susul Alfven. Bisa kudengar gelak tawa bahagia disana.
Setan! Jahat! T3T
Selamat membaca ^^
Mohon kritikannya ya
Pertama kali membuat cerita disini & belajar menulis
Yoroshiku Onegaishimasu^^
.
.
.
.
..
YOU ARE READING
Friendship
RomanceMempunyai sahabat pengertian itu enak banget. Sahabat gue disini gesrek semua. Disaat susah mereka ada untuk kita walau terkadang tidak juga sih. Sejahanam apapun kelakuan mereka tetap aja kita pasti kangen termasuk gue nih.
