Ini cerita keberapa ku, Sebelumnya aku sudah sempat beberapa cerita tapi aku hapus dengan berbagai pertimbangan. ♡(∩o∩)♡
Mohon Teman untuk vote nya okee..
Dan dengan senang hati jika ada kritik dan saran yang membangun.
.......
Bandung, Pagi hari
Rasa nya enggan beranjak dari tempat tidur ku karna pagi ini hujan sangat lebat dan deras sekali. Itu terdengar jelas dari kamarku dan terlihat dari bilik tirai kamarku yang sebagian tidak tertutup.
Aaaahhh... Aku menyukai sekali hujan di pagi hari ini. Aku tidak perlu ketakutan untuk akan terlambat datang ke sekolah ataupun aku berkerja.
Karna baru kemarin aku menyelesaikan masa putih abu abu ku.
Aku tinggal di daerah Bandung, Aku tinggal bersama kedua nenek dan kakeku. Ohh iyaa, perkenalkan aku biasa di panggil Shin.
Entah kenapa orang terdekat ku lebih senang memanggil namaku dengan sebutan Shin.
Nama asliku sebenarnya Shinma.
Aku belum memutuskan untuk melanjutkan pendidikan ku ke Universitas mana karna aku masih ingin bermalas malasan seperti sekarang di kamar tercinta ku.
Nenek : Shin, bangun kamu mau tidur sampai kapan sayang, Ini sudah pukul 10.00.
Terdengar suara teriakan memanggil dari balik pintu kamar shinma. Bukan lain adalah nenek tercinta nya.
Shinma tinggal dengan nenek dan kakek nya sejak kecil. Karna kedua orangtua nya entah kemana dan meninggalkan Shinma bersama nenek dan kakek nya.
Shinma cukup penurut dan sedikit manja kepada nenek dan kakeknya. Selama tinggal dengan nenek dan kakeknya shin tidak pernah membuat nenek dan kakek nya sedih atau kecewa. Shin di sekolah selalu menjadi murid yang teladan. Shin selalu masuk 10 besar dalam sekolahnya.
Shin : baik nek, sahut shin dengan suara yang sebenarnya masih dalam keadaan kantuk. Sebenar nya shin sudah bangun dari pagi. Tapi enggan untuk beranjak dan memilih bermanja ria di tempat tidur nya dengan menyelimuti tubuhnya dengan selimut bad covernya. Dan karna shin mendengar nenek nya memanggil dan menyuruh nya untuk bangun dengan berat hati shin bangun dari tempat tidurnya. Shin sudah tau bahwa nenek nya pasti menyuruhnya untuk sarapan. Meski sudah siang jika harus di bilang sarapan. Nenek nya membebaskan shin bangun tidak terlalu pagi karna tau shin sudah lulus dari sekolahnya dan masih belum memutuskan untuk masuk universitas mana. Nenek dan kakeknya tidak mempermasalkan jika memang shin tidak ingin melanjutkan ke universitas.
Nenek dan Kakek nya shin bukan tidak mampu untuk membiayai pendidikan shin. Melainkan memberikan kebebasan terhadap cucu nya. Kakek shin mempunyai bisnis di bidang kuliner dan nenek nya hanya irt biasa yang mengurus rumah bukan tidak ada pengurus rumah hanya nenek ros lebih menyukai untuk tidak berdiam diri di rumah. Nenek dan Kakek shin tidak terlalu terlihat dari usia sebenarnya. Karna masih sehat dan bisa beraktivitas.
Nenek shin biasa di panggil nenek ros. Dan kakek shin biasa di panggil kek yon.
Kakek Yon tidak sendiri mengurus bisnis kuliner nya karna berkerjasama dengan beberapa teman nya. Salah satu nya Om Oki. Om Oki lebih muda dari kakek yon karna ternyata om oki adalah murid di salah satu pembicara bisnis kelas kakek yon dulu. Mereka meskipun berbeda usia tapi tetap kompak. Buktinya bisnis kuliner mereka sudah mempunyai cabang di beberapa kota di indonesia salah satu nya di Jakarta.
Shin keluar dari kamar nya dilantai atas dengan sedikit tidak semangat menurunin anak tangga dengan memainkan ponselnya.
Shin: nek, kenapa membangunkan ku lebih cepat. Nenek tidak lihat di luar hujan nek. Aku masih ingin menikmati tidur ku dengan cuaca hujan seperti ini.
Nek Ros : aduh, sayang tidak pantas anak perawan bangun siang siang. Nanti jodoh nya di ambil orang.
Shin : ~jleeeb... Nenek apaan sih. Saut shin dengan singkat dan sebenarnya yang shin rasakan Langsung menusuk ke relung hati shin. Gimana mau punya jodoh atau pacar. Sampai saat ini ajah shin belum pernah benar benar merasakan jatuh cinta terhadap seseorang. Tidak bisa di katakan sepenunya sih, karna shin dulu pernah menyukai teman sekolahnya namun sampai lulus sekolah shin tidak pernah mengatakan perasaan nya. Karna shin merasa itu adalah hal terkonyol jika shin sampai mengutarakan perasaan nya.
Nenek Ros : Shin, kamu beneran belum menentukan akan melanjutkan sekolah kemana ? Nenek sik memberikan kebebasan untuk kamu memilih tapi alangkah baiknya kamu meneruskan nya.
Shin : Nek, shin kan sudah bilang shin mau fokus bantu kakek di toko nek. Lagian kakek kasihan mengurus toko nya sendirian. Kan om oki sudah fokus untuk toko yang di jakarta.
Nek Ros : Iya, nenek paham maksud kamu. Tapi kan kamh juga harus memikirkan pendidikan kamu shin.
Shin : Iya nek, nanti shin pikirkan ulang. Hanya itu kata yang terucap dari shin. Karna tidak mau sampai ada berdebatan lebih lanjut dengan nenek tercinta nya.
Shin sebenarnya bukan tidak mau melanjutkan ke universitas namun shin lebih menyukai untuk terjun ke dunia bisnis kuliner kakek nya. Termaksud membuat minuman kopi. Iya toko kakek yon memang toko aneka kue manis seperti cake chocolate, cake redvalvet, cake tarrot dan cake matcha. Dan ada aneka bakery juga dan pastinya ada aneka minuman yang menemani nya salah satu favorite toko kue manis kakek yon adalah kopi esspreson nya.
Gimanaa garing yaa cerita nya..
Maaf yaa ini di otak udah pada berebut buat di tuangkan melalui cerita ini tapi apa ada keterbatasan waktu juga.
Mohon votee nya Teman.
Dengan senang hati jika ada saran dan kritik yang membangun atau mau sedikit saran untuk cerita ini silakan monggo aku terima dengan senang hati.
Sekali lagi maaf jika ada typo dan salah kata.
Karna sejujurnya di dunia asli ku dunia chatingworld ku , aku adalah orang yang typoopoll. Hikss..
Terimakasih Teman.
#MatchaMimosa (●´з')♡
YOU ARE READING
Do Not Lie
Teen FictionMungkin hampir semua orang tidak suka di bohongi, sama aku pun tidak suka sama sekali di bohongi. apalagi sama seseorang yang selama ini sangat berarti untuk ku. Aku Shin,dan aku adalah penyuka hujan. Tidak aneh untuk hal yang aku sukai. Ini adala...
