Suatu sore sekitar pukul 05.45, aku sedang bermain lompat tali di halaman samping rumahku .
Kemudian aku sangat terkejut dimana aku mendengar ibuku berteriak dan langsung lari menuju tempat dimana ibu berada yaitu halaman rumah
"Ya ampun mas, apa yang sudah terjadi padamu? " kata ibu dengan suara agak menangis karena melihat ayahku kepalanya berdarah dan tangannya pun membengkak.
Ayahku tidak berkata apa-apa, tapi hanya ringisan yang terdengar di telinga kami. Kemudian kami sekeluarga panik saat tahu ayah kami baru saja mengalami kecelakaan.
"Ayah ayo kita ke rumah sakit, nanti sakit ayah tambah parah!" Ucapku khawatir
"Nggk usah nak, biaya rumah sakit sangat mahal, tak apa ayah dirawat di rumah saja. Ayah yakin ayah pasti sembuh!"
************************************
Mulai hari itu kami sekeluarga dirundung cobaan, pria yang menabrak ayahku meminta ganti rugi pada kami sebesar 10 juta. Pada awalnya kami menolak tapi ayah kami tidak mau memperpanjang masalah ini, sehingga mau tidak mau kita membayar sebanyak 10 juta.
Bagi kami uang 10 juta sangatlah banyak karena kami bukanlah keluarga kaya melainkan keluarga yang sangat sederhana.
Sejak saat itu pula ayahku yang sebagai tulang punggung keluarga tidak bisa bekerja karena sakit. Uang simpanan ibu juga habis untuk pengobatan ayah kami dan membayar pria itu. Kami kekurangan makanan, pakaian, air bahkan kebutuhan apapun itu.
Suatu hari aku menuju meja makan karena perutku meronta ingin diisi. Tapi tatapanku meluruh saat melihat sama sekali tidak ada makanan. Bahkan sesuap pun. Aku tau keadaan keluargaku saat itu. Jadi aku sama sekali tidak protes pada orang tuaku
Akhirnya aku keluar menuju tempat sampah tetanggaku mungkin aku bisa menemukan makanan sisa disana. Saat ku obrak-obrik tempat sampah itu aku menemukan sebungkus makanan sisa yang terbungkus kertas minyak, disitu hanya terdapat nasi tanpa lauk. Tapi bagiku ini tak apa daripada perutku terus meronta. Akhirnya aku memakannya hingga landas.
"Vin,dimana kamu vin, ayo makan ibu membawa makanan, ayo makan bersama nak, vinn!" Teriak ibukku disekitar rumahku
Seketika aku membereskan makanan itu lalu kubuang makanan itu kembali ke tempat sampah, aku tidak mau ibu tau kalau aku memakan makanan basi.
"Iya bu! Vin akan kesana"ucapku lalu berlari memasuki rumah. Kemudian aku duduk berkumpul bersama keluargaku. Tapi keluargaku melihat kearahku. Apa ada yang salah denganku?
"Vin,kamu habis makan dimana nak!" kata ayahku heran
Seketika jantungku berdegup kencang. Apa ayah tau semuanya?
"Nggak kok yah, vin belum makan apa-apa dari kemaren !"
"Jangan bohong kamu vin, ada sisa nasi di bibirmu, kamu baru saja makan dimana? Apa kamu meminta-minta makanan pada orang lain nak?
Kata ibuku yang terus bertanya
" Nggak ibu, vin nggak minta-minta, vin bukan pengemis ibu, ayah!"
kataku yang mencoba agar mereka mempercayaiku
"Jujurlah pada kami nak, kami tidak akan marah, katakan yang sebenarnya" ucap ayahku
"Sebenarnya vin tadi sangat lapar, vin mau makan tapi nggak ada makanan di meja makan. Akhirnya vin nyari makanan di tempat sampahnya tetangga. Vin udah makan sedikit tadi ayah. Maafin vin ayah, ibu!"
Lalu aku melihat mereka, mata mereka berkaca-kaca kemudian mereka memelukku erat. Mereka menangis dan mengelus kepalaku
" Maafin ayah nak, ayah nggak bisa jadi ayah yang baik buat kamu, maafin ayah, ayah janji, setelah ayah sembuh, keluarga kita akan bahagia seperti dulu lagi ya sayang." ucap ayahku
"Vin sayang, ibu tau keluarga kita sedang dirundung cobaan tapi yang harus vin ingat, vin punya orangtua, vin bilang sama ibu kalau vin lapar, vin nggk boleh lagi ya makan makanan basi lagi. Meskipun kita nggak punya uang. Ibu akan usahakan agar kita bisa makan makanan enak ya sayang. Berjanjilah pada ibu kalau vin nggak kan kayak gini lagi ya sayang! Ayah sama ibu sayang bamget sama vin!"
" Vin janji, vin nggak akan makan di tempat sampah. Maafin vin ya! Vin sayang ayah sama ibu. "
" Ya usah sekarang vin makan yang banyak ya sayang "
" iya bu "
***********************************
Butuh 1 tahun 6 bulan untuk ayahku sembuh. Tak terasa aku sudah naik ke kelas empat. Tapi dari sinilah penderitaanku dimulai. Teman-temanku menjauhi diriku tanpa terkecuali. Tiba-tiba mereka mengatakan padaku untuk jangan mendekati mereka lagi. Bagai jatuh dari atap lalu ditimpa tangga. Kesialan terus merundungku.
"Hei vin, mulai sekarang menjauhlah dari kami. Kami tidak mau lagi berteman denganmu". Ucap salah temanku yang bernama santi
"Memangnya kenapa kalian tidak mau berteman denganku, apa aku berbuat salah pada kalian? Aku mohon jangan begini, aku minta maaf jika aku salah."
"Tidak ada yang salah padamu vin, tapi kami jijik padamu. Kau bukan vin yang dulu. Lihatlah dirimu! Rambutmu sangat kotor dan seragammu kumuh, sepatumu rusak, kulitmu juga sangat menjijikkan". Ucap salah temanku lagi yang bernama devi
"Apa ini yang namanya pertemanan, kalian tidak seperti temanku. Ada apa dengan kalian!"
"Sudahlah vin, terima saja semua ini." kata devi
Kemudian aku kembali ke kelasku, saat kulihat semua teman-temanku mereka benar-benar menjauhiku. Apa aku benar-benar menjijikkan hingga mereka seperti itu!
Sejak itulah aku dikucilkan, dibully, dan dijadikan babu. Aku tidak mau mengadukan masalah ini pada ibukku, aku tidak mau menambahi masalah ibu. Aku akan memendam masalah ini sendiri. Aku pasti kuat menghadapi semua ini.
Inilah kehidupanku. Kehidupan seorang vin yang menyedihkan. kehidupan yang lebih buruk dari apapun itu.
AKU MENYEBUTNYA BAD LIFE
************************************
Jangan lupa vote and comment guys!
Btw ini first story nya author..
Cerita ini murni khayalan author
Author bakalan lanjutin part 2 kalo udh ada 10 yang lihat dan 5 suka
Happy reaaadingggg guyss
😘😘😘😘
YOU ARE READING
MY BAD LIFE
Teen FictionSaya jamin siapapun yang membaca cerita ini akan menangis saat membaca cerita ini . Menceritakan kehidupan seorang Vin yang menyedihkan. Dari kecil ia selalu dirundung cobaan yang tiada hentinya. Yang membuat dirinya menjadi diri yang dingin dan in...
