jadian

11 1 0
                                        

Ditengah lapangan yang sangat terik tak melunturkan semangat bams yang tengah beraksi mengumpul kan seluruh penghuni sekolah tak terkecuali, makhluk tak kasat mata pun ikut berkumpul dengan tangan kanan memegang sebuah toa

"Bapak-bapak ibu-ibu guru,pak bon pak cs mba kantin miper eh emmang miper sekolah di sini ya haha goblok gue kakak- kakak adik-adik dan teman- teman gue semua yang gue sayangi dan cintai khususnya  eeaaa dimohon untuk segera ke lapangan tengah alias lapangan futsal dan yang paling penting Dilla Agnesia dari kelas 10 ipa 1" teriak bams menggema keseluruh penjuru kelas Yaiyalah orang pake toa

Disisi lain Dilla tengah berbincang- bincang dengan kedua sahabatnya,entah ia tengah membicarakan apa hingga suara seseorang menggema menyerukan namanya

"Dil kayak ada yang manggil nama lo deh" ucap Siva memastikan

"Iya gue juga denger kek familiar gitu suaranya" tambah Riri

"Masa sih kok gue ngga denger ya?" jawab Dilla,ia memang tak mendengar kalau ada yang memanggil namanya karena tengah asik bercerita kepada Siva dan Riri, begitulah Dilla jika ia telah fokus susah buat respect ke yang lain sekalipun itu doi

"Telah dil orang kenceng gitu manggilnya kupinglu rusak kali ya hahaha"

"Hahaha bukan Va kuping Dilla itu congean gegara ngga pernah di bersiin

" lucnut lo berdua"

"Hahahahaha" tawa Siva dan Riri meledak-ledak

Para guru,siswa siawi tukang satpam tukang gojek tukang taxi tukang angkot tukang kebon tukang cs dan makhluk astral semua sudah berkumpul di lapangan futsal hanya Dilla dkk saja yang belum datang

"Duh ini my honey banyak sweety baby kemana yak kok ngga dateng-dateng" gumam Bams celingak- celinguk mencari cari keberadaan Dilla sang pujaan hati eeaa

Setelah berdebat panjang dengan Siva dan Riri akhirnya Dilla menyerah dan memilih datang ke lapangan futsal menemui Bams yang notabennya adalah kakel ingatannya

"Nah itu dia" gumam bams lirih sambil cengar-cengir

"Woyy lo ngaoai. Sih ngimpulin kita disini" celetuk salah satu siswa

"Diem lo" bentak bams siswa itu pun hanya mampu menelan ludahnya susah payah karena bentakan Bams yang tak mungkin ia bantah

Saat Dilla sudah berada ditengah-tengah  kerumunan,semua orang menjadikan Bams dan Dilla pusat perhatian Aidan dan Seno pun tak mau ketinggalan dengan apa yang akan Bams lakukan

"Apa kak?" tanya Dilla tak sabaran akibat panas yang sangat menyengat ini

"Ha? Anjer gue lupa masa mau bilang apa" jawab Bams kaget bercampur gugup

"Iss ya udah gue balik" ucap Dilla hendak meninggalkan lapangan tapi gagal karena lengannya di tahan oleh Bams

"Ehh jangan pergi dulu dong dengerin gue mau ngomong" ucap Bams melepaskan genggaman tangannya dari lengan Dilla

"Ya udah ngomong tinggal ngomong" ketus Dilla karena ia sudah benar- benar kepanasan sekarang bayangkan saja ditengah lapangan matahari terik pula berasa jadi ikan asin yang lagi dijemur aja

"Bentar dong gue lagi mikir ini gue lupa mau ngomong apa anjer" sarkas Bams kesal karena konsentrasi nya terganggu

"Woyy buruan ngomong panas neeh" celetuk salah satu siswi

"Iya buruan ngomong napa?"

"Iye iye bentar elah" jawab Bams
"Oke gini,, huuhhh Dil gue suka sama lo,gue harap sih lo ngga nolak secara gue kan most wanted disekolah ini" pede Bams

"Sorry kak tapi gue ga bisa" jawab Dilla hendak berlalu pergi tetapi Bams menahannya lagi

"Kenapa?" tanya Bams menyembunyikan rasa kecewa dan malunya gimana ngga malu udah nyuruh semua penghuni sekolah menyaksikan acara tembak menembaknya eh malah dia ditolak

".."

Dilla mendekatkan wajahnya kekuping Bams dengan gerakan slow motion

"Gue sebenernya juga suka sama lo kak tapi gue malu diliatin anak-anak kek gitu apalagi ada guru pula"

"Jadi lo nerima gue?" teriak Bams heboh tak percaya ia kira memang benar bahwa ia ditolak ternyata tidak,Dilla yang ditanya hanya mengangguk sangking saya nangnya Bams pun menarikan tarian yang sangat aneh kata dia sih itu tarian rumput yang bergoyang

Semua orang yang menyaksikan tarian konyol Bams pu tertawa terbahak- bahak betapa konyolnya tingkah manusia yang satu ini, Bams pun hendak memeluk Dilla tapi rencananya digagalkan oleh pak catur guru BP yang sangat super duper killer dengan menjewer telinga kiri Bams

"Asyu sakit woy siapa nih yang jewer gue" maki Bams yang masih belum sadar bahwa yang menjewer nya adalah pak catur guru paling garang di sekolah nya

"Kamu ngomong apa tadi coba ulangi" suara pak catur yang berhawa mistis bukan bau nafasnya saja yang mematikan tapi nada bicaranya juga tak kalah mematikan pemirsa

"Eehh bapak,kalo mau ngehukum nanti dulu pak saya mau meluk pacar baru dulu" jawab Bams asal dan hendak memeluk Dilla lagi tapi lagi-lagi ia terkena jeweran maut pak catur

"Kamu berani melawan saya" bentak pak catur lantang lalu menyeret Bams menjauh

Semua penghuni sekolah yang telah dikumpulkan bams tadi langsung tertawa terbahak- bahak bahkan sampai ada yang sampai guling-guling karena kelakuan bams yang kelewat konyol dan tak tau rasa takut itu

Dilla hanya mampu menahan malu atas kelakuan ajaib pacar barunya itu

Happy reading cintakuhh

Segini dulu yes bingung mau lanjutin gimana lagi otak udah mentok gatau mau di gimana in lagi

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: May 25, 2018 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Couple sengklekWhere stories live. Discover now