Jangan diotak-atik kalo ngga tertarik.
Ini hati, bukan rubik.
Hening, tidak ada suara apapun. Sambil mengucek mata aku mencoba duduk menyadari suasana rumah yang sepi. Aku berdiri lalu keluar kamar sambil melihat ke kanan dan ke kiri namun tidak mendapati seorang pun. Aku mengecek teras rumah, dan tak kudapati motor kakakku.
Aku melirik jam di dinding, jam telah menunjuk pukul 4 sore. Aku baru ingat bahwa hari ini adalah hari pertama adikku mengaji di mushola dekat rumah Pak Sur, pamanku.
Aku berjalan menuju kamarku dan mengecek hp barangkali ada notifikasi atau apapun, namun nihil tidak ada sesuatu yang penting, hanya ada notifikasi dari grup kelas yang tengah membahas apa aku tidak terlalu mengerti. Akupun mematikan hp dan menaruhnya kembali di meja belajarku.
"Nin, Ninaaa... ," aku hafal dengan suara khas itu, iya itu Elzi anak berambut keriting yang merupakan adik kelasku sekaligus tetanggaku.
"Iyaa, apaan? Gausah teriak-teriak kali," jawabku sambil berjalan mendekatinya.
"Ntar malem main yuk?" Ajaknya.
"Main? Main kemana?"
"Cari WiFi yuk wkwkwk," jawabnya sambil meringis.
"Hmm dimana?"
"Dirumah budhe, kan disitu enak mayan kan ntar dikasih camilan juga biasanya," jawabnya.
"Hmm, gimana ya," jawabku sambil sedikit berpikir.
"Ayolah, ini malem minggu masa lu ga pengen keluar cari udara seger gitu, kan bentar lagi lu juga bakal sibuk buat UN," jawabnya merayu.
"Yaudah oke," sambil sedikit memanyunkan mulut. Sebenarnya aku malas untuk keluar, karena aku lebih suka dirumah berdiam diri sambil paling tidak membaca buku.
Sedikit bercerita, jadi aku adalah murid kelas 9 di salah satu sekolah terkenal di kotaku. Menjadi kelas 9 dan kakak kelas tertua di sekolah bukan hal yang indah bagiku, dalam beberapa bulan kedepan aku harus lebih sering menutup dan menahan diri, menjadi lebih dekat dengan phytagoras, fisika, ilmu sastra dan bahasa asing yang tak ku mengerti. Iya dalam beberapa bulan kedepan aku harus lebih banyak meluangkan waktu ku untuk belajar mempersiapkan Ujian Akhir Sekolah dan UNBK. Hmmm membosankan, dan sangat membosankan.
"Yey, yaudah sono mandi, bau lu wkwk," ejeknya sambil berlari keluar rumah.
Aku segera mengambil handuk, menuju kamar mandi dan mandi dengan beberapa buah lagu yang kunyanyikan, tidak ada lima belas menit aku keluar kamar mandi dan segera ganti baju. Aku keluar kamar berbarengan dengan kakakku yang baru sampai di rumah. Dia menatapku dengan tatapan aneh.
"Mau kemana? Kok rapi gitu?" Tanyanya sambil meletakkan kunci motor di meja.
"Mau main," jawabku singkat.
"Main? Main kemana? Sama siapa?" Pertanyaan yang bertubi-tubi membuatku enggan menjawab.
"Ihh, nanyanya satu-satu dong," jawabku agak ketus.
"Mau nyari WiFi sama Elzi di rumah budhe."
"Ohh," jawabnya tanpa ada komentar apapun. Akupun bergegas menjemur handuk yang baru saja kupakai, masih basah karena air yang ada di tubuhku tadi.
Setelah itu aku berdandan ala kadarnya, memakai bedak tabur merk cussons, iya itu memang bedak bayi dan aku masih memakainya. Aku masih sangat cupu belum berani memakai bedak bermerk yang banyak digunakan remaja seusiaku, karena menurutku belum waktunya hehe.
Aku memakai body lotion dan parfum aroma melati, lalu memakai jilbab abu-abu.
"Oke, siap," batinku.
Masih maghrib, aku tidak mau terburu-buru. Menuju dapur, aku mengambil piring dan sendok lalu mengambil nasi, sayur dan lauk. Iya aku baru makan lagi dari pagi tadi baru terasa sangat lapar dan baru ingat bahwa aku belum makan seharian semenjak pagi.
Kubawa ke depan, makan sambil nonton tv. Mengambil remote dan mencari saluran tv yang menampilkan acara yang bagus.
"Serial drama mulu nih isi tv Indonesia, bosen gitu-gitu terus lagi ceritanya," gerutuku sambil menyendok makanan di piringku.
Disela-sela makan, Elzi datang dan terlihat sudah siap untuk sekedar main di malam minggu yang dingin ini. Langsung duduk di depanku dan mengambil laukku.
"Wagila, udah siap? udah makan lu emang?" Tanyaku.
"Yaudah lah, emang elu yang kalo makan harus diingetin dulu," timpalnya.
"Ihh engga ya, gua si aslinya inget cuman males ngunyah aja wkwk", jawabku sambil tertawa.
"Alah bilang aja ngga ada yang ngingetin, dasar J O M B L O huuuu JOMBLOO wkwkwk," jawabnya dengan terbahak-bahak membuatku sangat kesal.
"Alah sabodo jomblo juga gua santuy kali ga kaya lu yang kebelet punya doi mulu huuu," jawabku mengejek.
Dia tak menjawab, hanya diam sambil melihatkan wajah yang terlihat sangat marah. Aku pun langsung terdiam, sambil cekikikan. Lalu diam beberapa saat.
"Yaudah, gimana jadi ngga?" Tanyanya kemudian.
"Ya jadilah, gua udah dandan rapi gini masa gajadi," jawabku sambil berjalan mengembalikan piring sisa makanku.
"Tapi bentar, gua mau benerin jilbab dulu," jawabku sambil membuka kulkas mengambil air dingin lalu meminumnya dan bergegas menuju kamar lagi.
"Eh BTW ada yang mau gua omongin nih," kata Elzi tiba-tiba.
"Omongin apaan? Ngomong aja kali," jawabku sambil berjalan keluar kamar dan merapikan jilbabku yang sebenarnya sudah rapi.
"Nanti aja deh, agak ragu gua mau ngomongnya hehe," jawabnya membuatku sedikit curiga.
"Hilih apaan sih kepo nih gua, gua tebak yah. Mmm lu punya doi baru ya? Doi lu temen gua yah? Atau apa sih bodo cepet ceritain," jawabku kesal.
"Dibilangin ntar aja ihh ngeyel."
"Yaudah lah berangkat yuk," ajakku.
"Yaudah ayok."
Sebenarnya aku sangat penasaran apa yang ingin Elzi katakan padaku, aku ingin mencoba bertanya saat di jalan nanti.
Kami pun berangkat berdua mengendarai motor menyusuri jalanan kota yang ramai dipadati oleh anak-anak muda yang mungkin ingin kencan atau sekedar main untuk para jomblo sepertiku, iya deh ngenes emang.
"Eh, lu mau bilang apa si? penasaran nih guanya, udah terlanjur ngomong soalnya lu tadi."
"Apaan si? emang tadi gua bilang gitu?" Jawabnya malah balik bertanya.
"Loh, lu tu gila, amnesia, atau gimana si? Orang baru aja tadi di rumah lu bilang mau ngomong."
"La ini ngomong, wkwkwk," jawabnya sambil terkekeh.
"Ishh kebiasaan nih bocah satu, jadi gimana mau ngomong serius ngga?" Tanyaku sekali lagi.
"Engga, wlekk wkwk" jawabnya sambil terkekeh kembali, membuatku kesal.
Aku langsung diam dan tidak mengucap apapun lagi.
Jangan lupa vote dan comment yah😅
Tunggu part selanjutnya😙
