Bobby turun dari tangga dengan cepat dan langsung mengambil sepotong roti saat sesampainya di meja makan.
"Kok buru-buru?" Tanya Somin, sang Ibu, saat melihat anak semata wayangnya memakan roti dengan terburu-buru. Bahkan dia sekarang sudah sibuk meminum susu dengan cepat tanpa ingin duduk terlebih dahulu.
"Keburu telat," jawab Bobby setelah menelan semua makanannya. "Pergi dulu, Bu."
"Loh, gak makan dulu?"
Bobby menggeleng sambil berlari setelah mengambil dua potong roti lainnya.
Bobby keluar dari rumahnya dengan cepat dan berlari menuju rumah yang berada tepat disebelahnya. Dia berhenti di depan pagar dan menyunggingkan sebuah senyuman lebar.
"Kenapa senyum-senyum?" Tanya seorang gadis yang tengah sibuk mengeluarkan sepedanya.
Namanya Kang Seulgi. Seulgi dan Bobby memang sudah berteman sejak kecil. Bahkan saat sebelum mereka lahir. Umur yang hanya terpaut beberapa bulan membuat Bobby dan Seulgi sudah menjadi teman sedari kecil. Ditambah rumah mereka yang bersebelahan, membuat mereka berdua selalu bersama setiap hari. Termasuk hari ini.
"Enggak," jawab Bobby sambil menggeleng, "Maaf ya, kamu harus pake sepeda lagi."
"Gak papa, aku suka pake sepeda," jawab Seulgi sambil membuka mulutnya lebar dan Bobby yang sudah mengerti langsung menyodorkan roti yang tadi sempat diambilnya ke arah mulut Seulgi. Gadis itu menggigit sepotong besar dan mengunyah sambil mengayuh sepedanya pelan beriringan dengan Bobby yang juga sedang menggigit roti yang sama dengan yang ia suapkan ke Seulgi.
Mereka memang bersekolah di tempat yang sama sedari kecil. Bahkan sampai saat ini, mereka bersekolah di SMA yang sama. Sayangnya beda kelas.
Walaupun begitu, mereka tetap pergi sekolah bersama dengan berjalan kaki dan naik bus. Namun ada hari-hari tertentu jika Bobby harus berlatih basket sehabis pulang sekolah, yang mengharuskan Seulgi pulang sendirian. Karena Seulgi bilang ia akan bosan jika pulang sendirian menggunakan bus, maka ia memutuskan akan menggunakan sepeda jika Bobby tidak bisa menemaninya pulang.
"Jadi, kalo naik bus kamu gak suka?" Tanya Bobby.
Seulgi menggeleng dengan santai tanpa menghiraukan Bobby yang sedang kaget.
"Kenapa?" Tanya Bobby lagi.
"Soalnya kalo naik bus gak seru, cuma duduk aja. Kalo naik sepeda kan bisa sekalian olahraga," jawab Seulgi, "kamu juga harusnya naik sepeda aja tiap hari. Sekalian latihan fisik, kan?"
Bobby menggeleng sambil tertawa kecil, "gak mau, ah. Nanti keburu capek pas sampe sekolah."
"Terus kenapa selama ini mau pergi bareng aku naik bus?" Bobby kembali bertanya mengenai bus, "katanya gak suka?"
"Kan aku naik busnya pas bareng kamu aja," jawab Seulgi.
"Apa bedanya?"
"Kalo ada kamu aku suka."
Lalu Bobby merasakannya lagi.
Merasakan getaran itu.
Getaran yang selalu muncul, entah sejak kapan.
Yang pasti,
sudah cukup lama.
YOU ARE READING
Time After Time
Fanfictiontentang sebuah perasaan yang telah berubah seiring berjalannya waktu tanpa disadari.
