Ekstra Part (1)

16.6K 1.2K 124
                                        

WARNING : CERITA DI PRIVATE

Banyak orang bilang, Angi harus bersatu dengan Seno agar Rembulan bisa mendapatkan kasih sayang yang maksimal dari kedua orangtuanya. Semua orang hanya bisa melihat kacang dari kulit luarnya, kan?

Ini bukan perkara siapa yang paling egois antara dirinya dan Seno. Tetapi ini adalah jalan terbaik yang telah disepakati oleh keduanya. Nyatanya, jikalau mereka kembali, Angi masih terlampau takut untuk sekadar menengok kembali ke belakang. Berani berdamai dengan masa lalu, sementara dirinya sedang memperbaiki masa depan itu tidak akan pernah mudah.

Awal mereka bersatu sudah terlalu rumit. Angi berharap semua menjadi lebih mudah. Rasa sakitnya, kekecewaannya, rasa cintanya, rasa bencinya terhadap Seno biarlah hanya tersisa untuk masa lalu. Di masa sekarang, mereka hanya akan bersatu untuk Rembulan.

"Kamu nggak mau nikah lagi?" tanya Mami Vida kepada Seno.

Mendapatkan pertanyaan seperti itu membuat Seno terdiam. Bukannya bibir kelu untuk menjawab, tapi memang tidak ada jawaban yang ingin Seno sampaikan. Kini fokusnya masih bukan untuk dirinya sendiri. Seno masih ingin memberikan Rembulan perhatian agar anaknya tidak merasa terbagi dengan apapun.

Ini sudah 8 tahun berlalu. Rembulan pun sudah kelas 2 SD. Bagi Mami Vida, sudah saatnya Seno mencari pendamping hidup. Meski Mami Vida berharap kalau Angi mau menerima ajakan rujuk putra sulungnya itu.

"Atau jangan-jangan kamu masih sayang sama Bundanya Bulan ya?"

Deg. Seno menelan ludahnya susah payah.

Itu memang salah satunya. Tetapi, melepaskan Angi agar perempuan itu bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik tanpa dirinya adalah jalan terbaik menurut Seno. Benar, bersatu dalam keterpaksaan justru tidak akan berjalan baik.

"Aku masih mau ngurus Rembulan."

"Bulan sudah besar Seno. Kalau kamu mau mencari mama baru pun nggak masalah."

"Mami. Bulan masih punya ibu."

Mami Vida terdiam. Selalu seperti ini ujungnya. Seno akan selalu marah kalau disuruh Maminya mencari pendamping hidup lagi. "Memang bukan untuk Bulan saja, tapi kamu Seno. Kamu nggak mau nikah lagi? Begini aja sampai tua."

Ya. Dalam hati Seno berteriak. Seno hanya ingin seperti ini. Bersama Bulan. Bersama Angi. Meskipun tidak ada hubungan resmi yang mengikat mereka selain status orangtua bagi Rembulan.

"Moony..." panggil Seno dari luar kamar anak perempuannya.

"Moony, kamu di mana?"

Moony adalah panggilan kesayangan Seno untuk putri kecilnya selain princess. Dibandingkan terus berdebat dengan Maminya, Seno memilih untuk bermain-main dengan Bulan.

Di bukanya pintu kamar, ternyata anak itu sudah terlelap dalam tidurnya. Seno bergerak maju untuk mendekat. Kamar tampak sedikit berantakan karena boneka yang dimainkan oleh Bulan.

"Bisa anteng gini ya kamu kalau tidur. Coba kalau bangun." Elus Seno di pipi gembul putrinya itu.

-oOo-

"Bulan mau itu."

Angi menggeleng dan menepis telunjuk Rembulan dengan tenang. "Bulan, enggak."

"Ah bundaaa!" rengek Rembulan dan meronta untuk turun dari gendongan Angi.

Rembulan menunjuk boneka mermaid yang terpajang di sepanjang toko. Angi jelas menolak karena sudah sering kali Rembulan meminta dibelikan boneka serupa. Total ada sepuluh boneka mermaid yang terpajang di rumah Angi, belum lagi di rumah Seno.

Imperfect WeddingNhững tác phẩm khiến độc giả say mê. Hãy khám phá bây giờ