MWMHCL 22

1.1K 117 3
                                    

*Maharashtra, mumbai

Andra dan amara baru saja sampai di kediaman saudara andra yang di maharashtra, di rumah mewah itu sudah terjejer mobil-mobil sport milik keluarga besar andra maupun besan.

"halamannya luas sekali, aku lelah berjalan,"ujar amara dengan nafas tersenggal-senggal..

"sabar sayang, sebentar lagi sampai kok."ujar andra dengan mengelus pelipis amara.

"lagian halaman depan untuk acara pernikahan, terus ceremony gitu,"tambah andra. Amara mengangguk dan menghapus peluh keringatnya.

Tidak membutuhkan waktu, merekapun sudah sampai di rumah mewah yang di bangun dengan halaman luas. Pelayan pribadi yang membawa kedua koper miliknya, telah masuk terlebih dahulu dan di susul oleh amara dan andra.

"andra!"panggil seorang wanita yang memakai pakaian khas india.

"hai, ka."balas andra sambil membalas pelukan wanita itu.

"dia siapa?"tanya wanita itu sambil memandang amara. Andra tersenyum lalu mengenalkan amara.

"dia yang akan jadi princes nanti, ka. Setelah elo nikah, gue akan nyusul."ujar andra. Amara langsung menepuk bahu andra.

Wanita itu mengangguk, "ternyata dia yang sudah meluluhkan hati kamu?"

"iyah, tapi kok elo tahu sih?"tanya andra.

"tadi abi kamu cerita kalau kamu memiliki orang spesial."jelas wanita itu.

"ayo masuk, ra!"wanita itu menggiring amara masuk.

Di dalam sudah ramai dengan kedua keluarga, dan semua mata tertuju oleh amara dan andra.

"abang!"pekik seorang perempuan yang berusia 20tahun.

"aaaa... Kangenn!"perempuan itu memeluk andra.

"abang juga kangen, leena!"balas andra sambil membalas pelukan adiknya.

"abang bawa kak amara?"tanya leena dengan nada berbisik. Andra mengangguk.

"sejak kapan abang dekat dengan amara?"tanya leena sambil menaik turunkan alisnya.

"sejak ada project bareng, dan suprice."jelas andra. Leena mendengus kesal.

"kenapa gak bilang-bilang sih?"ujar leena dengan nada ngambek.

"kalau abang bilang, nanti kamu pasti nyusulin abang mulu, kamu gak bakal fokus sama pendidikan."jelas andra.

"kalian ributin apa sih?"sahut wanita paruh baya yang masih sangat muda dan pakaianpun memakai saree.

"biasa, mi. Dia ngerengek mau ketemu amara, padahal amara udah ada di depan matanya,"sahut andra. Amara mengangkat alisnya, dan namanya disebut dalam perdebatan antara kakak beradik ini.

"wahh.. Ini siapa, nak?"tanya seorang nenek-nenek namun masih terlihat muda.

Andra berjongkok lalu memegang kaki wanita tersebut, dalam adat india itu artinya meminta restu(cari aja di google yah, saya kurang paham).

"ini calon menantuku, ma."sahut umi andra. Nenek itu mengangguk.

"sekalian aja ritual dilangsungkan,"sahut nenek andra.

"tidak, nek. Andra dan amara sedang fokus sama pekerjaan."sahut andra. Nenek mengangguk paham.

"jangan di tunda-tunda niat baik itu, ndra. Nanti amara malah di ambil sama oranglain."sahut pria yang memakai pakaian adat india.

"tenang, bang. Dia mah gak kecantol sana-sini kok."ujar andra. Amara tersenyum.

"leena, ajak ka amara ke kamar. Kamu tidur bersama dia yah,"titah umi andra. Leena mengangguk lalu menghampiri amara.

My Husband & Wife Celebrity LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang