"Shannon Adara Kethlyn"
Teriakan bernada berat yang terasa familier di kuping shannon sontak membuat pojokkan kantin, tempat Shannon dan "Geng"-nya berkumpul menjadi sunyi. Ah tidak, bukan hanya pojokkan kantin tempat mereka berkumpul yang menjadi sunyi. Bahkan sekarang, seantero kantin yang tadinya ramai menjadi sunyi dan sepi. Pak Ito yang notabenenya kepala sekolah berjalan menghampiri meja Shannon dan teman temannya berkumpul.
"Kamu sudah keterlaluan, Shannon. Sekarang, ikut saya keruang kepala sekolah."
"Anjing. Jangan bilang gue ketauan ngerokok di ruang kepsek. Sial sial sial" gerutu Shannon sambil berjalan mengekori Pak Ito.
Shannon memang anak berandalan. Tidak perduli berapa kali jika ia dipanggil ke ruang bk, menurutnya itu tidak akan membahayakan dirinya. Tapi ia selalu takut jika dipanggil keruang kepala sekolah. Ke ruang Pak Ito yang notabenenya sahabat papanya sendiri. Ia takut jika sahabat papanya ini melapor kepada papanya. Jika hal itu sampai terjadi, semua fasilitas Shannon seperti kunci mobil, kartu atm, laptop akan disita. Lalu, tanpa ia sadari ia telah sampai di depan ruang kepala sekolah
"Duduk" perintah Pak Ito. Yang langsung membuat Shannon duduk di kursi yang telah disediakan.
"Kenapa kamu merokok di ruangan saya?" tanya Pak Ito.
"Gakenapa napa pak. Bosen dikelas mulu pengen cari suasana baru hehehe." jawab Shannon dengan cengiran khasnya.
Hembusan nafas Pak Ito terdengar keras di telinga Shannon "Sudah banyak sekali masalah yang kamu buat, Shannon. Bapak terpaksa mengeluarkan kamu dari sekolah ini."
"Loh pak? Kenapa? Jangan main keluar dong pak. Kasi saya kesempatan lagi sekali aja ya? Saya akan memperbaikin diri pak, serius. Sumpah. Saya gabohong pak. Ya? ya? ya? Please pak. Nanti semua fasilitas saya bakal disita kalo tau saya dikeluarin dari sekolah lagi pak. Please ya pakk?" rengek Shannon.
"Maaf Shannon, bapak tidak bisa memberi kesempatan lagi. Sudah berkali kali bukan sekolah ini memberimu kesempatan?"
"Tapi pak," jawab Shannon yang segera dipotong oleh Pak Ito, "Sekarang keluar dari ruangan saya."
Dengan penuh emosi, Shannon berjalan dengan menghentakkan kaki keluar dari ruangan itu. Kata kata mutiara tidak henti hentinya keluar dari mulut Shannon. Tujuan Shannon sekarang adalah satu, rooftop. Di rooftop, Shannon mengambil satu buah batang rokoknya. Ngerokok emang hal paling tepat buat jadi pelampiasan menurut Shannon.
"Apa apaan nyebats ga ngajak gue." sebuah teriakan serak dan derapan kaki terdengar dari arah belakang Shannon.
"Bacot anjing"
"Kenapadah lau?" tanya laki laki itu sambil mengambil sebatang rokok kepunyaan Shannon.
"Abis masuk ruang kepsek" jawab Shannon.
"Ah elah masuk ruang kepsek doang sepik"
"Sepik muka lo. Gue dikeluarin dari sekolah lagi bajing."
"NGAKAK. MAMPUS LO HAHAHAHAHAHHAHAHAH." tawa laki laki itu.
"Anjing seneng lo ya." tanpa aba aba Shannon memukul kepala laki laki itu, "Gue gamau tau lo juga harus pindah bareng gue kaya biasanya. Lo ama gue udah bareng dari zaman mesopotamia. Gada acara pisah pisahan pokoknya"
"Iye bangsat wkwk gue tau"
"Pulang yuk shan?" ajak laki laki itu.
"Kuylah cuy"
"Btw malem nanti katanya bakal ada balapan lagi. Lo ikut gak? Gue sih ikut. Gue bawa glee -mobil lamborghini hitam kesayangan shannon- lagi deh kayanya.
"Lo ikut, gue ikut"
"Fix ya? Yaudah kuylah cabut"
---
penasaran gak cowonya siapaa?
bilang penasaran dong biar seneng gue HAHAHA. fix garing.
btw mulmed itu gambarannya shannon ya!
jangan lupa share sama vomment oq!
YOU ARE READING
Aditya & Shannon.
Teen FictionShannon Adara Kethlyn. Bad girl yang hobinya pindah pindah sekolah, bentrok, balapan, ngerokok, ke club. Aditya Agam Pratama. Ketua osis di SMA Harapan orangnya cool, tegas, ganteng, jago basket, jago gitar lagi. Pikir deh. Kalo orang yang bertola...
