Ruangan yang berukuran 2x2 meter, mungkin cukup untuk diriku merenungkan diri, berdiam diri. Ya, kamarku.
Aku Sheila ardina rahmah -- panggil saja cila, siswi kelas 10 sma favorit di kota kami.
Mungkin aku sama seperti remaja di luar sana.
Aku selalu merasakan kebahagiaan, kesedihan, cinta, kasih sayang yang diberikan teman teman kepadaku.
***
Pukul 05.00 pagi.
"kak bangunn cepetan sholat. Ini jam lima lho, abis sholat langsung sarapan yaa"
ibu membangunkanku dengan teriakkan itu.
"iya bu.bentar lagi kaka kebawah".
Di meja makan bawah, sudah tersedia masakan ibu yang superr lezat.
Papa menuruni anak tangga menuju meja makan.
"ka, papa gabisa antar kaka kesekolah."
"iya pa, kaka bisa berangkat sendiri ko mungkin seru beramai ramai datang ke sekolah sama yang lain."
"udah beres makannya ka?" teriak ibu di tempat cuci piring.
"iya bu. Kaka berangkat ya"
"iya ka. Hati hati" sambung ibu.
Kendaraan berseliweran di jalanan. Aku naik angkutan umum menuju sekolahku. Bangku angkutan umum itu kosong, hanya menyisakan aku dan amang supirnya.
15 menit berlalu bangku angkutan umum itu segera dipenuhi oleh penumpang yang akan bekerja, sekolah, ada juga penumpang seumuranku.
angkutan umumpun segera meninggalkan tempat yang sebelumnya angkutan ini berhenti.
Jalan raya terasa sedikit lengang.
Butuh 15 menit untuk tiba di sekolah. Kelasku tidak jauh dari gerbang razia. Ya, razia.
Setiap pagi, di sekolahku selalu diadakan rajia pakaian, atau barang barang yang tidak diperbolehkan dibawa ke sekolah.
"cilaaa..kamu tau gak, ada kaka kelas yang ganteng banget!" sahut putri.
Putri dan mila teman curhatku sekaligus teman sekelasku. Dia cerewet,baik, perhatian. tapi nyebelinnya minta ampuunnnn dehh!! ga lagi lagi.
"terus? Suka? Yang kemaren mau dikemanain? Hehe" jawabku ngasal.
"iya tauu. Anak kelas 12 IPA 1 yang kayaknya belum punya pacar" sambung mila.
Memang mereka itu BUCIN 'budak cinta'. Selalu membicarakan tentang cinta atau itulah sejenisnya.
Sejujurnya aku tidak tertarik pasal cinta.
Aku lebih tertarik dengan kehidupanku. Tentang bagaimana aku harus mengerti, paham, mandiri.
Terus aku suka banget kalo misalnya ada yang mengagumi aku gitu.
Kayak secret admirer gitu. Hehehe
Jam 07.00 pagi. 15 menit selanjutnya akan dilangsungkan kegiatan literasi.
"cepetan putt. Nanti kita ngga akan kebagian temat duduk di lapang" teriakku
"iya laa. Bentar dong. Susah nii rok nya"
Cukup lama kami mencari tempat duduk yang nyaman, tidak kepanasan, dan tidak basah. Sampai akhirnya aku, putri, dan mila duduk di dekat podium dan dekat dengan tempat duduk rombongan 12 IPA 1
Banyak murid telah stand bye di tempat duduknya. Banyak murid juga yang sedang berseliweran menghindari tempat yang basah.
"La, kalo kamu bisa naklukin 'kaka' itu, aku janji deh gabakalan nyontek pr kamu lagi" mila berbisik dengan nada yang sedikit nyaring sambil menepuk nepuk pundakku.
"Maksud lu?"
"Iya. Kamu deketin kak bagas, kalo bisa juga kamu harus jadi pacarnya"
"Yekali saya ngejar dia. Iwh"
"Yahh, lu payah. Giliran ditantangin gitu aja takut" mila berbicara dengan nada meninggi
"Iya laa, deketin aja tuh. Siapa tau jodoh. Coba kamu liatin dia" goda putri
"Emangnya yang mana sihh?" Tanyaku
"Ih masa gatau sih. Ka bagas yang gantengnya warbyazah laa" keluh mila
Aku tahu, Mila emosi karena aku tidak mengetahui kakak kelas bernama bagas yang katanya sih gantengnya bisa bikin klepek klepek.
Aku mencari dengan mataku. Namun tenyata, mataku berpaku pada seseorang yang mungkin itu bernama bagas.
"Tuh kann jadi kecanduan deh liatinnya" goda putri
"Eh eh dia liatin cila lebih dari 5detik. Ada 2 kemungkinan. 1, dia marah sama cila. 2, dia suka sama cila" sambung mila
"Ehh kalian ngaco ya, yang ke 1,mana bisa dia marah sama aku yang ngga pernah bikin kesalahan ke dia. Yang ke 2, mana bisa dia cinta sama aku yang ketemu aja baru sekali ini" ketusku
Bagas prada hakim. Ya, dia murid kelas 12 IPA 1 di sekolah kita. Kaka hitz, anak band, pinter, ikutan futsal juga, ketua kelasnya.
Kebanyakan perempuan menyukainya. Bagaimana tidak? Dia itu superr ganteng deh.
___________
Ini cerita pertamaku, jadi sorry ya guys kalo banyak typo atau kurang berkesan..
Jangan lupa tinggalin jejak yaaa..
luv,
Nur Intan
YOU ARE READING
ENVOLER
Teen Fiction"aku mau coba mencintai kamu la" - Bagas Pradana Hakim "kamu masih ingat aku kan?" - Unknown Masih kusimpan semua kenangan tentang kamu. fotomu, dan semua tentang kamu yang menjelma menjadi rindu yang menggebu gebu. Aku tak bisa berkata aku selalu...
