Twelve - Chat

797 26 0
                                        

[A/N]

hai !

oke gue mau jelasin beberapa hal sebelum muncul pertanyaan - pertanyaan di kepala kalian.

di chapter ini tepatnya di bagian Celesta itu ada italic / tulisan yang gayanya miring.

itu sengaja gue miringin, artinya itu kejadian yang udah lewat a.k.a flashback

jadi jangan heran kalo misalnya awalnya Celesta lagi di rumah eh tiba - tiba dia ada disekolah, oke?

Udah gue jelasin kan hehe.

Ditunggu vomments dari kalian readers xoxo

Much love,

clarecolins

-------------------------

Secret and Love - [12] Chat

-------------------------

KENZIE

Ah gila, capek banget gue abis muter - muter nemenin Celesta keliling nyari panti asuhan langganannya. Untung aja ketemu tempatnya. Gak habis pikir gue kok bisa tuh satu anak lupa ya, padahal kan tempatnya sering banget dia datengin.

Malum aja kali ya, mungkin itu efek kejadian di mall tadi. Ngomong - ngomong di fikiran gue masih gak kebayang siapa dua cewek yang ngerencanain hal buruk buat Celesta. Gak ada kerjaan banget sih, emang hidupnya gak ada yang perlu diurusin lagi ya? Kerjaan nganggu hidup orang mulu.

Mana gue baru pindah ke sekolah itu lagi, gue kan jadi gatau siapa aja yang gak suka sama Celesta atau orang - orang yang emang punya tipikal suka ngebully orang lain.

Eh, tunggu dulu.

Kenapa gue jadi peduli gini sama Celesta? Kayaknya otak gue udah rusak nih, parah - parah gimana cara benerinnya nih otak?

Otak lo rusak juga gara - gara Celesta kok.

"Hah? Apasih ngaco ah, kenapa tiba - tiba muncul suara di fikiran gue."

Siapa yang ngaco coba?

"Ya elo lah, nanya lagi."

Enak aja, gue gak ngaco elah.

"Yee nyolot lo, diem aja napa."

Gini ya, yang awalnya nyolot gara - gara dijodohin siapa?

"Gue."

Terus yang minta panggil aku-kamu duluan siapa?

"Gue sih, tapi kan dianya setuju - setuju aja."

Ya tetep aja lo yang ketarik hatinya duluan.

"Hati gue gak main tarik - tarikan, dikira tali tambang apa."

Ngelak aja terus lo, ngaku aja kalo lo peduli sama dia susah amat.

"Apasih? Siapa yang peduli coba?"

Lo lah pake nanya lagi.

"Loh kok gue?"

Lo mah otaknya pinter bidang akademik doang, hal ginian gak ngerti semua.

"Enak aja lo, gini - gini gue pernah pacaran."

Gak nanya tuh.

"Etdah nyolot banget."

Gue gak nyolot kalo lo nya ngaku.

"Ngaku apaan lagi sih? Frustasi gue lo buat."

Gini aja ya, kalo lo gak peduli sama doi. Lo gak bakal peduli sama apapun masalah dia.

Secret and LoveWhere stories live. Discover now