When They Meet

33 4 0
                                        

Menikmati pagi hari di hari baru, tak ada hal yang lebih menyenangkan bagi Alda. Aku tidak selalu dapat menikmati indahnya pagi hari, karena itu aku sangat menyukai pagi hari.

Namaku Alda, Aldalia Farhayanda. Kalian dapat memanggilku Alda. Aku anak yatim piatu sekarang, dulu ayahku adalah seorang indigo ibuku hanya gadis biasa. Kemampuan ayahku menurun kepadaku, ya benar kemampuan indigo. Jujur aku sangat tidak menyukai kemampuan ini karena ini sangat menyusahkan-ku. Kalau saja aku dapat melepaskan kemampuan ini, aku tak akan tahu untuk melepasnya

Ayahku selalu mengajarkan bahwa tiada cinta yang tulus kalau kita tidak mencintai seseorang dengan tulus. Ayahku orang yang sangat berkomitmen dan berprinsip, tiada apapun perbuatan yang akan ia sesali.
Ayah dan ibuku meninggal karena kecelakaan mobil, jujur aku sangat menyesal karena tidak ikut bersama mereka berdua.
Aku tidak seperti mendiang ayahku yang tidak akan menyesali perbuatannya, aku sangat menyesal dengan perbuatanku.

Ini pertengahan semester tiga dikampusku, aku tinggal dikeluaga yang lumayan kaya jadi saat ayah dan ibuku meninggal aku masih mempunyai harta warisan.

Dulu aku sempat tinggal bersama tante, namun aku tak suka dengan keberadaan paman. Ia pria yang sangat.. sudahlah tak usah dibahas. Pagi ini aku akan berangkat ke kampus.

"Hey Gab!" Dia Gaby, sahabat karibku dari aku umur 2 tahun. Dulu aku dan Gaby bertetangga jadi aku dan dia sudah seperti saudara sendiri.

Dulu, saat kedua orang tuaku meninggak aku sempat ditawarkan untuk tinggal bersama keluarga Gaby, namun aku menolak. Aku memilih tinggal sendiri di apartement milikku sendiri.

Gaby sering datang eh ralat bukan cuma sering tapi sepertinya setiap hari bermain ke apartement ku.

"Hai Al! Tumben pagi? What's wrong with you, haha!" Mulai deh, kebiasaan yang ngebuat dia digosipin dari banyak kalangan 'Mak Gossip'.

"Bisa gak sih lo ngomong gak senyelekit itu? Sakit tau wkwk mulai alay deh gua haha" gue bukan tipe cewek yang diem, apalagi diem diem nikung yakali haha jangan pada baperan.

Aku menghampiri tempat dudukku dan Gaby langsung duduk disebelahku, yap tempat itu adalah tempat favorit Gaby, sebelahku.

Melanjutkan mengobrol dikelas bersama Gaby, tak lama itu datang, cewek yang aku sudah tau sifat aslinya, busuk.
Tapi ia sahabat ku, lucu memang, tapi itu lah faktanya.

"Karinaa! Morning!" Teriak Gaby sambil melambaikan tangannya.

Seriously, kayaknya emaknya Gaby pas hamil ngidam toa mesjid sama ngidam sate semut.
Gaby ini badannya kecil sekecil kecilnya, suaranya gede segede gedenya.

"Hi, my lup haha" fyi Karin, gue bukan luplup lo batin ku dalam hati.

Karina nyamperin Alda dan Gaby, tanpa basa-basi Karina langsung duduk disebelah Alda.
Alda gasuka makanya Alda pergi ke toilet.

"Mau kemana Al? Dosen udah mau masuk loh.." tanya Gaby yang langsung menyudahi kegiatan gosipnya bersama Karina.

"Ke toilet bentar elah.." jawab Alda pendek.

"Mau ngap.." belum selesai Gaby bicara Alda langsung memotong pembicaraan Gaby.

"Lo masih mau nanya kenapa gua ketoilet?" Ucap Alda lembut selembut kain diiklankan rinso.

Gaby hanya merespon diam dan tersenyum aneh haha-hehe gajelas ala Gaby.

* * *

Pada saat Alda keluar kelas, ada kericuhan yang sangat ramai.

Alda bertanya tanya kepada orang sekitar aku mendengar "Aldio kecelakaan."

Aku tak begitu mengenal Aldio, yang aku tahu Aldio hanyalah orang kaya penyumbang terbesar.

Gosipnya menyebar langsung sampai ada yang update status di sosial media mereka dengan hastag #GWSForAldio menurut gue sih itu alay.

Tapi yang aneh dalam kecelakaan ini adalah penyebab kecelakaannya.
Penyebabnya adalah rem blong, sedangkan kalau rem blong biasanya dari rumah namun ini hanya tak bisa direm saat perempatan jalan dengan pohon beringin besar. Aku selalu merasa ada yang aneh saat aku melewati jalan itu.

* * *

2 minggu setelah kecelakaan Aldio, tak ada lagi yang berniat untuk membahas tentang kecelakaan Aldio lagi.

Anehnya perawatan dan kecelakaan Aldio semua ditutup oleh pihak keluarganya.

Terakhir yang kudengar Aldio dirawat disebuah rumah sakit dengan status koma.

Hari ini seperti biasanya, belajar, tugas, revisi itu biasa bagiku karena memang itu seharusnya yang dilakukannya sebagai anak kuliah.
Ini adalah akhir bulan februari stok makananku habis, aku memang bertujuan ke supermarket.

Aku melewati jalan bekas kecelakaan Aldio, dan betapa terkejutnya aku melihat arwah Aldio sedang duduk dibawah pohon beringin tua.

Karena merasa iba, membuat  Alda turun dari motornya dan menghampiri Aldio. Saat Aldio menyadari bahwa Alda dapat melihat dirinya wajah murungnya berubah menjadi sangat bahagia.
Aldio mengatakan bahwa dirinya tidak mengingat apapun. Karena iba, alda mengajak Aldio untuk tinggal sementara waktu.

Setelah belanja dari supermarket Alda langsung pulang ke apartemennya bersama Aldio.

* * *

Sesampainya dirumah ternyata benar bahwa Aldio tidak mengingat apapun selain bahasa, dan lucunya Aldio sampai tidak bisa menggunakan barang apapun.

Alda sering memperhatikan Aldio yang saat ini sedang melakukan sesuatu.

"Selama ini aku bingung, mengapa orang-orang yang lewat tidak dapat melihatku?" Tanya Aldio sambil bermain rubik.

Alda hanya tersenyum kecil dan menjawab "Mungkin kau hanya diciptakan untukku jadi hanya aku yang dapat melihatmu" Mendengar jawaban Alda, wajah Aldio agak panas Aldio tak mengerti apa yang ia rasakan saat ini.

Aldio berkata dalam hati "Mengapa.. wajahku memanas? Disinikan ada pendinginan ruangan"

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Apr 05, 2018 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Love In ComaWhere stories live. Discover now