Bisa karena terbiasa tapi walaupun terbiasa di sakiti, ternyata tetap saja tak terbiasa. Rasanya tetap sama sakit.
---∆∆∆---
Dara berada di kamarnya sendirian. SENDIRI keberadaan yang membuat Adara benci dengan kata itu. Adara sesungguhnya memiliki seorang kaka, yoga Prasetyo namanya, ia sedang kuliah di luar kota,tepatnya di kota gudeg berasal. kakaknya pintar berbeda dengan dara yang pas pasan.
Bi uti sudah pulang ke rumahnya setelah pekerjaannya selesai di rumah tersebut, biasanya bi uti tinggal di rumah dara tapi karena anaknya baru melahirkan jadi Bu uti harus pulang pergi ke rumahnya. membuat dara menjadi sendirian di rumah dua lantai yang megah.
Adara mengalihkan pandangannya, setelah lelah memainkan telepon pintarnya. Adara Kemudian bangkit dari tempat tidurnya, mengambil jaket di lemarinya kemudian mengganti sendal panda lucu dengan sendal jepit warna pink kesukaannya.
Dara berinisiatif pergi ke minimarket depan komplek untuk membeli cemilan, padahal persediaan cemilan di rumahnya masih banyak. Bu uti selalu menyediakan nya di dapur, tapi bukan cemilan yang ia cari. Adara hanya ingin mencari keramaian di luar sana, bukannya sendirian di rumahnya .
Dara berjalan sendiri di jalanan komplek yang sepi, dara tak terlalu takut dengan apa kemungkinan kemungkinan yang ada di jalan sepi. Sampai Dara di minimarket depan kompek, kemudian langsung membeli sesuatu cemilan dan minuman untuk menemani dara menikmati keramaian jalan raya.
---∆∆∆---
Dara menghabiskan minuman dan cemilan di depan minimarket dekat pinggir jalan, untuk memudahkan melihat beberapa mobil dan motor yang berlalu lalang di jalanan.
tak jarang pula sepasang kekasih berjalan di hadapan dara.
"nempel terus kaya perangko" kata dara pelan yang masih menatap lurus jalanan di depannya.
"Maaf mba, ada apa ya?"ujar cowok tersebut.
Eh tu kuping tajem amat, padahal gue ngomong pelan banget kata dara dalam hati.
" Eh nggak mas ini tutup botolnya nempel terus susah dibukanya kaya perangko. hehe."alibi dara. Sambil memegang botol yang masih disegel.
"Perlu bantuan mba? " Tawar cowok yang tadi.
Mba..mba dikira gue mba lo kata dara dalam hati.
"Gak usah mas makasih, nih bisa "
Sambil menunjukkan botol yang sudah terbuka.
Kedua pasang kekasih seumurannya, melanjutkan jalannya yang di ganggu oleh dara.
Sudah 60 menit dara berada di depan minimarket, cemilan dan minumannya sudah habis, tak tanggung tanggung dara menghabiskan 5 botol minuman dan 4 bungkus besar ciki.
---∆∆∆---
Setelah dara merasa pegal dengan posisinya sekarang, lantas dara mengubahnya menjadi menenggelamkan kepalanya diantara tangannya. Seperti meringkuk di posisi duduk.
Jika orang yang melihat posisinya sekarang mungkin dara seperti anak yang hilang atau yang kehilangan ibunya saat belanja di pasar ataupun seperti apa saja yang menyedihkan, maka dara terlihat seperti itu.
YOU ARE READING
shut up
Teen FictionCinta dalam diam itu sedih Dan memyakitkan. tapi cinta diam juga, bahagia, Serta lega tercampur aduk menjadi satu. Itulah yang dirasakan Adara, pada seorang laki-laki. dengan keadaan yang selalu membuat Adara bingung dan bimbang tentang apa yang ad...
