1.

10.4K 467 18
                                        

Cahaya matahari memaksa untuk masuk menyelinap kamar seorang gadis yang sedang memanjakan diri di atas  kasur yang cukup besar itu.

"Yura, bangun udah pagi nanti kamu telat berangkat sekolah. " ucap wanita separuh baya, yang tidak lain dan bukan adalah ibunya Yura, Ani.

"Iya mah," ucap Yura dengan suara khas orang bangun tidur.

Setelah beberapa menit dia mandi dan siap-siap, Yura menuju ruang makan yang disana sudah ada papah, mamah, dan kakaknya tercinta.

"Pagi semua"

"Pagi, adek gua yang terlaknat " 

"Dasar pantat bayi" ucap Yura dengan kesal.

"Eh dasar lu anak beru" ucap Arya dengan sewot.

"Udah-udah, kalian pagi-pagi udah ribut, cepat sarapan nanti kalian telat."  Papah Yura yang sedari tadi diam,langsung angkat bicara yang melihat kedua anaknya ini ribut.

"Iya pah,"jawab mereka serempak.

###

SMA Harapan Jaya, tempat Yura bersekolah. Sekolah yang Mungkin bisa dikatakan sekolah terfavorit. Hanya orang-orang kaya dan pintar saja yang bisa bersekolah disini. Tapi tidak dengan Yura. Dia hanya dari keluarga yang berkecukupan. Kepintaran Yura yang membawa dia bersekolah di sekolahan favorit ini.

"Hai semua,Yura is coming".sapa Yura dengan senyumnya.

"Eh,mak lampir dateng," sapa Aldi dengan cengirannya.

"Mak lampir ndas mu. Orang cantik gini di bilang mak lampir. Dasar pantat panci" seru Yura dengan muka keselnya.

"Udah gak usah berantem, ntar kalian falling in love lagi " ucap wanita berbadan gemuk itu, dia Salsa.

"Bhahahaha...."seisi kelas mentertawai mereka berdua.

"Gak lucu njirr" kesal Yura.

Kring,,,Kring,,, Kring,,,

Tanda bel masuk yang langsung memberhentikan mereka yang tertawa.
.
.
.
.
.
.
.
.

Kring,,, Kring,,, Kring,,,

Setelah 4 jam mereka belajar akhirnya bel istirahat berbunyi.

"Yura, kantin yuk" ajak Intan teman sebangkunya.

"Kuylah"

Di dalam kantin ternyata sudah banyak makhluk yang kelaparan sedang mengantri makanan ataupun mencari tempat duduk.

"Yah, penuh. Males gue."rengek Yura dengan bibirnya yang mengerucut.

"Bentar,gue cari tempat dulu buat kita," ucap Mala sambil celingukan mencari tempat yang kosong untuk mereka makan.

"Gue ke perpus aja deh ya?" Seru Yura yang hendak pergi, namun ditahan oleh Salsa.

"Ke perpus ngapain? "

"Wifi-an. Mau nonton abs nya suami gue" jawab Yura yang langsung memutar badannya untuk pergi.
.
.
.
.
Di perpus Yura sedang asik menonton biasnya ini, tiba-tiba,,,

"Boleh duduk disini? " tanya seseorang yang membuat Yura terlonjak kaget.

"Eh,,," saat diliatnya orang itu,ternyata dia Akbar,orang yang pernah Yura suka saat kelas 10 .

"Yura,"seru Akbar seraya melambaikan tangannya di depan wajah Yura yang terlihat sedang melamun.

"Eh,,,apa?"tanya Yura dengan salting 

"Boleh gue duduk disini?" Tanya Akbar ulang.

Yura hanya menjawab dengan anggukan. Dia kembali fokus dengan aktivitas sebelumnya yang sedang menonton Sehun perfom di ElyXiOn dengan lagu 'Go'.

"Daripada lu liatin kayak begituan, mending lu liatin wajah gue yang ganteng ini mirip kayak Justin Bieber " ucap Akbar yang mencoba mencairkan suasana yang awkward  ini .

"Ogah gue liatun lu. Mending gue liatin kucing beranak daripada liatin muka lu yang mirip sama pantat ayam " jawab Yura yang masih fokus dengan hp nya.

"Enak aje lu. Gini-gini juga lu suka kan sama gue" ucap Akbar dengan alis yang dinaik turunkan.  

"Itu DULU!!! Sekarang Ogah gue suka sama lu yang brengsek, yang gak pernah ngehargain perasaan gue" kesal Yura seraya meninggalkan Akbar yang mulai kesal dengan perkataannya barusan...

###

"Mah, Yura pulang,"teriak Yura dengan muka yang ditekuk.

"Kamu kenapa Yura?"

"Gak papa Mah. Aku langsung ke kamar ya Mah, cape" Mamahnya hanya mengangguk seraya tersenyum.

Di dalam kamar yang bernuansa biru ini dengan aroma ruangan lavender terlihat Yura yang sedang menenggelamkan wajahnya diatas bantal kesayangannya itu yang sedang memikirkan kejadian tadi siang di perpus. Dia sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk melupakan orang yang gak ngehargain perasaannya itu. Tapi disaat dia sudah mulai melupakannya,dia tiba-tiba datang kembali ke kehidupan Yura .

"Akkhh,,"kesal Yura seraya meninju kasurnya itu berkali-kali.

"Kenapa lu datang lagi di kehidupan gue pas gue udah bener-bener lupain lu?"kesal Yura.

"Au ah,"tidak pikir panjang,Yura langsung ke kamar mandi untuk membersihkan badannya yang sudah lengket oleh keringat itu.
















































Baru percobaan :v

Maaf kalo  ceritanya gak jelas. Maklum, ini pertama kali gue bikin cerita 

Tapi jangan lupa vote and comment guys: );)







Kamsahamnida: )

My Idol is My Brother✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang