~Happy Reading~
"Dit!! ALDITO KUSUMA NEGARA!!" pekik cewek berambut pirang yang ada didepannya ini.
Cowok berambut spikey mendengar pekikan itupun terkesiap.
"Lo dengerin gue kan?" tanya cewek itu.
"Emang lo tadi ngomong apaan?" tanya cowok yang bernama Dito itu dengan tampang polosnya.
"Oh My God. Jadi dari tadi gue ngomong panjang kali lebar sampe mulut cantik gue berbusa lo nggak dengerin??" cewek blesteran itu menghembuskan napasnya kesal.
Dito hanya mengernyit bingung "Apaan sih?" tanyanya.
"Nggak." Dito semakin mengernyitkan alisnya bingung. Pasalnya sejak tadi Ia hanya melamun. Kalimat panjang lebar yang dikeluarkan gadis didepannya ini tidak ditangkap sama sekali oleh otaknya. Entahlah, dia sendiri juga bingung saat ini. Pikirannya berkecamuk kesana-kemari.
"Udah nggak usah dipikirin. Pulang yuk. Udah sore juga." Dito lagi-lagi terkesiap. Dengan cepat ia menyusul gadis blesteran Indo-Inggris itu yang sudah berjalan sedikit jauh.
Saat ini mereka sedang didalam mobil honda Jazz milik Dito. Suasana hening. Tidak ada yang berbicara. Membuat cewek yang duduk di kursi penumpang samping kemudi jengah.
"Dit." panggilnya.
"Hm." jawab Dito dengan tatapan datar nya. Matanya fokus menjelajahi jalanan didepannya.
"Ah elah datar amat. Lo kenapa si?? Ngomong apa gitu kek, bosen gue didiemin mulu dari tadi." keluh cewek itu.
Dito hanya diam tak menggubris ucapan cewek disampingnya. Tatapannya masih fokus ke jalanan. Membuat cewek itu menghembuskan napasnya kesal.
'Berasa ngomong sama patung gue. Lagian ni curut satu kenapa si?! Bikin gue gedeg aja deh.'
Batin cewek berambut pirang itu bicara.
Tak lama kemudian, mobil itu berhenti tepat di depan rumah elit bercat warna hitam dan abu-abu.
"Udah sampai." ucap Dito datar memecah keheningan.
"Lo kenapa sih?! Lo nggak asik lagi Dit. Lo berubah!" ujar cewek itu kesal. Dengan kasar ia membuka pintu mobil dengan kasar dan membantingnya ketika ia sudah turun dari mobil Dito.
Dito membenamkan wajahnya di setir mobil. Ia memejamkan matanya sebentar. Kemudian mengangkat wajahnya dan menatap punggung cewek yang mulai menghilang dibalik pintu berwarna hitam itu.
Kepala Dito terasa pening sekarang. Sesaat ia menghembuskan napasnya kasar. Lalu menjalankan mobilnya kembali meninggalkan rumah itu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Dito menghempaskan tubuhnya disofa. Menyandarkan punggungnya ke sandaran sofa. Memejamkan matanya untuk menetralkan kepalanya yang berdenyut nyeri.
"Napa lo?." sentak seorang cowo yang tanpa ini langsung duduk disamping Dito.
"Nggak papa. Gue baik-baik aja." jawab Dito datar. Namun sebenarnya ia sedang tidak baik-baik saja.
"Lo nggak bisa bohongin gue. Gue itu kakak lo, dan gue tau semua sifat lo dari lo kecil. Jadi lo kenapa?" tanya cowok yang merupakan kakak Dito itu lagi.
YOU ARE READING
💕KEMBALI💕
Short Story#shortstory ~Kalau aku tak mau berhenti mencintaimu bagaimana?~ "Ra, gue mohon lo lupain semua tentang kita. Lo berhenti mencintai gue. Gue nggak mau bikin lo tambah sakit hati, Ra." ucap Dito lirih. Zahra menggeleng. "Ra, Gue nggak mau lo kenapa-na...
