Meet Them

17.1K 816 6
                                        



Di malam itu sebuah keajaiban terjadi.....

Keajaiban yang datang pada sebuah panti asuhan itu.

"Nak, ayo kita pulang". Seorang lelaki paruh baya tampak gagah dengan setelan jasnya.

Tapi anak itu melihat mereka dan berkata "Ini udah kesekian kalinya ada orang yang mau ngadopsi aku."

Anak perempuan itu menjawab dengan tatapan jenuh.

"Kalian kesini tertarik untuk ngadopsi aku kan, dengan ngeliat wajah atau otakku yang jenius ini".

"Mengapa kalian ingin mengajakku pulang ke rumah yang bahkan tak pernah kukunjungi." Si gadis berkata dengan logikanya.

"Kalian bercanda yah...." Si gadis perempuan menatap remeh orang-orang yang berada di depannya.

Ini sudah beberapa menit mereka beradu argumen.

Dan ada seorang lelaki paruh baya lainnya melihatnya dengan lembut.

"Kita tidak kesini melihat rupamu atau otakmu yang cemerlang." Si pria paruh baya berkata.

"Itu semua hanyalah bukti kamu adalah bagian dari keluarga kami nak." Si Kakek berkata dengan tatapan lembut kepada gadis kecil yang berada di depannya.

"Kamu adalah cucu perempuan satu-satunya ralat keturunan perempuan satu-satunya yang dihasilkan oleh keluarga Miller." Si Kakek berkata lagi dengan lembut.

"Aku mohon pulanglah dengan kami." Si pria paruh baya dan Si Kakek menatap gadis di depannya dengan penuh harap.

"Bukannya kami telah menunjukkan bukti-bukti bahwa kamu merupakan anggota keluarga kami." Si pria paruh baya menunjuk berkas-berkas yang berada di atas meja.

"Janganlah kamu dahulu berpikiran buruk." Kata si pria paruh baya lagi dengan tatapan sendu.

"Kami dari keluarga terhormat tidak akan melakukan perbuatan tercela yang kamu tuduhkan kepada kami, percayalah." Si Kakek berkata dengan tekad yang kuat yang jelas terpancar dari aura dan nada suaranya.

Yang benar saja perempuan yang duduk dengan wajah serius itu berkata kepada mereka bahwa mereka akan menculiknya dan memakai otaknya yang luar biasa jenius itu sebagai bahan eksperimen atau tidak mereka akan menjualnya sebagai budak.

Hanya memikirkan mereka akan berbuat seperti itu padanya membuatnya mengatakan kepada mereka semua apa yang dipikirkannya secara blak-blakan.

Yang benar saja mereka semua tercengang mendengarnya.

Dia yang super jenius itu kadang terlalu polos untuk hal-hal seperti ini.

Ini memang membuat mereka tercengang tapi rasa geli di perut mereka dengan bibir berkedut menahan tawa.

Tapi demi menghormati perempuan yang duduk dengan wajah serius nan polos mereka menahan tawa mereka yang benar-benar akan berderai kalau misal-misal dia akan mengatakan sepatah kata polosnya itu lagi.

******************************************
******************

Thx for reading...✌️

.

A girl who needs her own story ✔️Stories to obsess over. Discover now