Dee's #1

5 0 0
                                        

CHACA

Aku berjalan ke arah pintu gerbang yang hampir tertutup itu, ya hanya berjalan saja mau bagaimana lagi kehidupanku juga amat lelah untuk berlari.

"Teng....teng...teng..." lonceng telah berbunyi.
Siswa dan siswi pindahan telah berbaris di lapangan, terdengar suara dari panitia OSIS untuk Orientasi.

Dan aku adalah salah satu murid pindahan juga, tetapi hanya santai saat menyaksikan siswa dan siswi lari bergegas ke lapangan.

Pintu gerbang saat itu juga sudah tertutup dan aku masih berada di luar.

"Terlambat ya neng" ujar Kang Ayan satpam di SMA tersebut.

"Ya iyalah kang, emm anu boleh lah kiranya saya masuk hehe (Tertawa kecil)"

"Hehe, ya gak bisa. Ini udah telat terus semua murid pindahan udah pada baris" Kang Ayan balas tertawa yang tidak ikhlas

"Ehh, Kang saya ada duit 50ribu nih. Mau gak?" tertawa licik sekali lagi

"Ahahaha, gak makaSEH" sambil mengambil duit lalu membuka gerbang sekolah

Aku masuk dan tersenyum kepada Kang Ayan karena mau ngambil duit ku lalu membukakan gerbang, ya padahal duit itu dari saku Kang Ayan sendiri yang hampir jatuh. Dan kiranya itu adalah duitku.

Aku tertawa keras tapi tak sekeras Toa yang di pakai oleh ketua OSIS di lapangan.

Berjalan terus berjalan melewati murid yang tengah berbaris tanpa bersalah. Namun tiba-tiba tetdengar seseorang memanggil ku keras dengan sebutan
"Gadis Payah", saat ku balikkan badan lelaki itu terlihat dengan wajah marah dan semua murid pindahan melihat ke arah ku.

"Kamu, gak tau diri atau apa!? Sudah terlambat baju berantakan. Bahkan lupa sedang dalam status MURID PINDAHAN"

"Oo jadi gini ya SO jaman sekarang, udah lebih berkuasa dari pada ketua OSISnya sendiri"

"Apa SO? Apaan ya?"

"Aduhhh, ngatain orang gadis payah. Ternyata dia lebih payah SO aja gak tau. Nih ya SO itu SEKRETARIS OSIS"

"Ya, gue akuin lo salah satu murid pindahan yang alay di sini"

Ketika wajahku marah dan ingin mendorongnya, ketua OSIS mendekat ke arah SO itu dan berbisik sebentar, dan tak lama kemudian sekretaris pergi kembali ke lapangan mengurus murid pindahan dan membubarkannya.

"Kamu, memang benar murid pindahan. Ya jelas ternyata sekolah mu dulu tidak mau lagi menerimamu karena sikap mu yang begini kan?" ucap ketua OSIS tampan yang gayanya emang keren tapi tetap aja bagiku dia tidak sekeren itu karena telah mengejekku.

"Aha, kamu tidak sepenuhnya benar. Maaf ya kak Ketos ets Ketua OSIS nanti gak ngerti lagi, saya tau anda dan SO tadi kaka kelas saya. Tapi tolong pengarahannya karena saya belum mengerti harus apa disini"

Dia mengangguk kecil dan pergi meninggalkan ku, menghampiri pengurus OSIS perempuan di bawah pohon rambutan.

Lalu terlihat seorang siswi menghampiriku dan tersenyum.

"Kamu kalo gak salah Rechaca Atala Nanda ya? Saya Agustina Aulia panggil aja Aulia, ya saya akan bantu kamu untuk mengetahui peraturan, tata tertib dan tentang sekolah ini juga para OSIS. Karena saya tau kamu pasti ketinggalan pengumuman tadi kan" tersenyum manis

"Oh, iya Aulia kamu kelas XII kan? Jurusan apa?"

"Aku jurusan IPA, kamu juga jurusan ipa kan. Apa lagi sekelas, sama-sama kelas XII- IPA. Oke Rechaca kita kesana dulu yuk, panas di lapangan"

"Iya, panggil aku Chaca aja"

Kami berbincang mengenai peraturan, tata tertib, tentang sekolah ini seperti yang Aulia katakan padaku bahwa ia akan menjelaskan semuanya.

Perbincangan kami tentang sekolah ini sudah selesai, tinggal mendengar tentang OSIS pengurus dan anggotanya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Mar 23, 2018 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Dee'sCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang