حُرِّمَتۡ عَلَيۡكُمۡ أُمَّهَٰتُكُمۡ وَبَنَاتُكُمۡ وَأَخَوَٰتُكُمۡ وَعَمَّٰتُكُمۡ وَخَٰلَٰتُكُمۡ وَبَنَاتُ ٱلۡأَخِ وَبَنَاتُ ٱلۡأُخۡتِ
"Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu, anak-anakmu yang perempuan, saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan, saudara-saudara ibumu yang perempuan, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang lakilaki, dan anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan...."
(an-Nisa: 23)
وَأُمَّهَٰتُكُمُ ٱلَّٰتِيٓ أَرۡضَعۡنَكُمۡ وَأَخَوَٰتُكُم مِّنَ ٱلرَّضَٰعَةِ
"Dan (diharamkan atas kalian) ibu-ibu kalian yang telah menyusukan kalian dan saudara-saudara perempuan kalian dari penyusuan." (an-Nisa: 23)
•●■●•
"Bunda, kalau bunda sayang sama Kiki, harusnya bunda cerita dari awal."
Jeda sebentar. Kiara menatap putihnya atap-atap rumah sakit yang kian kusam. Mencoba memasukkan kembali air matanya yang mulai memaksa keluar dari kelopak.
"Jadi... nggak akan serumit ini masalahnya. Ini tentang Kiki, Kak Patra, dan bunda. Dan mungkin, ini juga tentang calon adik Kiki. Kiki tau Kiki emang masih kecil, tapi kita cuma berdua, bun. Dengan calon adik Kiki yang juga akan hadir nantinya. Kiki..."
Wajahnya tak mampu lagi berpaling dari wajah pucat bundanya. Tangisnya pun pecah, "Kiki sayang sama bunda."
•●•
A.N
Cerita ini, bisa dibilang percobaan (eh)
😁. Saya akan hadirkan beberapa part, untuk melihat respon pembaca. Dan jika hasilnya nihil, munghin akan saya unpub. Maka dari itu, jangan lupa komen tanggapan kalian ya😊
•FT•
YOU ARE READING
U N K N O W N
Teen Fiction" Dia itu orangnya ceria, ceroboh, dan nggak tau malu. Dia selalu PD sama jilbabnya yang gede, meskipun sering diejek 'kayak ibu-ibu'. Tapi dia lebih percaya hukum tuhan ketimbang omongan orang. karena dia tau, ISLAM MEMULIAKAN WANITA. Dan itu yang...
