prolog

165 89 35
                                        

Luna, Qiana, Abila, dan Resha adalah salah satu murid kelas XI SMU Harapan 2 Jakarta. Mereka sudah bersahabat sejak pertama kali masuk SMU ini.

Diantara mereka berempat hanya Qianalah yang belum mempunyai pacar, padahal sudah banyak yang menyatakan cinta kepadanya tetapi ditolak mentah mentah oleh Qiana. Entah lah mungkin Qiana belum ingin masuk kedalam dunia cinta yang penuh dengan khayalan.

Pagi ini mereka akan berangkat sekolah seperti biasanya. Yap karena rumah mereka yang berjauhan tak mungkin bagi mereka untuk berangkat sekolah bareng, palingan mereka akan berkumpul dikelas atau gak didepan gerbang sekolah kalau mereka pas pasan sampainya.

"Lun lo kok gak bareng sama Resha sih? biasanya kan kalian selalu sama datangnya" tanya Abila. Luna berjalan kebangkunya lalu meletakkan tasnya dan sesudah itu berjalan menuju bangku Bila yang disana juga ada Qiana.

"Gue gak ketemu Resha di gerbang depan, mungkin aja dia ada urusan jadi telat gini deh" jawab Luna. Qiana dan Bila mengangguk tanda membenarkan ucapan Luna.

Kringgg~

Bel sekolah berdering diseluruh penjuru sekolah, sehingga semua murid segera masuk kedalam kelas mereka masing masing, terkecuali dengan Qiana, Luna, dan Bila mereka gak masuk lagi kekelas, toh mereka sejak tadi sudah ada didalam kelas, jadi mereka hanya kembali ke bangku mereka masing masing aja.

Buk Dera guru pelajaran bahasa Indonesia masuk kekelas XI B, yaa itu adalah kelas Qiana, Luna, Bila, dan Resha. Semua murid diam dan melipatkan tangan mereka diatas meja. Sampai akhirnya ketua kelas, Rozi menyiapkan kelas XI B ini.

Sesudah kelas disiapkan, buk Dera pun melakukan ritual yang wajib dilakukan sebelum memulai pejaran.

"Abila Khayrani!"
"Hadir buk"

"Aresha Ravan Arabella! "
"Belum datang buk"
"Kenapa? "
"Gak tau buk"

"Ankita Vatmala!"
"Hadir buk"

"Arya Putra!"
"Hadir buk"

"Luna Saira Maharani! "
"Hadir buk"

"Rozi Andri Wijaya"
"Hadir buk"

"Qiana Anuradha Malvina!"
"Hadir buk"

Dan begitu seterusnya sampai seluruh nama siswa diabsen satu persatu. Sesudah melakukan ritualnya buk Dera pun memulai pelajaran dengan menyuruh siswa siswi kelas XI B  membuka buku mereka, dan buk Dera pun mulai menjelaskan.

Semua murid tampak sedang serius dengan materi yang disampaikan oleh buk Dera. Tetapi waktu harus memisahkan mereka, yaa bel istirahat yang memisahkan mereka. Rozi pun kembali menyiapkan kelas dan sesudah itu buk Dera pun pamit keluar. Bila, dan Qiana menghampiri bangku Luna lalu ketiga wanita itu melangkahkan kaki mereka menuju kantin.

Suasana riuh menghiasi kantin sekolah ini, Qiana dan Luna duduk disalah satu bangku kantin sedangkan Bila memesan bakso dan mie ayam yang akan mereka santap siang ini.

"Qi, si Resha kok gak datang sih? Tumben tumbenan tu anak bolos sekolah" kata Luna.

"Gue juga gak tau, mungkin aja dia ada urusan" jawab Qiana lalu kembali lagi ke benda persegi panjang miliknya. Keheningan kembali melanda kedua sahabat ini, sampai akhirnya 2 orang cowok datang ke meja mereka. Mereka adalah Alvin dan Tristan.

"Lun mana Resha kok gue gak ada nampak dari tadi? " tanya Tristan pacarnya Resha. Seperti yang dibilang diawal tadi kalau Resha, Luna, dan Bila sudah mempunyai pacar kecuali Qiana.

"Resha gak datang Tris, kayaknya dia lagi ada urusan makanya gak datang" jawab Luna.

"Kalau Bila mana? " yang nanya kali ini Alvin, pacarnya Bila. Sebelum Luna menjawab tiba tiba aja Bila datang membawa nampan yang berisikan 2 mangkok mie ayam, 1 mangkok bakso, dan 3 jus jeruk.

"kenapa Vin nyariin aku? " tanya Bila.

"Hmm gak ada emang pacar gak boleh nyariin ya"

"Kenapa sih kalian gak pernah nganggap aku" -Qiana

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

TBC

Maaf kalau banyak typo. Wah wah apa maksud omongan qiana yah?
Dan resha kemana? Lihat di next chapter. Jangan lupa voment nya sobat.
ILY❤

who is she? Příběhy, které tě pohltí. Začni objevovat