1 - Teringat kembali

41 7 1
                                        

Siang hari yang panas membuatku ingin menikmati sesuatu yang dingin, setidaknya untuk menyegarkan tenggorokan yang mulai kering.

"Aku ingin membeli es krim dulu ya kesana" ucapku sambil menunjuk sebrang jalan.

Pria yang berada di hadapanku hanya bergumam, seakan akan tidak peduli. Bahkan ia lebih tertarik melihat hp nya dibandingkan diriku.

Aku menghembuskan nafas kasar, lalu beranjak pergi.

Pria itu ialah Ardi, pacarku.

Tetapi entah mengapa, ia tiba tiba berubah, seperti bukan ardi yang ku kenal.

Setelah selesai membeli es krim dan hendak menyebrang, aku melihat Ardi dan seorang wanita. Dan kalian tau? Mereka berdua tertawa bersama seperti sepasang kekasih yang sangat bahagia.

Aku bahkan sudah lama sekali melihat Ardi tidak tertawa seperti itu.

Bagaimana ia bisa tertawa dng perempuan yang tak kukenali itu? Siapa dia? Siapa perempuan itu? Mengapa dia bisa begitu dekat dengan Ardi?

Begitu banyak pertanyaan yang muncul di kepalaku.

'BRAKKK'

Mobil berkecepatan tinggi menabrak diriku yang sedang melamun. Badanku terhempas sangat kuat sehingga darah segar mengalir dengan derasnya di sekujur tubuhku.

Yang kuingat saat itu banyak sekali orang orang berteriak sedangkan aku merasa sudah tidak berdaya lagi.

•••

Aku tersadar dan memicing-micingkan mataku untuk menetralisir cahaya yang masuk.

Rumah sakit, aku berada di rumah sakit sekarang. Aku melihat kedua orang tuaku tertidur seperti sangat kelelahan.

Entahlah, rasanya aku sudah lama sekali tertidur layaknya putri tidur.

Aku mengambil ponselku yang lumayan hancur karna insiden kemaren.

Kemudian aku melihat tanggal dan ..astaga!

Aku tertidur hampir 1 minggu dirumah sakit ini. Bisa dibilang itu waktu yang tidak sebentar.

Aku membuka aplikasi chat yang sudah 999+ notifikasi nya. Banyak yang mengucapkan GWS untukku.

"GWS marshaaa"

"Cepat mati marsha,
Cepat mati penyakitnya. Hehe"

"Getwelsun marsha&bear"

Begitulah kira kira ucapan ucapan dari teman temannya.
Dahinya menyerngit ketika melihat pesan dari Ardi.

Ardi:
Marsha, gue mau kita putus, gue udh bosan sama lo, semoga lo bisa nerima kenyataan

Bagai disambar petir, ia sangat terkejut melihat pesan tersebut, dan tanpa disadari bulir bulir air mata dengan cepat jatuh di pipinya.

Bahkan, akupun masih menginginkan hadirmu disini dengan perasaan yang sama, tidak peduli berapa kali kau menyakiti.

"semakin kita berharap untuk kebahagiaan yang sama, semakin dalam kita menyimpan luka di dalam hati"

***

Angin sepoi sepoi yang menyapa,membuatku tersadar dari lamunanku.

Kejadian 4 tahun yang lalu itu, selalu tersimpan dalam memoriku, bahkan sakit hati pun masih terasa sampai saat ini.

Aku bergegas mencuci muka dan turun ke bawah, ke ruang makan, karena sekarang sudah jam makan siang.

"Marsha, kamu kenapa nak?" tanya Rinni pada anak kesayangannya itu.

Marsha yang baru turun dari tangga, terdiam di tempatnya dan mengangkat kepala menatap ibunya.

"huh? Gapapa kok ma, aku lagi agak pusing aja"

Rinni mengangkat bahunya acuh dan kembali melanjutkan aktivitasnya menyiapkan makan siang.

Ketika semua orang sudah menyantap makanan yang terhidang, Marsha hanya menatap sendok dan garpu yang ada diatas piringnya.

Jevin melihat tingkah anak perempuannya itu.

"Ekhm, Marsha kamu ga makan? Cuma sendok nya aja yang kamu liatin? Makanannya nggak?" tanya jevin dengan suara gagahnya.

"Gak mood makan paaa" balas marsha.

"Makan aja sedikit dulu nak"

"Iyadehhhhh" jawabku malas

Suasana kembali hening, mereka menikmati makanannya masing masing.

"Marsha, mama sama papa mau bilang sesuatu sama kamu" pinta Rinni.

"Mau bilang apa ma?" balas Marsha sambil mengunyah makananya.

Rinni menghela nafas dan berbicara.
"Mama gamau liat kamu larut dalam kesedihan terus menerus, Mama sama Papa udh sepakat mau menjodohkan kamu dengan anak teman papa kamu"

Marsha terkejut dan membulatkan matanya menatap orang tuanya secara bergantian.

Dijodohkan? Bagaimana bisa? Bahkan orang yang akan dijodohkan dengan ku pun aku tak tahu siapa.



* B A L A N C E *


Yeyyy akhirnya Bagian 1 di publish juga.

Jangan lupa Vote, Comment dan Share cerita ini ke teman teman kalian.

Makasih, sampai jumpa^o^

BalanceHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora