MIMPI BURUK!!!

479 12 7
                                        

Namaku Calliere Auth, semua orang sering memanggilku dengan sebutan Callie. Nama yang mungkin sangat tidak asing dan banyak orang yang memakainya, namun tidak semua orang mempunyai kebanggaan tentang nama itu.

Teman-temanku berkata aku si gadis kutu buku yang memiliki wajah cantik, namun tertutupi oleh kacamata tebal dan besar yang menutupi setengah wajahku. sebenarnya aku tidak memiliki minus pada mataku yang masih normal

Tapi, aku hanya sangat menyukai kacamata besar ini, untuk membuatku percaya diri, walaupun banyak orang yang berkata jika aku bodoh menutupi auraku dengan kejelekan yang kubuat sendiri.

Dan terkadang sebagian temanku menertawakan nama yang melekat dalam diriku, sebagai identitasku untuk seumur hidup. Dan sempat aku berfikir nama yang kedua orangtuaku berikan tidak memiliki arti yang bagus, namun pada nyatanya. Nama ini sungguh memberi banyak keberuntungan di setiap hariku

Tidak setiap waktu aku memiliki keberuntungan, aku juga memiliki sisi luka dan kesedihan yang jarang sekali ku perlihatkan pada orang lain. karena aku hanya memiliki sedikit teman dan satu orang sahabat dalam hidupku.

Tidak lain adalah Feira, seorang gadis yang sangat di kagumi oleh semua lelaki di sekolahku bahkan ada yang sampai berlomba untuk meraih cinta dan perhatiannya.

Bukankah berbanding terbalik denganku seorang gadis yang sama sekali tidak pernah dekat dengan lelaki di sekolahku, jangankan berdekatan bertegur sapapun hanya beberapa lelaki yang melakukannya. Memang miris sekali

"Callie....." panggil seseorang yang kusebut sebagai sahabat saat ini

Aku menoleh, melihat kearahnya yang tengah berlari menghampiriku dengan seragam yang sedikit lusuh serta rambut yang tak tertata rapih. namun tidak mengurangi cantiknya yang justru semakin bertambah. Sangat mengherankan, bukan?

"Ada apa?" tanyaku pada Fie, sahabatku

Dia tersenyum dan berkata "Aku ingin nitip absen, hari ini yang terakhir. Jodhy sudah menungguku di gerbang" katanya sambil cengengesan tanpa rasa malu

Selalu seperti ini, kebiasaan Feira yang sangat aku tidak suka yaitu membolos di jam mata pelajaran. Dan aku harus menutupi absennya untuk berduaan dengan pria yang tak jelas asal usulnya, inilah satu minus dari Feira sahabatku dia seorang BAD GIRL

"Untuk kali ini, aku tak ingin melakukan hal yang selalu kulakukan. Kita harus lebih giat belajar Fei, aku tak ingin kau tidak lulus tahun ini. Kau sering sekali bolos" ucapku sedikit keras

Fei mendelik sebal dan berkata "Aku tidak terlalu memintangkan hal itu, yang kupentingkan saat ini. Hanya kesenangan dalam hidupku, dan kesenangan itu hanya bisa di berikan oleh Jhody seorang" katanya dengan nada menyebalkan

"Kesenanganmu hanya bersifat sementara, kau masih punya masa depan dan aku mohon tinggalkan Jhody. Karena dia tak baik untukmu" ucapku mengingatkannya

Feira menatapku dengan tatapan bengis dan seperti tak suka dengan ucapanku yang kukatakan padanya, kita memang sering saling cekcok mengenai hal semacam ini dan pelajaran.

"Memang benar, seperti yang di ucapkan oleh yang lainnya. Kau dan aku tak sama Call dan kita tak cocok menjadi seorang sahabat bahkan teman. Kau terlalu naif dan berpikiran kuno! Bahkan lihat saja dirimu, dalam hidupmu tak pernah aku melihat kau berpacaran dengan lelaki!" ucapannya sangat menyakiti hatiku, namun ku abaikan perkataanya

Aku hendak menggenggam tangannya untuk mengajak Fei masuk kedalam kelas, namun dengan kasar ia menepis dan berkata "Selama ini, aku mendekatimu hanya untuk memanfaatkanmu. aku pikir kau gadis pintar namun nyatanya kau bodoh karena tak menyadari aku telah memanfaatkanmu!" katanya dengan nada tinggi

"Aku akan masuk kedalam kelas, ikuti aku sekarang sebelum jam pelajaran dimulai" ucapku bergetar menahan rasa sakit dihatiku yang ku abaikan karena aku menyayanginya sebagai sahabatku.

Saat aku hendak melangkah pergi, meninggalkan Fei dengan amarahnya yang tak kuketahui meluap dan meledak hanya karena masalah sesepele ini.

Fei mengumpat seolah itu bukanlah dirinya "Kau seorang wanita naif yang selalu berbuat seakan kau yang paling benar dan paling hebat, namun lihat saja nanti kau akan berbuat salah dalam hidupmu!!!" umpatnya yang terus menggema dalam telingaku dan membuat dadaku sesak hingga mataku mengeluakan basah yang disebut airmata.

Dia meninggalkanku dengan mata yang penuh kebencian dan amarah yang sangat tak kupahami apa penyebabnya

#flashback off

Segera kubuka mataku dan melihat sekitar kamarku yang gelap dan sedikit sinar masuk melalui celah gorden jendela yang terbuka sedikit. lagi-lagi aku bermimpi tentang masa lalu yang selalu membuatku merasa sedih jika mengingat semua itu

Iya benar, kejadian yang telah terjadi 5 tahun yang lalu, selalu tergambar jelas dan terasa nyata setiap harinya aku selalu di hantui mimpi buruk itu terus menerus dan membuat hidupku lelah dan hingga saat ini aku tak mempercayai kata TEMAN dalam hidupku, bahkan tak percaya pada orang lain.

Seperti biasa setiap harinya, begitupun dengan pagi ini, aku merapihkan penampilanku untuk bekerja di toko bunga milik paman baik hati yang bersedia memperkerjakanku, aku telah bekerja 2 tahun dengannya , dan aku sangat bersyukur karena paman yang bernama Ardito adalah pria paruh baya yang sangat baik dan penyayang.

"Selamat pagi paman.." sapaku pada paman Ardito setiba datang ke toko dan melihat paman Ardito yang tengah duduk di kursi favoritnya

Dia tersenyum sangat ramah dan berkata "Sepertinya kau terlihat sedikit pucat Callie, apa kau sakit?" tanyanya padaku yang hanya menggeleng malu

"Andai saja anak pria paman ada disini, pasti dia yang akan memeriksamu" ucapnya dengan nada bangga

Aku tersenyum, selalu itu yang di katakan oleh paman Ardito padaku, tak hanya itu saja bahkan sangat banyak ia memuji anak semata wayangnya yang berprofesi seorang dokter muda di italia

"Aku tidak apa-apa paman, tapi tumben sekali paman pagi-pagi sudah rapih" tanyaku melihat senyum sumringah di wajahnya

Paman Ardito hanya tersenyum mencurigakan dan berkata "Apa kau ingin membuatku senang?" 

Aku menyerngitkan keningku dan menganggukkan kepala walaupun ada rasa curiga dengan senyuman itu "Datanglah kerumahku nanti malam, dan pakailah gaun yang minggu lalu telah kubelikan untukmu. jam 7 kau harus sudah ada di rumah paman"

Aku terdiam, mengingat gaun pemberian dirinya padaku sebuah gaun yang sangat indah nan cantik

"Kenapa aku harus memakai gaun mewah itu paman? lagipula itu gaun pesta yang sangat cantik dan indah tidak pantas untukku" ucapku sambil tesenyum kikuk

Paman Ardito menggeleng dan berucap "Kau sangat cantik, gaun itu sangat cocok untukmu. dan jangan lupa undanganku malam ini. jangan membuatku kecewa" ucapnya sambil pergi

Ada sedikit rasa penasaran yang bersemayam dalam hatiku, hingga aku memikirkan hal konyol dan menjijikan yang seharusnya tak pernah kupikirkan dan terbayangkan.

"Apa kau gila Callie, tidak mungkin paman Ardito menyukai gadis jelek dan tidak bernafsu sepertiku. lihat saja tubuh datar dan tidak menggairahkan ini" batinku memaki diriku sendiri yang telah berpikir jika paman Ardito hendak menjadikanku sebagai pengganti istrinya yang telah meninggal

Namun, harus kuakui pesona dan ketampanan paman Ardito masih menonjol dan berkharisma sehingga orang lupa jika dirinya telah berusia setengah abad lebih.




TBC.....

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Mar 30, 2019 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Wedding A FoolStories to obsess over. Discover now