Levi mengetuk-ngetuk mejanya dengan pulpen berwarna metalik miliknya, sejak 4 menit terakhir. Tidak terlalu keras, namun cukup membuat beberapa murid di sekitarnya terganggu. Protes? Jangankan bicara, melirik padanya saja mereka tidak bisa.
.
~Aishiteru Baka~
Chapter 12: Not 'Together' but 'To-get-him'
Character bukan milik saya!
Ceritanya iya punya saya murni.
Warning!
Yaoi
Levi×Eren
OOC
So, don't like don't read
.
Jam menunjukkan pukul 8.47. Harusnya sekarang sudah memasuki jam ke dua. Dan sejak bel berbunyi, guru bahasa inggris mereka, Irina Jelavich belum datang juga.
(/MinjemIrinaSensei/)
Tidak ada pemberitahuan mengenai rapat guru maupun tentang sensei Irina yang tidak masuk. Keadaan kelas sungguh ricuh dan berantakan bukan main. Murid-murid yang berkeliaran seperti tupai mencari kacangnya kesana-kemari.
Bahkan Jean sampai melompat di atas meja seluruh kelas hanya untuk menghindari kejaran Connie yang juga melompat diatas meja. Ya, kecuali tempat Eren dan Levi. Tidak ada yang berani mengganggu sang surai cokelat, dan tentu saja orang disampingnya yang merangkap tidak langsung sebagai malaikat maut pribadi Eren karena posisi duduk mereka. Yang siap untuk menghancurkan bahkan membunuh siapapun yang mendekati meja mereka.
Mari beralih ke tempat duo favorit kita.
Yang satu tertidur pulas, yang satu asyik berkutat dengan sebuah buku. Tapi mari perbesar lagi.
Yang sedang asyik membaca, kenapa bukunya saja yang ditaruh di depan wajah?
Kenapa wajahnya memperhatikan wajah sang putri tidur?
Dan kenapa pula buku yang dibacanya terbalik atas dan bawah.
Si putri tidur, dengan asyiknya memejamkan mata, dengan mulut terbuka kecil, dan terdengar sebuah dengkuran halus. Membuat orang disebelahnya hampir bisa memiliki kemampuan membaca buku secara terbalik.
Sungguh malang nasibnya, menerima sebuah apel beracun (baca: tugas bahasa inggris) dari seorang nenek sihir (baca: sensei) yang membuatnya tertidur di pagi hari (baca: ketiduran).
Daripada terlalu banyak kata 'kenapa' dan membahas dunia dongeng, mari beralih beberapa detik ke sebuah benda menyebalkan yang selalu ada di setiap pojok penjuru sekolah ini. Benda hitam, kotak, dan berisik. Yang sebentar lagi..
Kriiiiingggg...
Akan berbunyi..
Lihat kan? Benda keramat yang menurut kita menyebalkan, tapi menurut orang lain bagai sebuah suara panggilan menuju surga.
"Nngghhh.. Hoaahmm.. Sudah pulang ya?" sungguh terlalu. Datang kesekolah, tidur, dan berharap sudah pulang. Prinsip DTP. Datang, tidur, pulang. Jangan dicontoh.
Levi iseng melirik ke samping, mencuri pandang. Eren tengah mengusap-usap matanya, dan mengerang kecil, bagai anak kecil yang susah dibangunkan untuk bangun pagi. Jika Eren saat ini anak kecil sungguhan, Levi akan menawari Eren dengan permen, membawanya ke rumahnya, dan lalu.. Oke, sisanya pikirkan sendiri. Levi terlalu gengsi dan tsundere untuk mengatakannya. Lagipula mengapa akhir-akhir ini ia suka sekali memperhatikan Eren? Konyol.
"Eh?! Sudah pulang ya??" tolol. Itu kata pertama yang muncul di benak Levi.
"Kenapa tidak ada yang membangunkanku sih??" idiot. Kata kedua.
YOU ARE READING
~Aishiteru Baka~
RomanceEren Jaeger, murid yang cukup populer di sekolahnya. Ceroboh, agak bodoh, talkactive, dan agak lugu. Berbalik dengan Levi Ackerman, murid paling pendiam, namanya selalu ada di papan pengumuman tryout dengan peringkat sepuluh besar. Ketika manik Eme...
