Menurut Adela hari ini adalah hari yang paling menyebalkan, bagaimana tidak karena hari ini adalah hari pertama ia masuk ke sekolah mengah atas setelah libur panjang, ya namanya Adela Faranisa Ardani perempuan mungil yang bisa membuat semua orang menggelengkan kepala hanya karena tingkah laku yang sepertinya tidak mengenal lelah.
"Adela cepat turun, nanti kamu bisa-bisa kesiangan"
"Sebentar maaa, sebentar lagi Dela turun" dengan suara yang sangat lantang
Adela segera turun agar tidak kena dimarahi ibunya karena terlalu lama diatas.
"Kamu sudah siap Dela?"
"Sudah pa ayo kita caw, dahhh maa"
"Assalamualaikum Adela"
"Hehehe assalamualaikum mama, Dela pergi dulu ya" sambil mencium pipi ibunya.
"Iya hati-hati sayang"
Di mobil ia membuka hpnya dan ngechat temannya yang 1 gugusnya nanti.
"Lan, jangan lupa duduk sama gua, kalau misalnya ada yang mau duduk sama lo bilang aja awas nanti dicabik harimau"
"Yaelah, gausah se-lebay itu deh Dela gua tungguin ko"
"Oke tunggu ya bentar lagi sampe"
Tidak ada jawaban dari Lani, Adela sedikit kesal karena pesannya tidak ada balasan dari Lani tapi ia tidak terlalu memusingkan itu.
Setelah sampai di sekolah dengan langkah santai ia mencari kelas dengan bertuliskan GUGUS 5, setelah ketemu Adela pun langsung memasuki ruangan tersebut dan mencari temannya yang sudah menunggu.
"DOR"
"Dela apaan si lu ngagetin gua aja, malu tau diliatin orang-orang"
Adela hanya tersenyum tak bersalah dan meminta maaf kepada orang yang berada di sekitarnya.
"Ya maaf abisnya lo kaya sibuk sama hp lo doang, gamau nyari temen baru apa, gua si bosen temanan sama lu mulu dari smp"
"Oh lo bosen, yaudah gua pindah ya" dengan nada yang dibuat-buat
"Eh ya jangan lah gua kan bercanda seriusan amat dah mbanya hehehe" dengan cengiran di mukanya.
Sujujurnya Adela sangat malas mengikuti kegiatan MOS seperti ini karena hanya akan mendapat marahan dari senior senior yang berlagak sok menjadi raja dan ratu sekolah.
"Lan gua males deh, pengen pulang aja rasanya!!" dengan kaki yang dihentak hentakan
"Eh buset lu bisa ga sih kalo ngomong rada di pelanin dikit suaranya kuping gua sakit tau" ucap Lani sambil mengusap telinganya.
"Hehehehe ya maap Lan abisnya bete tau ngikutin acara kaya gini".
"Dasar Adela kerjaannya ngeluh mulu" ucap Lani di dalam hatinya.
"Lan cogan cogan pada kemana ya ko ga ada yang muncul" kata Adela dengan bertopang dagu
"Yaelah Adela Faranisa Ardani bisa ga sekali aja kalo di tempat baru gausah ngurusin cogan cape gua dengernya Del capee" sambil mengusap dadanya
"Ih Lani lo tuh ga bisa membuat teman lo yang satu ini bahagia apa" dengan bibir yang dimanyunkan 5 centi ke depan
"Terserah lo Del"
"Mending kita muter-muter aja yu Lan siapa tau nemu, jodoh itu kan harus dicari jangan ditungguin dong" Adela berkata dengan sumringah
"Iya iya gua ngikut aja"
Setelah beberapa saat mereka berputar di area sekolah, Adela dan Lani pun sedikit kelelahan dan pada akhirnya duduk di kursi area lapangan basket dan melihat-lihat orang yang sedang bermain basket.
Saat akan mendudukin kursi...
"DUG"
"AWWWWWWWWWWW" teriakan siapa lagi kalau bukan Adela yang sangat menggelegar.
"Iiiiiii siapa si yang lempar bola basket ke kepala gua, gabisa main basket apa?!!"
"Eh sorry sorry, lo baik baik aja?" Katanya dengan nada yang sedikit panik.
Saat Adela ingin marah-marah ia sedikit tertahan karena muka bak malaikat dan bertanya keadaannya dengan nada panik. Tapi otaknya lebih pintar mengambil keputusan dari pada hatinya dengan cepat ia marah-marah kepada orang itu.
"Lo tuh bisa main basket ga sih hah!!" Dengan nada yang sangat tinggi dan melengking
"Dia bisa ko main basket, jago malah dia kaptennya disini" ucap Sebastian dengan nada santai
"Lo apaan si Bas ikut-ikutan aja deh"
"Ya seharusnya lo sebagai murid baru dan lo ade kelas kita lo harus lebih sopan dikit dong"
Ya Sebastian adalah senior Adela saat di SMP dan sekarang menjadi seniornya lagi di SMA wajar jika mereka saling kenal.
"Ya kalo dia jago main basket harusnya dia tangkep lah bolanya jangan biarin kena kepala gua" dengan nada kesal
"Tapi kan" terpotonglah ucapan Sebastian karena ucapan Darren
"Gapapa gua juga ko yang salah ga hati-hati jadi bolanya kena kepala lo, sekali lagi maaf ya" ucap Darren dengan nada yang tulus
Adela pun terpaku diam belum ada laki-laki yang meminta maaf kepadanya dengan tulus seperti itu ditambah mukanya Darren yang menawan bak malaikat itu.
"Oke gua maafin" dan Adela pun pergi dengan senyum tipis di mukanya.
Setelah sampai di kelas Adela langsung bergosip ria dengan Lani.
"Bener kan lan kata gua jodoh tuh harus dicari jangan ditungguin" katanya dengan senyum-senyum sendiri
"Apanya yang bener pala lo hampir benjol gegara kena bola basket oncom"
"Ya tapi yang mau benjolin kepala gua ganteng banget Lan banget banget ini sih"
"Iya semerdeka lo aja dah"
Hari itu Adela pulang dengan hati yang senang, tidak tahu alasannya apa tapi ia senang apa ini yang dinamakan cinta pandangan pertama? Apakah cinta pandangan pertama itu nyata? Cepat atau lambat Adela akan mengetahuinya.
YOU ARE READING
RINDU
Short Story"kenapa sih lo jutek banget sama gua Adelio?" Tanya Adela dengan heran "Gatau, emang kaya gini" jawab Adelio dengan muka datar dan seadanya
