0. Prolog

234 43 14
                                        

Untuk kamu yang makan terus
Tapi bercita-cita ingin kurus
Kerjaannya nyerocos terus
Kayak nggak pernah haus.

Ini pertama kalinya aku menulis surat
Berharap dapat membuatmu semakin terjerat
Walau aku yakin kamu akan selalu terpikat.

Suratku yang sebelumnya nggak usah dianggap
Itu hanya coretanku yang gagap
Karena nggak pernah mampu berkata manis
Juga jarang bersikap romantis
Aku hanya mencoba memperlakukanmu dengan realistis
Nyatanya kita nggak tinggal di dunia dongeng yang membuat wanita sampai menangis.

Banyak yang bilang kamu beruntung
Karena memiliki aku yang ganteng
Nyatanya memang benar
Buktinya jantungmu selalu berdebar.

Aku selalu gemas melihat kebodohanmu
Tapi lebih gemas melihatmu yang selalu membuatku cemburu
Karena kamu nggak pernah sadar
Senyumanmu membuat lelaki terkapar.

Aku selalu kesal waktu kamu mulai nggak percaya diri
Berkata bahwa kamu nggak cantik
Padahal kamu begini saja aku sudah khawatir
Karena banyak lelaki di luar sana yang tertarik.

Jangan pernah ragu untuk bercerita
Aku akan mendengarkannya tanpa terpaksa
Nggak apa kalau kamu ingin bermanja
Sebisa mungkin aku akan menahan diri agar tidak melemparmu ke luar angkasa.

Aku hanya lelaki biasa
Tanpa kekuatan cenayang
Yang mampu mengerti apa yang kamu pinta
Tanpa kamu bilang terus terang.

Jangan pernah bosan
Menjadi pacar Arjuna
Yang akan selalu tampan
Dan juga mencintai Nuansa.

P.s Aku enggak bisa bahasa baku, soalnya indoku remed, Sa.

P.s.s Tapi ini udah bikin baper, 'kan? Bilang enggak, kusleding kau sampe nyungsep.

P.s.s.s Enggak pernah traktir bakso, ya? Padahal duit aing habis soalnya traktir kuli kayak situ.

Dari :
Arjuna Raihan yang lebih ganteng dari Dilan

Untuk :
Nuansa pacar aing, yang katanya secantik Milea.
Halah prettt!

End Up HereStories to obsess over. Discover now