Sebuah limousin melaju dan membelah jalanan sepi, di dalam limousin tersebut duduklah seorang gadis dengan rambut bewarna coklat sepinggang dan iris mata bewarna hijau gelap, menampilkan kesan misterius dan dingin, tapi memiliki keindahan tersendiri.
Menatap pemandangan diluar melalui jendela limousin, gadis itu sesekali akan melirik seorang perempuan yang satu tahun lebih tua darinya. Memiliki rambut pink sepinggul dengan warna iris mata senada, yang kini sedang duduk disamping gadis itu.
Mengetahui jika gadis yang saat ini sedang duduk disebelahnya sesekali akan melirik kearahnya, gadis beriris pink itu pun sesekali juga akan menolehkan pandangannya dari buku yang dibacanya kepada gadis itu, dan sesekali dia juga akan tersenyum kepada gadis itu.
Hingga akhirnya, limousin yang mereka tumpangi berhenti di depan sebuah mansion besar dan megah yang dilengkapi dengan ornamen-ornamen yang menakutkan sebagai hiasannya.
Turun dari dalam limousin, gadis bernetra hijau gelap itu berjalan mendekati gerbang sambil menarik koper biru miliknya dengan wajah tertekuk, di belakangnya gadis bernetra pink mengikuti dirinya sambil menarik koper pink miliknya.
Berhenti di depan gerbang, di taman mawar yang ada di halaman mansion itu dia melihat seorang gadis dengan rambut ikal bewarna platinum blonde seleher yang sedang memetik beberapa tangkai bunga mawar.
Menyadari jika gadis bernetra hijau tak kunjung bersuara, gadis bernetra pink akhirnya memutuskan untuk berjalan ke depan dan berdiri di samping gadis bernetra hijau.
"Gomen kudasai..." salam gadis bernetra pink.
Mendengar suara dari arah gerbang, gadis berambut ikal pun menegakkan tubuhnya. Iris matanya yang bewarna Pink Ruby mendapati keberadaan 2 orang gadis yang saat ini sedang berdiri di depan gerbang.
Dengan sedikit terburu-buru, gadis itu berjalan menuju gerbang. Berdiri di depan gerbang, gadis itu lalu tersenyum ramah yang dibalas senyuman juga oleh gadis bernetra pink, kecuali gadis bernetra hijau gelap yang ada di sebelah gadis bernetra pink.
"Ano... Apakah benar alamat ini adalah alamat Sakamaki Mansion?" tanya gadis bernetra pink.
"Iya, itu benar," jawab gadis berambut ikal dengan masih tersenyum kearah mereka.
"Bisakah kita segera masuk?" sinis gadis bernetra hijau gelap. "Kau lama-lama membuat ku letih karena membuat ku berdiri lama disini Aluna dan menunggu gadis di hadapan kita ini membuka pintu gerbangnya."
Aluna nama gadis bernetra pink menghela nafas lelah. "Aku tau itu Airin, bisakah kau bersabar sedikit?"
Airin, nama gadis bernetra hijau gelap hanya membalasnya dengan decakan.
Menyadari kesalahannya, gadis berambut ikal buru-buru membukakan pintu gerbang. "Etto... Gomen, karena membuat kalian harus berdiri lama disini," maaf gadis itu. "Perkenalkan nama ku Komori Yui, kalau kalian mau panggil saja aku Yui," aku gadis berambut ikal.
"Senang bisa berkenalan dengan mu Yui-san," ujar Aluna. "Nama ku Yuuki Aluna, panggil saja Aluna," aku Aluna.
"Namaku Yanami Airin, kau bisa panggil aku Airin," aku Airin. "Senang bisa berkenalan dengan mu," lanjut Airin dengan nada yang datar dan wajah dingin.
Tersenyum canggung, Yui lalu mengajak Airin dan Aluna untuk masuk kedalam mansion. Ketika telah masuk, tiba-tiba saja pintu yang awalnya terbuka tertutup dengan sendirinya, tapi Airin dan Aluna hanya menganggap hal itu biasa saja, memberi kesan seakan-akan mereka sudah terbiasa mengalaminya.
YOU ARE READING
The Sweet and Special Blood
FanfictionYanami Airin adalah seorang gadis cantik dengan kepribadian yang sedikit dingin, cuek dan misterius, tapi meskipun begitu dia adalah sosok gadis yang pintar dan rajin. Kehidupannya yang menurutnya biasa-biasa saja tiba-tiba harus berubah secara dras...
