Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.

01. Sesuatu yang Berharga

351 31 6
                                        

==============||===============

"Dia sesuatu yang berharga yang kumiliki."

==============||================

*Happy Reading*

-0-

-0-

Jung Soojung masih setia menahan emosi yang hampir meledak dalam kepalanya memahami lembaran-lembarn riwayat beberapa orang yang berbeda. Wanita berambut pendek dengan wajah datar nan dingin tak memudarkan kecantikan dan pesonanya. Kegilaan kerja setidaknya bisa menghilangkan  rasa sepi dalam hidupnya selain status yang disandangnya ketika dirumah.

Soojung tentu saja pintar membagi waktu antara dirinya dan perannya diluar pekerjaan yang seharusnya tidak berkesinambungan dan tidak mencampuraduknya.

"Ada undangan dari kepala bagian departemen kejiwaan yang baru mengajak makan malam bersama."

Kepala Soojung bergerak, ia hentikan acara menggaris bawahi tulisan tercetak yang siap dianalisis ketika mendapati seseorang didepannya tengah melipat tangan didepan dada menghampiri dirinya.

Alisnya mengernyit menatap perempuan yang berusia sebaya dengannya tersenyum hangat. "Jika kau tidak keberatan...." Lanjutnya.

"Tidak ada salahnya menghibur diri, Kang Seulgi."

"Kau yakin?." Tanyanya memastikan.

"Pergi sebentar tidak akan mengurangi kasih sayang dan perhatianku terhadapnya." Sudut bibirnya tertarik, mengukir senyum.

"Kadang aku berpikir sekuat apa hati dan perasaanmu hingga kau bisa menjadi seperti ini."

Soojung tertawa renyah berjalan mendekati perempuan bermarga kang tersebut. Kang Seulgi, sosok perempuan yang selalu ada untuk dirinya, menyemangati dan memberikan kekuatan pada permasalahan yang dihadapi. "Jangan membuat drama. Kau berlebihan." Tuturnya.

"Aku salut padamu Jung. Kau benar-benar berjuang sendirian."

"Aku memang harus melindunginya karena hanya dia yang kupunya sekarang." Seulgi memeluk sahabatnya. Pancaran lembut dan tulus tersaji saat menerima pelukan hangat dari Soojung.

"Aku merindukannya. Aku merindukan Eugene." Desah Seulgi.

-0-0-0-

Wajah letih terpeta jelas dari sosok dirinya yang baru saja menginjakkan kaki dirumah, hari sudah malam namun belum terlalu larut. Tubuhnya terasa pegal kehabisan tenaga hanya untuk sekedar menyeret kakinya. Meski pekerjaannya tidak melakukan aktivitas fisik tapi pengaruh dari otak yang diperas sama pula.

"Eugene.."

Bibirnya bergumam pelan, saat mendapati sosok kecil berdiri tak jauh darinya ditengah cahaya lampu yang cukup remang. Perlahan jarinya merambat menhidupkan saklar lampu memastikan sosok kecil itu adalah putri semata wayangnya yang mendekat.

"Ah, nona sudah pulang." Kali ini sang asisten rumah tangga yang menyapa.

"Mengapa sampai malam seperti ini?." senyuman kecil terbit. Setidaknya ada yang masih peduli dengan dirinya meski hanya asisten rumah tangga.

BlossomStories to obsess over. Discover now