Part 20

566 75 123
                                        

Happy Reading
•...•

Hai...
Hai...
Hai...
Aku balik lagi, ada yang kangen gak sama story ini? Semoga ada ya. Hmm.. Aku minta maaf beberapa hari ini ngilang, tapi kalian jangan risau lagi kalo kata upin-ipin karena kak rose akan update tiap hari 😁😊😆

Oh iya, beberapa part lagi aku PRIVATE yah 😉😉😉






Suasana ruang tengah di mansion mewah ini terlihat hening, tak ada sepatah kata pun yang terucap dari bibir dua manusia yang masih bergelayut dengan pikiran masing-masing.
Lily dan reyhan memilih merenung atas apa yang baru saja terjadi, dan berusaha menerima tulisan takdir dengan kenyataan yang begitu pahit.

Apalagi lily, gadis ini tak henti-hentinya mengeluarkan air mata. Ia tak menyangkah kedua orang yang tanpa sengaja bertemu dengannya dan cherry, adalah seorang detektif. Itu berarti, identitas mereka telah terbongkar dan mereka harus bersiap-siap jika saja terjadi sesuatu yang tidak mereka inginkan.

"jangan khawatir, kami tidak akan melakukan hal yang buruk pada kalian. Karena seperti yang di ucapkan ramond tadi, bahwa tujuan kami mencari dalang di balik organisasi ini". Lirih reyhan di sela-sela aktivitas menatap gadis cantik di hadapannya.

"kami membutuhkan kerja sama kalian, dan beberapa keterangan tentang semua orang yang terlibat dalam oraganisasi ini"

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

"kami membutuhkan kerja sama kalian, dan beberapa keterangan tentang semua orang yang terlibat dalam oraganisasi ini".

Lily hanya diam

Entahlah, apa yang di pikirkan gadis ini. Tapi satu hal, dirinya tak mungkin memutar balik waktu yang telah berlalu. Ibarat nasi sudah jadi bubur, begitulah yang di alami lily dan cherry. Kedua gadis ini hanya bisa menuruti perkataan ramond dan reyhan, lalu bekerja sama untuk menguak siapa dalang di balik sosok lelaki yang selalu menyembunyikan wajahnya itu.

•••••

"bagaimana keadaanmu saat ini?"

Cherry mendongkak sebelum menjawab pertanyaan lelaki yang sedari tadi menemaninya, "seperti yang kau lihat dan yang kau ketahui".

Ramond tersenyum kecut, dirinya tentu mengerti arah pembicaraan gadis yang masih terlihat pucat pasih ini. Tak ingin mengganggu pikiran gadis ini, ramond memilih bersikap tenang dan selembut mungkin agar cherry bisa sedikit menerima kehadirannya.

"ibumu baik-baik saja, beliau selamat".

Kalimat singkat ramond mampu mengalihkan pandangan gadis berparas cantik ini, ia menatap sendu ke arah ramond. Tak ada lagi ketegangan di wajahnya, dan tak ada lagi tatapan-tatapan tajam yang mengintimidasi itu. "benarkah?"

Ramond mengangguk membalas pertanyaan gadis di hadapannya. Perlahan-lahan ia mendekati cherry, lalu sedikit memiringkan kapalanya sembari menyingkirkan anak rambut gadis ini. "akan terlihat cantik jika seperti ini".

Boneka PembunuhWhere stories live. Discover now