back

146 8 1
                                        

"ne, aku memesan kimbap 4 porsi, cepatlah gadis peliharaan ku sudah kelaparan" namja itu menyeringai di tengah sambungan teleponnya.

Setelah memutuskan panggilan sepihak, ia menaruh ponselnya di saku celana nya dan berbalik lalu berjalan menuju sebuah ranjang king size di tengah ruangan temaram yang hanya di terangi oleh sinar bulan yang menyelinap di jendela ruangan.

Namja berbadan tegar itu menghampiri ranjang lalu menyeringai melihat peliharaan nya yang diikat di atas ranjang selama beberapa hari. Ia terlihat puas melihat peliharaan nya kesakitan, kedinginan dan kelaparan akan perilakunya selama ini.

Ia tidak pernah puas membunuh dan menyakiti gadis tak bersalah yang di temuinya. Ia akan memakai gadis pilihan nya itu untuk bersenang senang dan menikmati nya dengan puas.

Tidak! 'menikmati' menurut ia adalah menggunakan darah dan daging dari tubuh gadis nya untuk bersenang senang.

Namja itu sekarang duduk di tepi ranjang dan menatap gadisnya dari pucuk kepala sampai kaki. Seperti sedang mengira ngira 'apakah gadis ku yang satu ini sudah siap untuk ku nikmati?'.

Tubuh di depan nya perlahan melenguh dan bangun, namun tidak ada pergerakan lain karena tangan gadis itu ia ikat di sisi ranjang dan tak lupa mengikat kakinya juga.

Wajah gadis itu tidak terlihat akibat rambut nya yang terjatuh begitu saja, ditambah temaram nya ruangan itu. Tubuh itu semakin lunglai dan lemas. Tak lama terdengar isakan yang keluar dari mulut gadis itu, menyadari bahwa ia telah di perlakukan seperti ini sejak 3 hari yang lalu.

Namja itu masih duduk di tepi ranjang dan makin menyeringai puas dan tersenyum bangga melihat gadisnya makin tidak berdaya.

Beberapa menit hening sampai gadis itu memberanikan membuka suara, membuat tatapan namja di depannya sepenuhnya tertuju padanya,

"A-aku ingin pulang" mohon gadis itu dengan suara bergetar.

"Hm?" Namja itu beranjak ke atas ranjang dan mendekati tubuh ringkuh yang sekarang berada tepat di hadapannya.

Tubuh gadis itu semakin bergetar ketakutan dan melakukan usaha terbesar nya untuk menghindar dari namja yang seperti terus mendesaknya. Namun sia-sia karena namja itu sudah mengapit kedua sisi wajahnya dengan kasar.

Namja itu mengangkat wajah gadisnya untuk menatapnya. Ia kembali menyeringai puas setelah melihat keseluruhan wajah gadis itu yang sudah pucat dan biru. Senyum nya menghilang begitu saja dan digantikan dengan rahangnya yang menajam dan tatapan nya yang seakan menusuk.

Setelah ia menemukan gadis yang ia pilih, ia tidak akan menikmati langsung tubuhnya, ia akan menyiksa terlebih dahulu sampai ia puas.

Kejam bukan?

"Jungkook-ah, aku ingin pulang" kata gadis itu lagi, kini suaranya mengecil dan hampir sepenuhnya tidak terdengar oleh Jungkook.

Jungkook menghempaskan wajah gadis itu dengan kasar lalu tertawa seperti penuh kemenangan. Suaranya menggema ke seluruh ruangan dan membuat gadis di samping nya memekik dan semakin terisak.

Jungkook kembali mengalihkan pandangannya ke gadis disampingnya. Lalu menggigit bibir bawahnya,

"Kau akan pulang sebentar lagi" suara jungkook yang berat membuat tubuh itu meremang dan semakin meringkuh

"Dan temuilah bibo kesayangan mu di atas sana" jungkook melepas kaitan tali yang mengikat kaki dan tangan gadis itu lalu menuntunnya dengan paksa menuju sebuah ruangan yang sudah di siapkannya untuk menikmati para gadisnya.

Jungkook langsung memasukkkan gadisnya ke dalam ruangan itu dan menyeret gadis itu secara paksa ke sisi dinding lalu mengikat kaki dan tangannya. Ia berbalik dan kembali dengan membawa pisau dapur di tangannya.

Change •JJK• √Stories to obsess over. Discover now