“Jey, lo buka hati lo sedikit aja untuk dia. Lo gak sadar apa, selama ini dia begitu perhatian sama lo? Dia incaran para wanita di sekolah ini, tapi lo malah menjauh seakan lo muak ngeliat muka dia.” Ucap Alena, teman Jey sejak kecil.
"Berisik lo! Gue juga tau kali, gausah banyak omong dulu, gue pusing." Balas Jey dengan menajamkan sorot matanya kepada Alena, Ia mendengus kasar kemudian pergi menuju suatu tempat.
***
Jey pergi menuruti kemauan kakinya yang terus melangkah. Bahkan, Ia tidak tahu kemana Ia harus pergi. Jey hanya melakukannya agar terhindar dari ucapan Alena yang menurut Jey sangat mengganggu pikiran Jey.
"Huh, seger banget ya, di sini. Enak gak ada suara apa pun." Jey tersenyum, Kemudian, Ia berbaring di sebuah tempat duduk di pinggir sungai. Mata Jey tertuju pada pohon yang sangat rindang, langit yang cerah, dan Jey merasakan bahwa dirinya sangat tentram berada di tempat ini.
"Kalo lo lagi kesel, ke sini aja. Tempat ini emang cocok buat orang yang mau relax." ucap Fahri dengan raut wajahnya yang datar, Fahri adalah teman satu sekolah Jey.
"Huh, masih ada aja yang ganggu," Jey mendengus.
"Eh cewek gajelas, gue cuma nyaranin, udah bagus gue saranin, lagian juga gue yang setiap hari kesini terus tiba-tiba ada makhluk gajelas kayak lo aja gue gak sensi," ucap Fahri sambil menyenderkan badannya ke pohon rindang pinggir sungai.
"Bodo, sana pergi!" ketus Jey, kemudian ia memejamkan matanya perlahan.
***
Prolognya dikit gapapa yaaaa huehuehueeeeee yaampun ini bener-bener newbie syekaleeew...😭😭😂😂
YOU ARE READING
Fall and Love
Teen FictionSetiap insan terkadang menggunakan kata untuk mengungkapkan rasa. Lain halnya dengan seorang gadis yang mempunyai paras cantik, tatapan mata tajam, dan senyuman yang manis. Ia bernama Jessandra Yuidhia, yang biasa dipanggil Jey. Jey mengungkapkan ra...
