Part 01-Move House And Move School

26.6K 367 8
                                        

Exo POV~

Namaku Wanna Arjun, biasa di panggil Exo. Kecuali Ayah, panggilnya tetap Wanna. Kenapa? Karena Exo bukanlah nama panggilan yang Ayah berikan untukku, melainkan nama panggilan itu di berikan oleh orang-orang yang hanya memandangku dengan sebelah mata.

Hal Itu membuatku berpikir, bahwa setiap orang yang tidak dekat denganku nggak boleh memanggilku Wanna, cukup Exo.

Aku orangnya selalu seperti ini, tiduran sembari menatap benda pipi ditanganku. Ya, ngapain lagi kalau bukan baca Webtoon. Inilah aktivitas yang paling aku sukai. Hingga, aku terlelap sembari memengang handphone.

~~~

Aku terbangun dari tidur nyenyakku setelah mendengar suara alarm di atas nakas, yang sangat memekakkan telingaku.

"Sudah jam 12 ternyata," ucapku setelah mematikan benda berisik tersebut.

Aku pun segera mandi. Setelah mandi, aku turun untuk makan.

Ketika aku berada di ruang makan untuk mengisi perutku yang sudah kelaparan, tiba-tiba Ayah datang menghampiriku dan langsung duduk disampingku.

"Ayah tidak seperti biasanya," pikirku.

"Kenapa Yah? Tumben Ayah di rumah jam segini?" tanyaku.

"Ayah mau ngomong serius sama kamu Nak," jawab Ayah lembut.

"Apa gue nggak salah dengar nih?" tanyaku dalam hati.

"Kenapa Ayah ngomong lembut? nggak seperti biasa, santai aja Yah!"

"Ayah seperti ini agar kamu bisa dengar nasehat Ayah. Dari dulu, Ayah sudah mengajari kamu dengan baik. Tetapi, kamu tidak pernah dengar. Apalagi saat kamu masuk SMA, kamu sudah pindah sekolah sekota Jakarta, itu cuman dalam jangka 3 bulan dan Ayah sangat malu akan hal itu, Na. Orang lain pasti berpikir, kalau Ayah tidak pernah menasehati kamu agar menjadi putri yang baik. Ayah nggak tahu, mau bagaimana lagi Ayah ngomong sama kamu agar kamu dengarin Ayah. Ayah ingin kamu menjadi putri yang baik. Ayah sudah katakan, kalau Ayah tidak punya SMA dan Ayah tidak berdonasi di Sekolah Menengah Atas ataupun sejenjangnya manapun, Na. Hanya TK, SD, dan SMP. Tetapi, kamu tetap bertingkah seperti yang kamu lakukan di sekolah yang Ayah punya. Ja__"

Setiap orang pasti tidak suka, diceramahi panjang kali lebar. Begitupun denganku. Aku sangat bosan mendengar ceramah Ayah.

"Apa Ayah nggak lelah ngomong?" pikirku.

Aku sudah berusaha sabar untuk mendengarkan Ayah hingga selesai. Tetapi, Aku tidak bisa melakukan itu. Kesabaranku hanya sampai di sini.

"Stop Ayah! Stop!" ucapku sembari meletakkan sendok dan garpu secara kasar, kemudian pergi meninggalkan Ayah.

"Wanna mau kemana kamu? Ayah belum selesai ngomong," ucap Ayah sedikit meninggi.

Aku mengacuhkan Ayah.

"Wanna, kemas barang-barangmu sekarang juga!"

Aku tetap melanjutkan langkahku tanpa memperdulikan perintah Ayah.

"Hari ini kita akan pindah ke Bandung!" ucap Ayah, dan seketika itu juga langkahku terhenti.

BAD GIRL VS PERFECT KETOS [END]Stories to obsess over. Discover now