Pagi hari di Shinjuku
Keita bangun melihat jam weker disampingnya berdering dengan kencangnya sampai membuat gendang telinga Keita terasa ingin pecah dengan waktu yang menunjukkan pukul 08.00 AM,karena merasa masih mengantuk Keita menutup matanya kembali lalu ia terkejut setelah menyadari kalau dirinya terbangun kesiangan dan bingung saat matahari mulai naik dengan kuasa sinarnya menyinari jagad raya
"Sudah pukul 08.00 AM,aku harus segera berangkat ke sekolah sebelum pintu gerbang sekolah ditutup"ujar Keita yang beranjak dari tempat tidurnya lalu merapikan tempat tidurnya
Keita mengambil handuknya yang sudah ia jemur di balkon lalu keluar kamar menuju kamar mandi dengan tergesa-gesa,setelah mandi Keita langsung berjalan cepat menuju kamarnya kembali untuk segera berganti pakaian dan merias dirinya agar terlihat keren
"Aku harus segera berangkat dengan penampilan seadanya,aku tak akan mengubris ucapan apa yang akan dilontarkan oleh orang orang yang kutemui nanti karena penampilanku yang tak seperti biasanya, aku harus segera berangkat"ucap Keita
Keita selesai memasang dasi lalu berangkat ke sekolah setelah mengunci pintu rumahnya dengan rapat karena ia di rumah itu hanya seorang diri dengan kakak angkatnya yang lebih memilih tinggal di tempat lain sedangkan orang tuanya adalah seorang pembisnis yang selalu pergi ke luar kota bahkan ke luar negeri untuk kepentingan bisnis mereka. Keita berlari dengan tergesa-gesa dibawah terik matahari yang sangat panas sampai ia tak sempat untuk menyapa orang-orang yang ia kenal dan melewatinya begitu saja tanpa ada rasa sungkan di dalam dirinya yang membuat orang-orang tersebut menjadi tertegun melihat Keita yang berlari sangat cepat seperti dikejar oleh sesuatu dari belakang dirinya
"Pokoknya aku harus sampai sekolah sebelum pintu gerbang di tutup,kalau sudah ditutup tamatlah riwayatku"ucap Keita terus berlari dipagi hari dengan langkahnya yang cepat seperti cheetah kelaparan saat mengejar mangsa untuk berburu di siang hari
Keita berjalan setelah ia melewati pintu gerbang sekolah dengan rasa lelahnya dan ia tak lupa menyapa satpam sekolah yang masih meminum secangkir teh di pos satpam sekolah dengan sikap ramah tamahnya,Keita berjalan menuju uwabaki(rak sepatu yang sering disediakan sekolah untuk berganti sepatu sekolah).Keita memakai sepatu yang sudah disediakan oleh sekolah bagi setiap siswa kemudian ia melihat Ursula yang berjalan menuju kelas dengan cara jalannya yang anggun dan menggoda setiap mata pria, Keita menyapa Ursula seperti biasanya setelah berada disamping Ursula
"Pagi Ursula,tumben kau masih diluar kelas?"ucap Keita
"Pagi juga Keita,aku sejak tadi menunggumu"ucap Ursula
"Kau menungguku,dasar adik yang perhatian"ucap Keita
"Sejak TK sampai sekarang kan aku selalu menunggumu dan kita sudah seperti kakak beradik walau kita hanya tetangga"ucap Ursula
"Ayo masuk sebelum bel berbunyi"ucap Keita
"Iya Keita"ucap Ursula menarik tangan Keita
Keita dan Ursula masuk ke kelas disambut oleh semua teman sekelas mereka dengan sapaan yang sangat lembut dan hangat
"Pagi Keita!"kata teman sekelas
"Selamat Pagi semuanya"kata Keita
"Aku sudah menunggumu dari tadi"ucap Mikage menepuk bahu Keita dari belakang diikuti Isabel dan Akane
"Dimana Takeru?"tanya Keita
"Dia belum datang,mungkin akan terlambat"ucap Mikage
"Takeru sudah biasa terlambat"ucap Akane
YOU ARE READING
Power Gear
FantasyDAFTAR ISI 1. Hari Pertama 2. Kebangkitan Keita 3. Hidup Kembali 4. Amnesia 5. Latihan Pertama 6. Jebakan 7. Setengah Kehancuran 8. Kaisar Bumi 9. Pertemuan Kembali 10. Rintangan Itu 11. Perpisahan Sementara 'Power Gear'
