Gadis bersurai merah muda melangkah dengan tegas di lorong rumah sakit. Jubah putih yang sedang ia gunakan berkibar karena terdorong oleh gerakan gesit dan juga udara di sekelilingnya.
Kini ia berdiri di depan pintu bercat putih yang merupakan ruangan untuk pasien rawat. Tanpa segan ia langsung mendorong pintu tersebut dan menampakkan pasien VIP yang tengah terbaring di atas ranjang bernuansa putih tersebut.
Gadis yang tak lain adalah Sakura, kunoichi sekaligus ninja medis terkuat milik Konoha mendengus kasar tatkala menemukan pria bersurai perak dengan selimut yang menutupi sebagian wajahnya tengah memegangi buku orange kesukaannya.
Di saat seperti ini apakah penting untuk melanjutkan bacaan yang berisikan hal-hal tak senonoh tersebut?
"Kakashi-sensei, kurasa mata dan tubuhmu sudah tidak memerlukan bantuan lagi di sini." Sarkas Sakura.
Beberapa waktu lalu Kakashi melaksanakan misi atas perintah Godaime Hokage untuk mencaritahu mengenai sekelompok shinobi bayaran yang rumornya akan melakukan pemberontakan di wilayah perbatasan Konoha dan Takigakure.
Kakashi -sebagai Kapten Tim- bersama para Jounin yang ditugas pada misi tersebut menuju ke daerah yang telah disebutkan pada penyampaian misi dan menemukan markas shinobi bayaran tersebut serta menemukan banyak gulungan berisikan peta wilayah yang telah ditandai sebagai pintu masuk yang memungkinkan untuk dilakukan penyergapan.
Dengan ditemukannya markas dari kelompok shinobi bayaran tersebut, membuat para shinobi bayaran menghancurkan markas mereka secara membabi buta untuk menghilangkan barang bukti, kemudian berencana untuk kabur dan menyelamatkan diri agar tidak tertangkap.
Kakashi sebagai orang yang bertanggungjawab atas misi tersebut mengarahkan para Jounin untuk melakukan pengejaran terhadap mereka agar kemudian diinterogasi di Desa Konoha.
Pertempuran sengit tidak terelakkan, Kakashi menggunakan Sharingan pada pertarungan tersebut hingga tubuhnya yang tidak bisa menopang chakra yang tersedot atas penggunaan Sharingan mengalami krisis penglihatan. Namun, kabar baiknya, tim Kakashi dapat menangkap beberapa Shinobi tersebut dan membawa paksa mereka ke Konoha sebelum Kakashi benar-benar kehilangan penglihatannya.
Dari misi tersebut, Kakashi memerlukan perawatan intens di rumah sakit untuk pemulihan matanya. Dan sudah satu minggu sejak misi tersebut, Kakashi masih terbaring di atas ranjang dengan malasnya sambil membaca buku Icha Icha Paradise karya salah satu Sannin Legendaris Jiraiya.
"Sakura," Kakashi menutup buku tersebut dan menyembunyikannya di dalam selimut putih yang membalut tubuhnya.
"Kau tahu, aku barusaja menetralkan Sharingan ini bersama Tsunade-sama. Dan itu banyak menyedot chakra dan energiku."
Memang betul Kakashi menjalani perawatan bersama Tsunade untuk menstabilkan penggunaan Sharingan pada chakra milik Kakashi. Sehingga saat mata itu digunakan lagi, Sharingan akan terbiasa dengan chakra Kakashi dan tidak menggerogoti energi dari tubuhnya.
Ya, sebenarnya Sakura tidak peduli mau berapa lama Senseinya itu berada di rumah sakit, hanya saja ia kurang suka dengan hal yang berbau mesum, salah satunya adalah buku yang selalu dibawa Kakashi kemana-mana.
"Baiklah, baiklah, kondisimu sudah semakin membaik dan sensei sudah diperbolehkan pulang besok." Ucap Sakura setelah memeriksa kondisi tubuh Kakashi yang menunjukkan tidak adanya tanda-tanda vital yang melemah.
Kakashi menyipitkan matanya untuk tersenyum pada Sakura. Ia merasa bangga atas perubahan Sakura saat ini yang semakin hebat. Kemampuannya dalam bertarung dan kemampuan medisnya sangat tidak diragukan lagi. Gadis kecil itu tak terasa sudah dewasa.
Kakashi tersenyum kikuk, "Arigatou, Sakura."
"Jangan lupa makan, sensei, walaupun makanan rumah sakit terasa hambar, tapi itu bisa membantu pemulihan tubuhmu lebih baik lagi." Ucap Sakura mengingatkan saat melihat nampan berisi makanan belum disentuh oleh Kakashi.
Sakura berjalan menuju jendela ruangan tersebut, membukanya, membiarkan angin memasuki ruang rawat Kakashi.
"Kau juga harus sering-sering membuka jendela mu, sensei. Udara segar bagus untuk pernapasan."
Kakashi membalikkan wajahnya melihat lawan bicaranya. Rambut pendek gadis itu tertiup angin, menampakkan garis rahang yang tegas. Sinar matahari yang memasuki ruangan melalu jendela, menyinari sebagian wajah gadis itu. Kakashi terperanjat dibuatnya. Wajah teduh dihadapannya terlihat damai, sangat menenangkan.
Sakura berbalik menghadap Kakashi dengan senyuman yang masih terpatri di wajahnya. Membuat Kakashi sedikit salah tingkah karena terpergok melihatnya tanpa berkedip. Kakashi sedikit beruntung dengan adanya selimut putih yang menutupi semburat merah di wajahnya. Tanpa itu, ia tidak akan tau harus menyembunyikan ekspresi bodoh itu bagaimana.
"Beristirahatlah sensei, aku akan kembali lagi nanti untuk pengecekan rutin. Jaa..."
Sakura berjalan keluar dari ruangan tersebut. Memberikan waktu pribadi untuk Kakashi melakukan aktivitas lainnya, seperti makan mungkin. Ia tau betul pria itu pasti enggan memperlihatkan wajahnya kepada orang-orang. Sehingga, ia sangat paham dan mengerti bahwa Kakashi memerlukan ruang untuk dirinya sendiri.
Diam-diam Kakashi menyunggingkan senyum tipis dibalik selimut setelah kepergian Sakura dari ruangan tersebut.
.
.
.
Maaf jika ada typo.
Dan apabila anda memiliki waktu senggang bolehkah anda drop your comment tentang bagaimana awal dari kisah ini sebelumnya saya melanjutkan ke BAB selanjutnya?
Aku takut banget ga nemu feel nya, jadi tolok kritik dan sarannya. Terima kasih.
):
YOU ARE READING
SUNSHINE [KAKASAKU]
Fanfiction[On Going] Berawal dari misi yang diberikan oleh Tsunade Senju, sang Godaime Hokage. Setelah sekian lama Kakashi dan Sakura kembali dipersatukan dalam sebuah tim. Lika liku perjalanan misi penuh kejutan yang membuat mereka berdua bahkan tidak menyad...
![SUNSHINE [KAKASAKU]](https://img.wattpad.com/cover/134914646-64-k472239.jpg)