▪Prolog

359 30 1
                                        



rainy day



Di luar mendung. Awan tak bersahabat. Dengan warnanya yang kelabu, bersama semilir angin yang menerpa wajahnya.

Memikirkan hujan, gadis ini teringat dengan insiden kemarin. Seseorang yang tidak sengaja menabraknya. Membuatnya terpental dengan lutut yang mengeluarkan darah, terduduk di tengah hujan dengan perih yang di rasa.

Setelah itu pandangannya tertuju pada balutan perban yang melilit manis di lututnya, terukir jelas senyum di bibirnya. Sebelum dia berjalan keluar, melihat hujan yang membawa ketenangan.

Fool HeartTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang