Hari pertama menjadi kakak kelas, ialah hari dimana yang di tunggu-tunggu para kelas X yang akhirnya menjadi seorang yang di segani di sekolahan.
Kring!!!!!
"Sial, bel udah bunyi". sambil mendengus kasar, ia berlari menuju gerbang yang sudah di jaga oleh satpam dan beberapa anggota osis di sana dengan antrian siswa yang hendak ingin masuk, tapi di berhenti kan, agar memungut sampah sekitaran gerbang,
"Yaelah, udah telat malah tambah telat kalo kek gini!!" ocehan dari beberapa mulut yang datang telat.
"Salah sendiri datang nya telat!!" suara yang berasal dari anggota osis yang menjaga bersama satpam di gerbang.
"Misi.. Misi.." Dengan nada yang cukup terburu-buru siswi dengan atribut lengkap bertuliskan PMR-PMI itu hendak melewati kerumunan siswa-siswi yang ada di dekat gerbang.
"Eh, kok dia di ijinin langsung lewat, ngga bersih-bersih kek yang lain, kita semua kan sama, sama-sama telat" suara yang berasal dari ocehan mulut siswi dengan nada mengeluh.
Dengan langkah kaki yang di percepat, ia langsung menuju ke arah ruangan yang tidak terlalu besar yang di cat berwarna putih, dan bertulis UKS.
"Smoga aja deh ngga telat, kalo telat, mampus gue_-"
Tinggal beberapa meter lagi ia mencapai ruangan yang ia tuju, yang bertempat kan di dekat lapangan upacara..
"STOP!!!" Suara itu muncul dari arah belakang, ketika ia menengok, tidak ada siapapun yang di duga memiliki suara tersebut, ketika ia hendak melanjutkan perjalannya menuju ruang UKS, blum saja ia berbalik sepenuhnya, ia telah menubruk tubuh seseorang tepat di hadapannya, sampai terjatuh bersamaan dengan seseorang yang ia tubruk tersebut.
"Kalo jalan hati-hati dong, pake ma..." belum menyelesaikan kalimatnya, gadis yang mengenakan atribut PMR-PMI itu terdiam dan kaget, ternyata yang ia tubruk tersebut seperti tak nampak asing.
"Maaf ya, aku ngga sengaja, salah sendiri muncul tiba-tiba di hadapan orang kek hantu aja". Gadis itu lalu berdiri dan membersihkan sisa-sisa debu yang mengotori roknya, dan mengulurkan tangan ke arah cowok dengan alis tebal, mancung, tinggi, nan putih itu.
"Mau ngapain?" suara itu brasal dari bibir merah, tampak mulut yang blum tersentuh rokok milik cowok itu,
"Aku mau bantuin, cepet!!Upacara udah di mulai nih!!"
"Nggapapa kok, bisa sendiri" jawab cowok itu cukup tenang dengan celana yang agak kotor dengan debu pasir yang di tempatinya terjatuh bersama gadis itu.
"Maaf aku harus duluan" gadis itu lalu berlari menuju ruang UKS meninggalkan cowok itu yang masih dalam keadaan hendak berdiri tegak sambil menyapu-nyapukan tangan dan celananya yang agak kotor tersebut.
"Kamu masih seperti yang dulu, blum brubah dan masih aku suka" cowok itu tersenyum mengarah ruang ke arah gadis itu menuju, ruang UKS.
-------------
Hay, maaf ya kalo masih banyak typo, masih baru belajar soalnya.
YOU ARE READING
Dwi
Teen FictionCinta atau pesahabatan? Entah apa yang ku rasakan, aku benci bila dia ada, tapi aku khawatir bila tak melihatnya. Yang ternyata... Dia pergi meninggalkan sejuta kenangan saat kita bersama, dan membawa kerinduan yang tak bisa di jelaskan.
