[his favorite]

455 122 99
                                    

(437 Words)

Aku pun keluar dari ruangan konseling, akhirnya selesai juga masalahnya.

Telingaku sudah lelah mendengar celotehan guru konselingku.

"Kamu sudah senior. Seharusnya menampilkan contoh yang baik untuk adik - adik kelasmu."

"Kamu sudah senior. Seharusnya lebih dewasa untuk berpikir sebelum bertindak."

"Kamu sudah senior. Jangan membuat ulah yang menyebabkan kamu--Nak! Tolong berhenti menendang - nendang meja saya!"

Ya, kurang lebih seperti itu.

Saat aku keluar, sudah disambut Mia dan Calum disana. Aku menghentikan pembicaraan mereka lalu Mia pun meninggalkan aku dan Calum.


"Uh, Bailee?" Tanya Calum.

"Eh, i--iya, kenapa, Cal?" Aku sangat gugup

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Eh, i--iya, kenapa, Cal?" Aku sangat gugup.

Laki - laki yang kusuka berada di hadapanku, selama ini, dia jauh disana dan tak pernah sadar kalau aku ada,

sekarang dia berbicara denganku.

Oke, Bailee. Cukup dengan dramamu.

"Ayo, duduk." Calum dan aku duduk di kursi sebelah kantor konseling. Kami pun duduk bersebelahan.

Semoga dia tidak mendengar detakan jantungku yang keras ini.

"Maafkan aku soal Mia. Dia memang posesif terhadapku." Katanya, aku hanya mengangguk pelan sambil mengenggam kedua tanganku,

aku gugup setengah mati.

"Kau tidak apa - apa kan?" Tanya Calum sambil melihatku, oh matanya.

"Iya, aku baik - baik saja. Terima kasih, Cal." Jawabku pelan.

"Ya, sama - sama."

Kami pun sama - sama hening dan tiba - tiba, Calum berkata,

"Aku baru saja putus dengan Mia."

Tuhanku.

Aku terkejut bukan main, aku langsung saja menjawab, "Apa ini karena ku?"

"Oh, bukan - bukan. Mungkin, memang kami sudah tak cocok lagi. Sebelum kejadian ini, banyak kejadian yang membuat hubunganku renggang dengannya. Ini bukan kesalahanmu, kok." Jawabnya sambil tersenyum.

"Lalu, bagaimana dengan Mia?" Tanyaku.

"Ya, dia akan baik - baik saja, kurasa." Jawabnya sambil tertawa kecil.

" Jawabnya sambil tertawa kecil

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Oh, aku baru sadar.

Dia memiliki lesung pipi.

Indahnya.

"Kau terlihat seperti gadis yang baik, Bailee." Ujarnya sambil menatapku.

Aku menatapnya kembali. Tolong sadar, Cal, bahwa aku adalah perempuan yang kau cari selama ini.

Oke, aku terlalu tinggi untuk berharap.

"Bailee?" Lamunanku buyar seketika karena Calum memanggilku.

Aku langsung sadar dan berkata, "Ya, ya, kenapa? Maaf, aku tidak mendengarmu." Kataku.

"Aku bilang, kapan - kapan, kau mau makan siang bersama?"

Apa?

Yang benar saja.

"Uh--uh...iya, boleh - boleh saja."

"Bagus kalau begitu." Dia mulai tersenyum dan aku pun mengikutinya. Tak kusangka, lelaki seperti Calum mengajakku makan siang bersama.

"Kau tahu? Aku baru sadar kau memiliki senyuman yang manis," Puji Calum.

Aku terkejut dan dia berkata lagi, "Aku suka lesung pipimu."

Dengan itu, dia mengacak - acak rambutku pelan dan langsung pergi.

Dia menyukai lesung pipiku.

Kuharap itu menjadi,

hal favoritnya.



A/N :

INI UDAH SWEET BELOM

SOALNYA W GAJAGO BIKIN SWEET MOMENT KARNA GUA GAPERNAH KAYAK GINI (curhat hehe)

nih lanjutannya, yang kemaren minta ini ku dedikasikan untuk kalian HASEK

nailxhood mandhood delumhood

terima kasih sudah menjadi pembaca setia semoga setia juga sama w(?)

maaf ya kalau ini gak sama kaya ekspektasi kalian karna w yg nulis jadi YHA GITU

jan lupa vomments sama sharenya qq

klean luar binasa

heheu


burittohoran

Sketchbook [cth]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang