Bagian 1

126 8 3
                                        

Author

Hari yang sangat dibenci oleh Raina Angela, bagaimana tidak ia akan di pindahkan ke SMA Tunas Bangsa oleh ayahnya, Bima Wijaya. Sebenarnya sekolah itu cukup terkenal di Jakarta, tapi entah kenapa Riana sangat malas untuk beradaptasi(lagi). Ya dalam satu semester dia sudah pindah sekolah dua kali dan ini yang ketiga kalinya hanya karena pekerjaan orang tuanya sebagai jaksa. Ayahnya tidak mungkin meninggalkan Raina di Bandung sendirian. Terlebih lagi ibunya baru meninggal setahun yang lalu. Tak ada yang mengurusnya di sana.

Flashback on

Raina prov

"Raina..."

Suara ayah? Tumben ayah pulang cepat, pikirku.

"Iya yaah bentar..." Sautku sedikit berteriak karena jarak aku dengan ayah sedikit jauh.
Lalu aku keluar kamar dan menuruni tangga menuju ke ruangan dimana ayah berada.

"Ada apa yah?"

"Sekolah kamu baik baik saja?"
Tanyanya lembut.

Holly shit, aku sudah bisa menebak kemana ujung dari pembicaraan ini karena setiap ayah bertanya seperti ini, pasti beliau akan pindah keluar kota lagi dan yap aku sudah pasti akan disuruh ikut pindah.

"Argh.. ayolah yah , sekarang pindah kemana lagi?" Tanyaku arogan. Sungguh aku sangat benci jika harus pindah melulu. Apa salahnya sih kalau aku di tinggal saja di kota ini. Toh aku sudah 17 tahun juga.

"Ayah tau kamu pasti akan marah, tapi mau bagaimana lagi sayang, ayah ga mungkin ninggalin kamu di sini sendirian".
Mungkin saja jika ayah mengizinkan ku,batin ku.

"Jadi kita pindah kemana?" Tanyaku lagi.

"Kali ini tidak jauh, Jakarta" katanya.

"...dan lusa kita berangkat, sebaiknya kamu mulai kemasi barang barang dari sekarang ya rain"

"Okay ayahh" kataku sambil menaiki tangga menuju kamarku dengan malas.

Flashback off

"Tringggg..." Bel berbunyi. Siswa siswi SMA Tunas Bangsa pun masuk ke kelas.
Kelas di mulai seperti biasa. Tapi tidak dengan kelas 2-3 karena kedatangan murid baru yaitu Raina Angela.

"Selamat pagi anak anak" ucap guru berkepala plontos, Wardiman.

"Pagi pak..." Sorak semua siswa serempak.

"Pagi ini kalian kedatangan teman bar.." belum selesai pak Diman berbicara, langsung dipotong oleh Bagas Prasetya, salah satu murid brandal di kelas itu.

"Waduu.. cewek apa cowok pakk? Kalau cowok suruh pindah aja lagi hahaha" begitu katanya diiringi gelak tawa teman teman sebrandalnya, kecuali Rey.

"Sudah sudah diam semuanya, Raina silahkan masuk"

Raina pun masuk ke kelas tersebut dan jangan di tanya lagi keriuhan kelas itu saat Raina masuk, sangat heboh apalagi geng Rey cs.

"Perkenalkan dirimu dulu Raina" suruh pak Diman. Raina tersenyum menanggapinya.

"Selamat pagi teman teman, nama gue Raina Angela, kalian bisa manggil gue Rain, gue pindahan dari Bandung"

"Hallo Rain..." Sapa satu kelas.

"Hallo neng geulis..." Goda Dimas Aditya,salah satu anggota geng Rey cs.

"Apaan sih lo dim" ucap Rey sinis, tumben dia seperti itu biasanya dia yang paling antusias dengan masalah goda menggoda.

"Sudah sudah, Rain kamu bisa duduk di sebelah Rey" ucap pak Diman.

Rain pun berjalan ke arah bangku yang di arahkan pak Diman. Ia yakin lelaki ini yang namanya Rey. Rain duduk di sebelahnya. Suasananya cukup canggung, tak ada yang memulai pembicaraan hingga bel istirahat makan siang pun berbunyi.
Beberapa teman Rey menghampiri mejanya.

PERFECTWhere stories live. Discover now