Lost

23 2 0
                                        

Seharian ini Rio hanya tiduran di kasurnya sambil memandangi ponselnya, kekasihnya sudah dua minggu ini tak menghubunginya.

"SHIT!! GAK USAH BALIK SEKALIAN LO!" teriaknya frustasi.

"Berisik tau, kak!!" teriak adiknya dari lantai bawah.

"Terserah gue!" balas Rio dari kamarnya.

Setelah percakapan singkat itu dia kembali terpaku dengan ponselnya, ia seharusnya mengerti dengan kepergian kekasihnya ke rumah kedua orangtuanya.

Karena itu semata-mata hanya untuk hubungan mereka.

Mempertahankan hubungan mereka.

Hubungan yang menurut oranglain tak pantas dipertahankan.

Hubungan yang salah.

Ting!

Satu pesan masuk, senyum Rio mengembang saat melihat nama si pengirim.

Raka:
Hi?
15.06

Jangan ditanya perasaan Rio sekarang, ia senang sekali mendapat pesan dari pacarnya setelah 2 minggu.

Raka:
aku kayaknya pulang seminggu lagi. Gak apa-apa kan ya?
15.08

Senyum yang sudah mekar dibibir Rio kembali redup, ia kembali bad mood.

Rio:
Gak masalah kok..
15.10

Tak berapa lama, Raka kembali membalas pesannya.

Raka:
Jangan marah. Aku disini bukan buat liburan, aku lagi memperjuangkan kamu. Memperjuangkan kita. Sabar ya?
15.15

Rio mempoutkan bibirnya, dia berusaha mengerti dengan keadaan pacarnya itu. Setelah membalas pesan itu dengan kata, ya. Rio turun ke dapur, Ibu dan adiknya sedang membuat kue.

"Bagaimana? Raka udah ada kabar?" tanya Ibunya.

Dulu keluarga Rio juga menolak mentah-mentah hubungan mereka berdua. Karena yah.. Hubungan mereka ini adalah hubungan yang tak biasa. Apalagi di Indonesia, namun ketika melihat kesungguhan mereka berdua, orangtua Rio memberikan izin walau keluarga besar tetap nyinyir.

Rio mengangguk, dia duduk. Rio tampak seperti mayat hidup, karena tatapannya terlihat kosong.

Seperti tak memiliki tujuan hidup.

"Ish.." kini adiknya, Andien menjitak Rio agar pemuda itu sadar. "Sadar napa sih kak? Kak Raka lagi berjuang, kakak yang semangat! Bukan kayak orang yang mau bunuh diri gini!!"

Rio tersenyum tipis melihat kedua wanita terpenting di hidupnya memberikan ia semangat.

"Oke."

Kemudian Rio membantu adik dan ibunya membersihkan dapur, serta meletakkan kue kering tadi di toples.

"Rio, kamu mau dirumah kan?" tanya Ibunya yang ia disambut anggukan.

"Kalau begitu, tolong jaga rumah ya? Ibu sama Andien mau belanja dulu."

"Iya, titip kripik ya, ma!"

"Iya!"

Setelah adik dan ibunya pergi, ia kembali ke kamarnya, ia memainkan PS-nya. Lebih baik ia bermain game daripada meratapi sendunya hujan yang cocok sekali dengan kondisi hatinya.

Lost and FoundWhere stories live. Discover now