1| Crazy meeting

1.3K 26 1
                                        

"Jonathan... Ikut kakek malam ini untuk menghadiri pesta Keluarga Robet." Suara tegas pria paru baya yang baru saja mendudukan tubuh tuanya disofa ruangan utama dilantai tiga puluh lima Jester's Cop.

Jonathan, pria itu menghembuskan nafas lelahnya. Sangat enggan untuk menatap sang kakek. "Berhentilah mengenalkan wanita wanita seperti itu, kek."

"Apa kakek ingin aku permalukan lagi, seperti kejadian terakhir?" Ancam Jonathan tanpa mau mengalihkan pandangannya dari layar monitor didepannya.

Tuan besar Nicholas Jester mulai menampakan raut kesalnya terhadap cucu tunggalnya tersebut.

"Aku tak akan begini kalau kamu bisa sedikit membuka hatimu untuk wanita, Jonathan. Dan lagi... kakek sudah mulai jengah dengan berita yang selalu mengatakan kalau kau memiliki penyimpanan seksual."

"Kau hanya perlu menutup telingamu untuk berita seperti itu kek, atau gunakan uangmu seperti biasa untuk membungkam berita bodoh itu." Balas santai Jonathan.

"Tak ada bantahan, atau aku akan langsung membuat acara pernikahan untukmu saat ini juga dengan wanita pilihanku?"

"Aku ada rapat, malam ini."

Nicholas tersenyum. "Jangan membuat lelucon, Jonathan."

Jonathan merutuki Evans, asistennya yang selalu tak berkutik oleh kekusasaan sang tuan besar Nicholas. Terlebih melihat senyum kemenangan pria tua itu ketika meninggalkan ruangannya membuat Jonathan ingin meneriakan kata kata kasarnya.

Yah, itulah kehidupan seorang Jonathan Gavino Jester. Pria tampan berusia 29 tahun yang menduduki kursi CEO diperusahaan properti terbesar di Amerika, yang berstatus sebagai Pria lajang yang paling diminati di New York namun sangat anti menjalin hubungan dengan wanita. Hingga muncul beberapa opini dari berbagai majalah dan berita elektronik yang mengatakan bahwa pria lajang itu memliki kelainan sexual.

...

Audry Alena tengah berlari kencang sambil mencengkram tas tangannya kuat kuat. Ia tengah menghindar dari kejaran dua orang pria berbadan besar dibelakangnya. Sepatu hells tujuh centi berwarna hitam yang dipilihnya hari ini benar benar membuat kecepatan lari Audry sedikit tertahan.

Tak punya pilihan lain, Audry harus mencari tempat persembunyian.

Hal pertama yang terlihat oleh penglihatan Audry adalah gedung mewah di seberang jalan yang tampak melangsungkan sebuah pesta besar.Terlihat dari berbagai mobil mewah yang keluar masuk pada area gedung tersebut silih berganti.

Audry kembali berlari, saat lampu penyebrangan jalan berubah warna menjadi hijau.

Melihat dua pria berbadan besar itu masih mengejarnya, membuat Audry lagi lagi mengumpat. "Sialan, apa mereka tidak punya rasa lelah?"

Tak memperdulikan kakinya yang mulai membekak karena sakit, Audry terus berfikir bagaimana cara untuk bisa lepas dari tangkapan dua orang pria yang tengah mengejarnya.

Audry memilih memasuki sebuah mobil yang baru saja dimasuki oleh pemiliknya, perduli setan ketika pemiliknya marah. Yang diutamakan Audry saat ini adalah dirinya tidak tertangkap oleh dua pria yang menauh dendam pada dirinya, dikarenakan beberapa saat yang lalu Audry menendang dengan sangat keras milik pria yang di yakini sebagai bos dua pria yang mengejarnya itu.

Audry memang tak menamik bahwa New York memiliki kemanan yang sangat bagus, namun untuk gang gang sempit di pinggiran kota siapa yang perduli dengan keamanan tersebut.

Hampir saja dirinya menjadi korban kejahatan tiga pria jalanan brengsek yang tidak memiliki pekerjaan tadi.

"Kau memasuki mobil yang salah, nona." Jonathan, pemilik mobil yang dimasuki Audry jelas terkejut dengan keberadaan wanita yang tiba tiba duduk dikursi penumpang dengan napas memburu.

Audry menatap Jonathan saat salah seorang dari pria yang mengejarnya berjalan menuju mobil tempatnya bersembunyi.

"Tuan, siapun namamu aku mohon bisakah kau membawaku pergi dari tempat ini." Pinta Audry pada pria didepannya.

Jonathan melihat tubuh wanita yang duduk disampingnya bergetar ketakutan ketika melihat pria berbadan besar berjalan kearah mereka dengan posisi sedikit membungkuk menatap setiap isi dalam mobil.

"Selesaikan masalahmu, karena aku tak suka mencampuri urusan orang lain." Balas Jonathan santai tapi mengintimidasi.

Rasanya Audry ingin mendorong pria didepannya ini kedalam sungai Amazon, kalau tidak mengingat saat ini posisinya tengah membutuhkan bantuan.

Tak punya cara lain, lagi.

Tanpa memikirkan reaksi pria didepannya nanti, dengan cepat Audry mendudukan tubuhnya dipangkuan Jonathan dan menarik leher pria didepannya untuk menempelkan bibir mereka selama beberapa detik tanpa ada pergerakan.

Jonathan terdiam untuk sesaat. Matanya menatap tajam wanita yang menutup rapat matanya didepannya, dengan bibir pink kenyal yang tepat menempel pada bibirnya. Jonathan membuka mulutnya menyecap sedikit bibir Audry. Dan diluar ekspektasinya, bibir pink itu sangat manis membuat Jonathan enggan melepaskan lumatannya yang semakin mendominasi.

Tangan Jonathan yang awalnya berada ditangan dan kaki Audry seketika berpindah kepinggang Audry untuk semakin merapatkan tubuh keduanya, hal yang sama juga terjadi dengan tengkuk Audry yang terus didorong untuk semakin memperdalam ciuman mereka.

Mata Jonathan tertutup, menikmati setiap detik ketika lidahnya mendominasi mulut wanita didepannya, wanita yang bahkan tidak diketahui namanya oleh Jonathan. Namun berhasil membangkitkan kembali sisi liar dalam dirinya. Gundukan besar yang menempel pada dadanya terasa sangat kenyal, apa lagi saat tangan Jonathan meremasnya. Menyerukan lengkuhan merdu yang membangkitkan gairahnya.

Audry mendorong pundak Jonathan ketika dirinya membutuhkan oksigen untuk memenuhi rongga paru parunya, tubuhnya terasa lemas hingga membutuhkan kedua tangan kekar Jonathan untuk menyangga dirinya.

Audry merasa dirinya terjebak dalam permainnya sendiri, ketika matanya menjalin kontak dengan pria didepannya. Memedam gairah, dan sangat sensual. Apa lagi dengan kejantanan pria ini yang mengeras dibawahnya.

Segala macam hal berkecambuk didalam otak Audry, antara dirinya yang masih dikuasai hasrat membara dengan taktik yang akan digunakan untuk lepas dari pria yang sedang didudukinya.

Sementara Jonathan mengeram, menahan mati matian kejantannyanya yang ingin merobek celana dalamnya sendiri. Terasa sangat sesak. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya Jonathan ingin memasuki inti wanita. Tepatnya wanita dipangkuannya, membuat wanita ini mendesah dibawah tubuhnya berkali kali.

Pandangan Jonathan terfokus pada bibir pink Audry yang membengkak. Kemudian jonathan mengikuti pandangan Audry yang mencari cari didepan mobilnya dengan tubuh yang gelisah, Jonathan tahu apa yang membuat Audry gelisah namun kegelisaan Audry malah membuat kejantanannya semakin mengeras.

Tak ingin membuangan waktu, Jonathan pun kembali melumat bibir Audry kali ini lebih menuntut. Tangan jonathan pun juga membimbing kedua tangan Audry yang mencengkram jasnya berpindah mengalung pada lehernya. "Balas aku." Eram Jonathan dalam ciumannya.

Audry yang juga masih awam pun membiarkan jiwanya, mengambil alih dirinya.

Can't stopWhere stories live. Discover now