Embun pagi masih terasa sejuk di kulit. Jam di dinding baru menunjukkan pukul 5 pagi. Tapi aku masih malas untuk beranjak dari tempat tidurku. Padahal hari ini adalah hari pertamaku masuk sekolah.
Aku mengeliat dan membuka mataku saat kudengar ayam jantan berkokok. Aku beranjak dari tempat tidurku dan berjalan menuju jendela kamarku. Kubuka jendela itu, dan kuhirup udara segar pagi ini. Rasanya tenang sekali.
"Guys ... Aku kangen kalian. Meskipun kita beda sekolah, jangan sampai persahabatan kita putus ya." ucapku dalam hati.
"Theresa... ayo bangun, nak! Ini hari pertamamu masuk sekolah. Jangan sampai terlambat," teriak Bundaku dari ruang makan.
"Iya, Bunda... Theresa udah bangun kok," ucapku lalu pergi ke luar kamar.
"Ayo cepat mandi! Sarapannya udah siap nih," ucap Bundaku.
"Ih, Bunda ngapain sih jam segini udah nyuruh sarapan? Ini masih pagi Bunda..." ucapku manja.
"Lah, kamu nggak ingat hari ini kamu udah SMA? Sekolah kamu tuh jauh, Sa. Jangan disamain kayak SMP, dong," keluh Bunda.
"Kan aku sekolahnya naik sepeda motor, Bun. Jadi nggak usah khawatir telat,"
"Terserah kamu lah, Sa. Capek Bunda ingetin kamu terus. Sudah, mandi dulu sana! Keburu telat nanti kamu."
"Iya, Bundaku sayang." lalu aku pun berjalan menuju kamar mandi dengan ogah-ogahan.
Kenalin, namaku Theresa Angelicia. Aku siswi kelas X di SMAN 1. Aku tuh orangnya cukup cantik, cukup pintar juga, tapi terkadang suka bersikap kekanak-kanakan. Kalau kata teman-temanku sih, aku tuh orangnya alay, tapi alaynya tuh kayak orgil. Ngeselin banget kan teman-temanku? Masa iya orang cantik gini dibilang kayak orgil?
Oke, cukup sekian perkenalan dari inces cantik. Sekarang balik lagi ke cerita.
Ada alasan tersendiri kenapa aku malas berangkat sekolah hari ini. Itu karena aku gagal masuk di SMA yang sudah aku cita-citakan selama ini. Tapi orang tua dan teman-temanku selalu mendukung dan menyemangatiku. Yah... Masih beruntunglah aku punya orang-orang yang masih sayang dan peduli sama aku.
***
Setelah mandi dan berganti pakaian, aku pergi ke ruang makan. Di sana sudah ada Ayah, Bunda, dan Adik perempuanku.
"Pagi Ayah... Pagi juga Bunda..." sapaku pada kedua orang tuaku.
"Pagi juga sayang." ucap Ayahku.
"Ih, masa Ayah sama Bunda doang yang disapa? Aku enggak nih?" tanya Adikku.
"Oh, iya lupa. Pagi... Adikku yang cantik,"
"Telat," jawab adikku sewot.
"Dih, nyebelin. Udah disapa juga."
"Sudah, sudah, ayo sarapan dulu! Udah siang loh." ucap Bundaku melerai.
"Siap, Bun!" ucapku. Lalu aku pun duduk di samping Adikku.
Suasana pagi di rumahku terasa hangat. Karena kami sekeluarga selalu menyempatkan diri untuk sarapan bersama.
Setelah selesai sarapan, aku berpamitan pada kedua orang tuaku. Karena jarak antara rumahku dan sekolah sangat jauh. Maka dari itu, aku harus berangkat lebih pagi. Selain itu, jam masuk di SMAN 1 juga sangat pagi, yaitu pukul 06.30 WIB.
"Yah... Bun... Theresa berangkat sekolah dulu, ya. Assalamualaikum." ucapku lalu mencium tangan kedua orang tuaku.
"Waalaikum salam. Hati-hati di jalan ya, sayang! Jangan ngebut!" ucap Bundaku mengingatkan.
"Iya, Bun." setelah itu aku pun melajukan sepeda motorku membelah jalanan kota.
"Fighting, Theresa Angelicia." ucapku dalam hati.
*****
Yey... Akhirnya selesai juga ngetiknya.
Hay, guys... Ini cerita pertamaku di wattpad loh...
Semoga kalian suka ya...
Karena aku masih pertama kali nulis di wattpad, boleh dong aku minta kritik dan sarannya. Supaya ceritaku lebih bagus.
Oke... Happy reading. Don't forget to vote and comment, ya...
Ditunggu sarannya.
30 November 2017
Salam author,
Rinda Septiana
YOU ARE READING
C I N T A
Teen FictionTheresa Angelicia, seorang gadis cantik dan periang yang bersahabat dengan Adrian Mahesa, si cowok manis nan pintar. Semua berawal dari Theresa yang ingin membuat Adrian lupa akan masa lalunya. Tapi, sebuah rasa aneh perlahan muncul dari hatinya. R...
