pertama aku mengagumi

26 2 1
                                        

Pagi yang cerah mengawali hari pertamaku disekolah baruku, aku baru saja selesai mengikuti masa orientasi siswa di salah satu sekolah menengah atas di daerahku.
Pagi ini hari pertama kita duduk dikelas dan bertemu dengan teman teman yang akan bersama kita selama 3 tahun kedepan , aku senang karena aku tidak sendiri dikelas baruku, aku bersama teman temanku yang sudah aku kenal sejak smp, meskipun bukan sahabat sahabatku saat smp , karena sahabat sahabatku pergi melanjutkan SMA di sekolah yang berbeda.
      Hari ini dikelasku akan diadakan perkenalan wali kelas dan juga perkenalan teman teman sekelasku yang belum aku kenal sama sekali kecuali teman teman smp ku yang tidak banyak ada yang sekelas denganku, aku duduk dibangku paling depan sebagaimana murid yang tidak saling kenal aku tidak berani melihat lihat kearah belakang yang ribut oleh obrolah obrolan teman temanku yang mungkin mereka sudah saling kenal.
   Kami tidak tahu siapa guru yang akan menjadi wali kelas kami, bahkan ia tidak masuk kelas hingga jam pertama berlalu, mungkin kita sudah merasa dewasa karena telah menginjak bangku SMA, lalu kami membentuk organisasi kelas sendiri dengan dipimpin oleh temanku yang belum aku kenal dan ya mungkin paling cerewet bahkan aku tidak suka padanya namanya Dita, tapi dia baik hanya saja dia selalu terlihat caper(?) Ya cari perhatian gitu.
  Saat itu dimana dita berdiri di depan kelas
" hey siapa yang mau nyalonin jadi ketua murid , ayo maju kedepan! " teriak dita didepan anak anak.

Lalu ada 3 temanku yang maju kedepan , Aufa, Syam dan Angga.
Lalu mereka diberi arahan oleh dita untuk membuat visi dan misi dan diberi waktu oleh dita , disitu dita seolah olah menjadi penguasa dan aku tidak suka karna sikap so nya dia, bahkan ternyata teman teman yang lain pun tidak suka.

Setelah waktu kesempatan untuk membuat visi misi dadakan ini habis mereka maju kedepan satu persatu, tidak ada yang serius menyampaikan visi dan misi, mereka mempermaikannya karena mungkin waktu yang diberikan hanya sebentar , tapi tidak setelah aufa maju kedapan berdiri dengan tegak dan suara yang lantang ia bacakan visi dan misinya yang mungkin sudah ia buat di jauh jauh hari aku juga gak tau soalnya visi dan misinya bagus , aku yang pertama kali melihat aufa jujur aku kagum dari sekian banyak teman cowok yang pecicilan tapi ia tidak. ia serius, tampan menurutku dan berwibawa ya kharismatik lah.
Bisa kalian bayangkan tampang tampang kayak gini udah ganteng, tinggi, baik mungkin , pintar dan sholeh. Sontak saja membuat semua cewek cewek dikelas sorak dengan pembacaan visi misi dari aufa itu sudah menjadi bukti jika aufa lah yang serius dalam pemilihan ketua murid ini.
Akhirnya ia memang terpilih jadi ketua murid dan dita sendiri wakilnya, aku sebagai sekertaris entah apa aku lupa kenapa aku bisa jadi sekertaris, dan teman temanku yang lainya. Itu awal pertemuanku saat pertama kali melihat aufa yang dari pertemuan pertama aja aku udah kagum gini.

AUFA-Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang