Part 1

64 7 11
                                        

Perkenalkan namaku Aneska Zoya Rainbow. Biasa dipanggil pelangi, asal-usul namaku adalah ketika aku masih dalam kandungan mamaku sering ngidam ingin melihat pelangi, maklum orang ngidam suka yang macam2😆😅, padahal ya...dikota yang aku tempati sekarang, jarang bahkan tidak pernah munculnya pelangi, yang aku tau pelangi sering muncul didesa2.

Hanya informasi itu yang aku peroleh dari mama karna setiap kali aku menanyakan masa kecilku disudut matanya selalu dipenuhi dengan linangan air, sehingga membuat aku tidak tega menintrograsinya secara mendalam.
*
*
*
"Kok gelap sih" kataku sambil terus berjalan menyusuri jalan setapak yang minim cahaya, jarak pandang hanya sekitar 2 meteran, aku nggak tau kenapa aku berada ditempat ini.

Aku terus mencari keberadaan seseorang disekitarku dengan harapan ia bisa membawaku pergi dari tempat ini, aku terus melihat kekiri-kekanan, namun nihil aku tak menemukan apa-apa.

Angin malam terus menyapaku, dan menyentuh kulitku, aku merasakan semakin aku berjalan udara semakin dingin dan lama-kelamaan membuat bulu kudukku merinding.

Bau pengap bunga kamboja memenuhi lubang hidungku, tubuhku semakin bergetar dan kakiku semakin sulit untuk digerakan. Suasan semakin sunyi tak ada tanda-tanda keberadaan orang disekitar aku berada.

Pohon-pohon semakin lama semakin tinggi, hingga aku berhenti di sebuah pohon beringin besar, ada seseorang yang berdiri membelakangiku.

Ia memakai baju serba putih dan membawa setangkai bunga mawar yang berwarna merah. Tubuhku kaku seketika, ingin aku memanggil laki-laki itu atau berlari menjauhinya tapi ada sebuah gaya yang mirip gaya gravitasi menarikku untuk tetap berada di tempat ....yah dia laki-laki yang umurnya sebaya denganku.

Aku berpikir  jika aku memanggilnya dan ternyata dia bukan manusia pasti dia akan membunuhku. Tapi jika dia manusia maka ia akan menolongku pergi dari sini, mungkin peluang terjadinya itu hanya 50%.

" Heeeem" suara helaan nafas itu menghentikan semua yang aku pikirkan dan dia telah berbalik menghadapku. Aku tak berani menatap muka laki-laki tersebut karna kalau mukanya menyeramkan pasti aku akan sulit untuk melupakanya.

Aku hanya melihat kesepatu yang ia gunakan. Suaranya begitu hangat hingga membuat wajahku terasa nyaman memandanggi sepatunya. Ingin aku melihar wajahnya tapi aku tidak mempunyai nyali untuk melakukan semua itu.

Lebih kurang 5 menit keheningan menyapa kami. Tidak ada yang memulai pembicaraan. Sebenarnya ada 1000 pertanyaan yang menghantuiku tapi otakku tidak mau berkompromi dengan mulutku. Jangankan bicara menggerakan bibir saja aku tidak mampu, saking beratnya.

Sampai seketika pandanganku tertuju pada bunga mawar yang ia bawa, tapi anehya, bunga mawar yang ia bawa sebenarnya berwarna putih namun aku yakin warna merah yang ada pada bunga itu adalah darah. Aku semakin terkejut ketika melihat baju yang ia pakai dipenuhi noda darah.

Jantungku berdetak semakin cepat, aku memang phobia sama darah, jika melihat darah biasanya aku langsung pingsan tapi sekarang aku tidak tahu.

Ketika aku ingin melihat wajahnya tiba-tiba cairan bening jatuh menimpa wajahku.
"Jangan bilang kalau ini juga-"
"Aaaaaaaaaaaaa" pekikiku

PELANGIStories to obsess over. Discover now