"Aku telat! Gak ada yang bangunin aku astaga!" Teriak seorang yeoja yang baru saja bangun dari tidurnya.
Yeoja itu adalah Jennie, Kim Jennie.
Bersekolah di SOPA high school kelas 12. Anak dari pemilik perusahaan terbesar di Korea Selatan yang mempunyai banyak anak perusahaan di Eropa, karena banyak kesibukan, orang tuanya jarang berada dirumah.
Jennie bangun dari kasur king sizenya itu lalu mengambil handuk dan berlari masuk kedalam kamar mandi yang berada didalam kamarnya.
Setelah selesai mandi, Jennie segera memakai seragam sekolahnya, memasukan acak buku pelajaran yang ada didepannya, menyisir rambut lalu memakai sepatu.
Merasa sudah siap untuk kesekolah, Jennie pun keluar dari kamarnya, berjalan menuruni tangga, dan melihat Tuan dan Nyonya Kim sedang sarapan bersama.
Nyonya Kim yang menyadari anak satu-satunya sedang berjalan cepat kearah pintu keluar seperti sedang terburu-buru lalu memanggilnya putrinya itu
"Jenn, sini sarapan bareng eomma dan appa"
Jennie yang mendengar eommanya berbicara padanya lalu memutar matanya dan berbalik badan.
"Aku udah telat kesekolah, kalo harus sarapan lagi aku bakal lebih telat"
"Ya sudah, kamu jangan lupa makan disekolah"
Tak membalas kata-kata eommanya, Jennie melangkahkan kakinya keluar dari halaman rumahnya itu.
Jennie masuk kedalam mobil yang sudah menunggunya dari tadi.
Sebenarnya Jennie tak suka diantar kesekolah seperti ini, tapi ini permintaan appanya agar dirinya tetap aman dijalan. Tuan Kim mempercayakan seorang supir keluarga yang mengantar Jennie kesekolah setiap hari. Tetapi jika dalam keadaan terdesak Tuan Kim mengijinkan Jennie untuk menggunakan mobilnya sendiri.
Sesampainya Jennie didepan sekolah, ia segera membuka pintu mobil, tak lupa mengucap terima kasih pada Gi Bon ahjussi yang telah mengantarnya dan langsung berlari kearah pintu gerbang yang sudah tertutup.
"Pak, buka dong aku mau masuk, aku udah telat banget nih" teriak Jennie sambil mendorong-dorong gerbang besi itu dan menimbulkan bunyi bising.
Saat melihat seorang satpam keluar dari pos jaganya, Jennie menghentikan kegiatannya tersebut.
"Kamu apa-apaan sih, udah telat bikin ribut juga, kamu sadar ga sih udah telat berapa jam" kata satpam itu mengintimidasi Jennie.
"Lebih baik kamu pulang sana, gak akan bapak bukain gerbangnya" lanjut pak satpam.
"Dasar yaa pak kumis" teriak Jennie lalu lari menuju belakang sekolah, sebenarnya Jennie sudah terlambat satu setengah jam.
Saat melihat keadaan sekitarnya aman, Jennie pun segera mengambil ancang-ancang untuk melompati dinding pembatas sekolah.
Akhirnya Jennie dapat masuk kedalam sekolah dengan aman, tak ada yang tau aksinya itu.
Dengan terburu-buru Ia berlari menuju kelasnya, sebenarnya ia sudah tak mempunyai niat untuk kesekolah kalau sudah terlambat seperti ini, tapi Ia ingat kalau hari ini tepatnya jam ketiga ada ulangan harian.
Jennie berlari dengan cepat tanpa melihat kedepan dengan baik dan akhirnya "bruuuuukkk"
"Awhh"
Jennie dengan cepat melihat siapa yang ditabraknya itu lalu memarahinya.
"Kamu apa-apaan sih, ga liat nih aku lagi buru-buru, malah ngehalangin jalanku. Eh, kamu anak baru?" Semprot Jennie yang akhirnya sadar ia menabrak seorang namja yang sepertinya anak baru.
YOU ARE READING
Perfect Loved
Fanfiction"Cinta adalah hal terbaik dan paling indah di dunia, tidak dapat dilihat atau bahkan disentuh. Cinta hanya dapat dirasakan dengan hati" Cover By @dimph07
