01.Adit,Cella

22.1K 421 0
                                        

Cella menuruni tangga yang menghubungkan antara lantai satu dan lantai dua, dimana lantai dua ada kamarnya ia menuruninya dengan setengah berlari.
Di meja makan ada Kak Via, kakak nya Cella Anindita, dan mama Rosa yang pasti mama nya Cella dan Kak Via. Cella melewati meja makan begitu saja tanpa menyapa keduanya yang tengah sarapan, Cella nampak buru-buru, sementara keduanya melihat Cella bingung, lalu di panggil nya Cella oleh sang mama.

"Cella, sayang kamu nggak sarapan?" teriak mama Rosa, mendengar di panggil oleh sang mama Cella menghentikan langkah nya dan berbalik. Lalu ia menghampiri meja makan. Diambil nya segelas susu lalu ia habiskan dalam sekali teguk.

"heh, kalo minum tu duduk" kata Via dengan nada sedikit tinggi

"iya Cell, kalau minum itu duduk" timpal mama Rosa

"maaf ma kak, Cella udah kesiangan, jadi Cella harus buru-buru" kata Cella lalu Cella menyalami tangan ibu nya ia tempelkan di kening " Cella berangkat dulu ma, Kak"tambah Cella meninggalkan ruang makan dengan sedikit berlari.

"padahal baru jam enam lewat lima belas" kata Via bingung, Via dan mama Rosa saling melempar tatapan,kemudian mama Rosa teringat sesuatu

"jangan lupa nanti sore jemput papa,di bandara"teriak mama Rosa pada Cella, sementara Cella hanya mengacungkan jempol nya ke udara sebagai tanda bahwa ia mengerti.Ya Papa Ferdi sedang di tugas kan di luar kota, makanya ia tak ikut makan pagi bersama.

<<<<<>>>>>

Kini Cella telah berada di halaman sekolah nya, dengan napas ngos-ngosan, ia mengrinyit bingung kenapa sekolah nya masih sepi.

CELLA POV

"Kok masih sepi sih, apa pelajaran udah mulai?"tanya gue pada diri gue sendiri.

Dor

Untung gue  gak latah atau lebih parah nya sakit jantung, kalau ada mesti tanggung jawab ni bocah, Si Adit tiba-tiba ngagetin gue dari belakang. Oke, kenalin sahabat gue namanya Revano Aditya Putra atau lebih akrab dipanggil Adit, well dia itu sahabat gue, sahabat dari masih ingusan sampai sekarang. Gue sama dia tu udah kaya perangko sama amplop nempel mulu, itu juga yang bikin gue ada rasa sama dia, gue sayang sama Adit bukan sekadar sayang sebagai sahabat namun perasaan yang gak bisa gue jelasin, gue rasa gue jatuh cinta sama ni anak, tapi gue gak pernah bilang ke dia, ya kali.kalau gue bilang bisa bubar sahabatan kita, mending gue pendem aja ni rasa.

Gue gak tau kapan tepatnya perasaan ini muncul,tapi semenjak ia pindah rumah, karena ibu nya pengen buka toko kue so,dia sekeluarga pindah ke tempat yang lebih strategis.padahal dulu rumah nya sekomplek sama gue,semenjak itu gue ngrasa kesepian, gue ngrasa kehilangan Adit, oke lebay sih emang tapi itu yang gue rasain, mungkin sejak itu gue jatuh cinta sama dia.

"Apa sih lo ngagetin tau nggak, untung gue gak punya riwayat penyakit jantung" kata gue kesal.Dia malah nyubit pipi gue,gila tubuh gue seketika kaya kena tegangan listrik, gue lemes

"lebay bener sih Cell"kata nya, gue cuma ngerucutin bibir gue,kesel!

"lagian lo pagi-pagi udah ngobrol sendiri, ngeri gue, hii"kata Adit

"lo tuh setan ya,udah gue mau masuk kelas, udah telat, tambah telat gara-gara lo" gue mau beranjak dari situ tapi tas gue di tarik dan buat gue mundur

"telat?????lo gak liat ini jam berapa,lo nglindur ya?lagian tumben banget jam segini udah di sekolah" Katanya

Hah

"baru jam setengah tujuh, masih sepi lo gak liat"tambah nya

"beneran masih jam setengah tujuh?" tanya gue. Sementara Adit hanya mengangguk, lalu gue rogoh hp gue di saku.  What ? Beneran lo masih setengah tujuh.ini berarti jam di kamar gue rusak.

Gue kesel dan Adit malah ketawa, dikira gue lagi ngelawak apa.saking gue kesel gue tinggal noh anak yang masih ketawa.Kadang noh anak bikin mood gue ancur tapi dia juga bisa jadi moodboster gue.

AUTHOR POV

Sesampainya di kelas Cella langsung menuju bangku nya yang berada di barisan depan, ia langsung duduk. Tapi ada yang mencuri perhatian Cella, yaitu teman sebangku nya Alda.Alda adalah teman dekat Cella dari mereka kelas sepuluh.Alda nampak  sedang berkutat dengan buku dan bolpoint,hal yang sangat langka dilakukan oleh Alda.Yah memang hari ini ada ulangan, ulangan kimia dan guru mata pelajaran nya pun killer. Sekiller apapun guru nya dan sesulit apapun mata pelajaran nya Alda tak pernah belajar, baru kali ini ia nampak sibuk dengan buku.

"Da, tumben lo belajar" kata Cella yang kini memperhatikan Alda.

Adit tiba-tiba datang dan menghampiri meja keduanya
"lo kok ninggalin gue sih Cell"protes Adit

"gue mau belajar, nanti ulangan" Jawab Cella ketus.
Lalu pandangan Adit jatuh pada Alda, ia melihat Cella dan menaikkan dagunya lalu menunjuk ke arah Alda sebagai pertanda bahwa ia bertanya, sementara Cella mengendikkan bahu nya bahwa ia juga tak mengerti

"eh, tumben lo belajar" tanya Adit pada Alda, Alda masih sibuk dengan buku dan bolpoint nya.
Karena kesal Adit langsung menyerobot buku yang sendari tadi menyita perhatian Alda.

"Engkau bagaikan pelangi,yang berhasil mewarnai hidupku"Adit membacakan tulisan di buku tersebut, hendak Alda merebut nya namun kalah oleh Adit, Adit membawanya lari ke belakang kelas

"oh, jadi lo suka sama Aldo, Da.Udah gue duga sih lo gak mungkin belajar,tapi malah bikin puisi buat Aldo"kata Adit begitu kencang sehingga seisi kelas memperhatikan Adit lalu Alda.

"cie..cie" sorak seisi kelas

Alda yang merasa malu pun mengejar Adit yang berada di ambang pintu kelas, hendak Alda berlari mengejar Adit,  Pak Bagus dan juga Aldo yang baru datang sudah berada di ambang pintu kelas.

Mampus, Aldo tahu.

<<<<<>>>>>>>

Di kantin

Cella, Adit,Alda sedang menunggu pesanan mereka.Sembari menunggu pesanan mereka banyak mengobrol

"Cell,gue nanti main ke rumah lo ya"tanya Adit pada Cella

"mau ngapain?" tanya Cella dengan alis bertautan

"Gue kan udah lama gak main kerumah lo"ujar Adit

"gue gak bisa, nanti sore, gue harus njemput papa di bandara"Cella menjelaskan

"yah,padahal gue pengen banget kerumah lo" ujar Adit dengan nada kecewa

"kapan-kapan aja deh"

"janji?"Adit menyakinkan

"hmm"
Setelah itu pesanan mereka pun datang.Cella mulai meminum lemon tea milik nya,Adit mulai menyuapkan sendokan pertama ke dalam mulut nya, sementara Alda hanya mengaduk-aduk minumannya dengan malas. Yah biasanya Alda itu berisik tapi kali ini dia anteng saja

"kok gak di makan sih Da,makanannya"ujar Cella pada Alda. Reaksi yang diberikan Alda malah melirik sinis Adit, Adit yang merasa dapat lirikan sinis ia pun buka suara

"lo masih marah sama kejadian tadi, yaudah sih santai aja, bagus dong kalau Aldo tahu"kata Adit dengan seenak jidatnya

"bagus pala lo, gue malu tahu gak"kata Alda kesal sambil memelotot i Adit

"gak gue gak tahu"kata Adit yang terlampau santai, sambil memasukkan nasi goreng nya kemulut" gue punya solusi lo mau, supaya lo gak malu?"tanya Adit pada Alda

Alda hanya mengangkat sebelah alisnya

"noh panci dirumah mak gue"kata Adit,membuat Cella terkekeh, lalu sebuah sendok melayang tepat di muka Adit. Yah siapa lagi yang nglempar kalau bukan Alda

.

Cerita pertama maafkan kalau gaje, banyak kata ambruladul, banyak typo.
Jangan lupa buat vote dan comment ya, ditunggu. Kalau mau kasih saran atau apapun silahkan comment. Makasih

Mengalah (Completed)Where stories live. Discover now